Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 50


__ADS_3

" Aku juga rindu kalian " Ucap Tipka.


" Misterinya terpecahkan. Aku anak Ayah dan Bunda. Tapi aku juga anak Mama dan Papa. Walau Mama Viana tidak melahirkanku, dia tetap Mamaku " Ucap Tipka dengan berlinang air mata.


Tanpa aba aba, Tipka langsung memeluk Andra.


" Jangan larang aku untuk menangis, Kak. Aku juga manusia. Aku memiliki sisi rapuh tersendiri. Aku bukan manusia yang bisa selalu kuat. Aku manusia biasa, yang bisa lemah kapan saja. Aku mengetahui kebenarannya. Aku tidak tahu harus senang atau sedih. Aku harus apa sekarang? " Tanya Tipka sambil terisak.


" Kamu mau tahu, kamu harus apa? " Tanya Andra balik.


Tipka mengangguk didalam pelukan Andra.


" Sebenarnya kamu belum memecahkan misteri sebenarnya " Ucap Andra.


" Ma-maksud Kakak? " Tanya Tipka seraya mendongakkan kepalanya.


" Kamu ingat yang dikatakan Bibimu? " Tanya Andra.


" Bibi bilang aku harus berhati hati dengan seseorang " Jawab Tipka.


" Kita harus tahu siapa dan kenapa orang itu mau membunuhmu. Kamu masih harus berjuang " Ucap Andra.


" Tapi Bibi bilang, jangan mencarinya " Ucap Tipka.

__ADS_1


" Kalau Bibimu mengatakan seperti itu, pasti ada alasannya. Dan kita harus tahu alasannya " Ucap Andra.


" Apa itu gak berbahaya? " Tanya Tipka seraya melepaskan pelukannya dan menatap Andra.


" Hey, sejak kapan kamu takut sama bahaya. Kamu aja gak takut sama kematian, masak iya takut sama bahaya " Ucap Andra.


" Kakak tahu dari mana aku gak takut kematian? " Tanya Tipka bingung.


" Kamu lupa atau pura pura. Mama aku adalah orang yang selalu mengoprasi kamu. Kata Mama kamu hampir tiap tahun selalu kecelakaan. Dan jika mau dioperasi, sikapmu biasa biasa aja. Mama juga pernah dengar percakapan kamu sama Tante Tasya. Saat itu kamu mau dioperasi dan aku nelpon Mama untuk mastiin kabar kamu kecelakaan yang aku dengar dari Tapki. Aku suruh Mama untuk masuk keruanganmu. Tapi, pas Mama mau masuk, Mama malah dengar percakapan kalian dan aku juga " Jelas Andra jujur.


" Lah, Kak Andra ternyata suka nguping " Celetuk Tipka.


" Bukan nguping, tapi gak sengaja " Ucap Andra.


" Terserah " Balas Tipka.


" Kalau yang, Kakak antar aku kerumah sakit itu kebetulan atau kesengajaan? Kalau gak salah itu hari pertama sekolah " Tanya Tipka.


" Kesengajaan " Jawab Andra singkat.


" Bohong " Ucap Tipka tak percaya.


Bagaimana ia bisa percaya? Sedangkan saat itu saja Tipka dan Andra hubungannya tidak sebaik sekarang.

__ADS_1


" Saat kamu masuk keruang UKS, aku melihatnya. Trus, saat semua sudah pulang dan kamu masih diUKS. Aku memutuskan untuk memastikan kamu baik baik saja " Ucap Andra jujur.


" Aku juga melihat saat kamu menangis dimakam seseorang " Sambung Andra.


" Se-serius? " Tanya Tipka.


Perasaannya sekarang kaget, tidak percaya, malu, bercampur menjadi satu. Ia malu karena ternyata Andra melihatnya saat menangis.


Andra mengangguk.


" Kak Andra " Panggil Tipka dengan menunduk.


" Apa Tanya Andra.


" Kalau misalnya aku hindarin Kakak, apa yang akan Kakak lakukan? " Tanya Tipka masih dengan menunduk.


" Kenapa tiba tiba tanya kayak gitu? " Tanya Andra balik.


Ia menangkap gelagat aneh dari tingkah Tipka. Hal itu membuatnya menjadi curiga, kalau ada sesuatu yang ditutupi Tipka.


" A-aku cuma bertanya " Jawab Tipka bohong.


" Jangan bohong Tipka " Ucap Andra.

__ADS_1


" Aku gak bohong " Ucap Tipka menyangkal.


" Kalau kamu tidak bohong tatap aku jika sedang berbicara " Tantang Andra.


__ADS_2