
Mendengar cerita Mira yang hampir mirip dengannya, membuat Tapki menjadi sedih.
" Jangan keluarkan air matamu lagi untuk orang semacam itu. Air matamu ini terlalu berharga untuk menangisinya " Hibur Tipka yang melihat mata Mira berkaca kaca.
Mira maupun Tapki yang sedih, langsung berubah mendengar perkataan Tipka. Kini mereka sudah menyunggingkan senyuman.
" Oh ya Mir, kamu ada alamat Skandy? " Tanya Tipka.
" Ada, tapi untuk apa? " Tanya Mira.
" Sebenarnya, Skandy adalah anak dari saudara Ayah. Yang berarti dia adalah sepupu kami " Jawab Tipka yang membuat Mira terkejut.
" Kami juga awalnya terkejut, tapi itulah kenyataannya. Kami butuh alamatnya untuk mencari tahu sesuatu " Lanjut Tipka.
Mira berdiri, mengambil kertas dan pena dari laci yang ada dimeja terletak tidak jauh dari mereka berada. Mira menuliskan sebuah alamat dikertas.
" Ini alamat Skandy " Ucap Mira seraya menyodorkan alamat itu.
" Terima kasih, Mira. Kami pamit pergi ya " Pamit Tipka.
" Ya " Balas Mira.
***
Mereka berempat sudah berada didepan sebuah rumah sederhana.
Tok tok tok
Setelah lama mengetuk, akhirnya pintu terbuka. Tapi yang membukanya adalah seorang wanita tua.
__ADS_1
" Siapa? " Tanya wanita tua.
" Permisi nek, apa ini rumah Skandy? " Tanya Tipka.
" Tidak, ***. Ini rumah milik nenek " Jawab wanita tua.
" Tapi nek, teman saya pernah kesini. Dan yang ada dirumah ini adalah Skandy " Ucap Tipka.
" Memang sebelumnya ada yang menyewa rumah nenek. Dia menyewa dengan harga yang sangat mahal " Ucap wanita tua.
" Emang berapa nek? " Tanya Tapki kepo.
" Sebulan tujuh juta " Jawab wanita tua.
" Tujuh juta! Oh my good " Tapki tampak terkejut.
" Berapa bulan disewa? " Tanya Tapki lagi.
Setelah pamit, mereka berempat masuk kedalam mobil. Dan melajukan menuju cafe terdekat. Karena sudah waktunya untuk makan siang.
Setelah memesan makanan, mereka kembali mengobrol.
" Tujuh juta dikali dua belas berapa Tip? " Tanya Tapki yang tidak terlalu suka menghitung. Apalagi pelajarannya, buat ngantuk baginya.
" 84 juta " Jawab Tipka.
" Delapan puluh juta. Aku pingsan dulu ya " Ucap Tapki.
" Jangan pingsan " Ucap Yasky.
__ADS_1
" Biarin ajalah. Kan ada kak Yasky yang gendongin nanti " Ucap Tipka yang membuat Tapki kesal.
" Gak mau " Ucap Tapki ketus.
" Btw, kalian pikir gak sih. Untuk apa dia menyewa rumah itu? Dengan harga mahal lagi " Ucap Tapki mengembalikan topik keawal.
" Mungkin dia punya rencana " Ucap Tipka asal.
Tipka terdiam, ia memikirkan ucapannya tadi.
'Pertama, Skandy mencari informasi tentangku dari Mira. Kedua, Skandy menyewa rumah sederhana dengan harga mahal. Lalu, sekolah yang sama saat SD. Apa jangan jangan dari dulu ia memang punya niat jahat?' Batin Tipka yang baru sadar.
" Tapki, tugas kerja kelompok yang dulu disimpan digudang kan? " Tanya Tipka.
" Iya " Jawab Tapki.
" Kalau memang masih disimpan. Kita bisa lihat dimana dia lahir dan alamat rumahnya ada dimana " Ucap Tipka.
" Iya ya. Kenapa baru bilang sekarang? " Tanya Tapki sedikit kesal.
" Ya, aku baru kepikiran " Jawab Tipka apa adanya.
" Jadi setelah makan, kita langsung pulang? " Tanya Tapki.
" Iya " Jawab Tipka.
" Untung Bunda lagi pergi. Kalau gak, pasti kita diomelin " Gerutu Tapki.
" Kamu kali yang diomelin. Kalau aku gak akan, karnakan perginya sama kak Andra " Sindir Tipka.
__ADS_1
" Lagian kamu gak akan diomelin kok. Kan ada kak Yasky " Lanjut Tipka.
Sebelum Tapki membalas ucapan Tipka, pelayan datang membawa pesanan mereka.