
" Hai Lisy, Papa harap kamu tidak lupa kepada Papa. Papa tahu, sekarang kamu pasti sudah menjadi anak orang kaya. Kamu sudah hidup berkecukupan. Semua yang kamu inginkan dalam beberapa menit sudah ada dihadapanmu. Walaupun begitu, Papa masih berharap kamu menjadi anak yang baik, sopan, ramah, penyanyang, tidak sombong kepada semua orang. Kamu tahu, disaat kamu sedang koma. Kami selalu menjengukmu. Apalagi nenekmu. Ia sampai rela menunggumu siuman. Kami sudah mencoba melarangnya, tapi dia selalu mengatakan. Jangan larang aku, aku mau menjadi orang pertama yang dia lihat setelah siuman. Dia sangat merindukanmu saat itu. Tapi, setelah kamu siuman. Kami tidak bisa lagi melihatmu, karena kamu sudah kembali kekeluarga aslimu. Maafkan kami yang selama ini menyembunyikan kebenaran itu. Maafkan kami, jangan membenci kami " Ucap Papa Gioley.
Layar laptop sekarang beralih kewajah Bibi Riana.
__ADS_1
" Hay Lisy atau sekarang yang dipanggil Tipka. Jangan heran Bibi tahu namamu. Saat kau lahir dulu, tuan Anjana sudah memberimu nama. Kami memberimu nama Lisy, agar keluarga Anjana tidak bisa melacak keberadaanmu. Tapi, ternyata mereka masih bisa menemukanmu. Ingat perkataan Bibi, jangan pernah ada sedikit kebencian dihatimu untuk kami. Dulu, Bibi terpaksa menculikmu. Kamu harus berhati hati. Mungkin saja sekarang orang itu masih ingin melukaimu. Bahkan mereka ingin membunuhmu. Bibi berharap kamu selalu waspada. Disekelilingmu masih banyak yang ingin merenggut nyawamu. Bibi tidak bermaksud menakutimu sayang. Bibi hanya ingin kamu selalu waspada. Bibi berharap kamu selalu ingat dan sayang kepada kami. Jangan membenci kami. Dan jangan mencoba mencari siapa yang ingin membunuhmu. Cukup kamu menghindari orang yang memiliki tanda goresan pisau diwajahnya. Bibi berharap kamu sehat selalu, dimanapun kamu berada " Ucap Bibi Riana.
Layar laptop beralih menampakkan Paman Helan, suami Bibi Riana.
__ADS_1
Sekarang layar laptop menampakkan anak gadis Bibi Riana.
" Hay Lisy, Kakak merindukanmu. Kakak ingin meriasmu lagi seperti dulu. Kamu selalu meminta Kakak untuk meriasmu seperti princes. Sekarang kamu malah pergi. Saat Kakak bertanya kepada Papa kapan kamu kembali? Papa selalu bilang secepatnya. Tapi sampai sekarang kamu belum kembali kembali juga. Kakak ingin bermain bersamamu lagi. Jika kamu kembali, Kakak janji akan berikan semua permen yang dikasih Mama. Semuanya Kakak berikan kepadamu. Tapi kamu harus kembali dulu. Kalau kamu tidak ada bagaimana aku memberikannya? Kamu ingat tidak saat kita mengubur kunci. Kakak sudah melarangmu, tapi kamu malah membantah. Kamu bilang, kamu ingin membuat Mamaku jadi panik. Dan betul saja Mama sangat panik. Dan saat itu kamu malah pergi kebelakang dan tertawa. Kakak juga ikut tertawa karena dirimu. Tawamu sangat lucu. Cepatlah kembali. Setelah kamu kembali, aku akan mengikuti apa yang kamu mau. Aku akan selalu mengikutimu agar kamu tidak kabur dan pergi lagi " Ucap anak gadis Bibi Riana.
__ADS_1