Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 12


__ADS_3

Pelajaran hari ini telah selesai, Tipka ingin segera pulang kerumah. Tipka ingin segera istirahat, karena semua badannya terasa sakit. Itu akibat dari drama hari ini.


Tipka sudah mau melangkah keluar dari dalam kelas. Tapi langkahnya terhenti, karena suara Tapki.


" Hey anak pembantu. Lo mau kemana? Mau naik mobil gue. Mau nikmati bagaimana duduk dimobil mewah. Jangan sok soan jadi kaya lo. Gak cocok untuk lo, gak pantas " Ucap Tapki.


Lagi dan lagi, Tipka hanya bisa pasrah dan menahan semua sakit hatinya. Ia melangkah keluar kelas menuju parkiran sekolah. Tapi Tipka tidak melihat mobilnya diparkiran.


'Pak Dirga mana ya? Kok gak jemput aku' Batin Tipka.


Tipka mengeluarkan ponselnya ingin menelpon Pak Dirga. Tapi belum dia menelpon, ponselnya sudah jatuh karena ada seseorang yang menyenggolnya.


Tipka berjongkok ingin mengambil ponselnya. Tapi belum sempat Tipka mengambil ponselnya. Ponsel itu sudah diinjak oleh orang yang menyenggol Tipka.


" Ups. Sorry, gue gak sengaja " Ucap seseorang yang menyenggol Tipka, yang tidak lain adalah Tapki.


" Kalau ponsel mahal tuh. Gak pantas buat orang kayak lo " Ucap Tapki sambil menendang kaki Tipka yang luka dan dengan posisi Tipka masih berjongkok.


Sedangkan Tipka yang tersungkur, hanya diam menerima semuanya tanpa melawan.


" Yang pantas buat orang kayak lo, hanya dikaki gue " Imbuh Tapki.


Setelah mengatakan semua kata kata itu, Tapki segera berlalu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan sekolah.


Tipka mengambil ponselnya, yang sudah rusak akibat ulah Tapki. Tipka berjalan keluar dari sekolah. Ia menyetop taksi dan langsung menyuruh sopir taksi mengantarkannya kesuatu tempat. Tipka tidak ingin pulang sekarang. Ia ingin menumpahkannya kesedihannya ditemat biasa jika dia bersedih.


Taksi telah berhenti disalah satu tempat pemakaman. Setelah memberikan beberapa lembar uang, Tipka keluar dari taksi menuju kesalah satu makam seseorang. Meski kakinya sakit, ia tetap memaksakannya.


" Nenek, aku rindu nenek " Ucap Tipka saat tiba dimakam neneknya.


" Apa nenek tahu? aku kesepian didunia ini. Ayah dan Bunda memang baik, tapi mereka tidak selalu ada bersamaku. Kadang Ayah pergi karena urusan pekerjaan. Bunda juga kadang pergi bersama Ayah atau pergi keluar negri karena urusan pekerjaan. Setiap hari, aku selalu dengan Tapki. Tapi apa nenek tahu? Tapki sangat jahat kepadaku. Dia bilang sama semua orang aku adalah anak pembantu. Aku selalu mencari perhatian orang tuanya. Padahal merekakan orang tua ku. Tapki mempermalukanku dihadapan semua orang disekokah. Aku harus apa nek? Harus apa? Hiks hiks " Tipka menangis sambil memeluk nisan neneknya.

__ADS_1


Tanpa Tipka sadari, sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya. Ia terharu mendengar perkataan gadis didepannya.


" Nenek, saat aku koma dirumah sakit. Kau adalah orang pertama yang kulihat. Kau menyakinkan ku bahwa kau adalah keluarga ku saat aku tidak ingat apa apa. Kau merawat ku siang malam sampai aku sembuh. Aku merindukanmu. Hiks hiks. Aku ingin bersamamu, hiks hiks " Tangis Tipka semakin pecah.


Setelah Tipka merasa lebih tenang, ia memilih pergi kerumah sakit untuk memeriksa lukanya. Walaupun tadi pagi dia sudah periksa. Tapi sore ini dia harus mengobati luka kakinya yang berdarah, karena tendangan Tapki. Dan darahnya juga sudah mulai mengering.


Sebenarnya, Tipka sangat ingin lukanya cepat sembuh. Itu semua ia lakukan bukan untuk dirinya sendiri. Ia ingin sembuh untuk Ayahnya. Karena Ayahnya memintanya untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan. Selama ini Tipka tidak pernah menghadiri acara itu. Yang menghadirinya hanya Tapki. Tapki suka dengan pesta, tapi tidak dengan Tipka. Tipka lebih suka berpenampilan tertutup dan wajahnya yang bersih tanpa make up. Itu sebabnya ia lebih suka berada dirumah saja.


Berbeda dengan Tipka, Tapki malah suka dengan pakaian minim dan wajahnya yang penuh make up. Baginya berpakaian tertutup adalah kampungan.


Tipka berjalan kejalan raya. Tipka sudah berada dimakam neneknya selama satu jam. Ia ingin kerumah sakit sekalian mengabari Bundanya. Agar kejadian kemarin tidak terulang lagi.


Tipka menyetop taksi dan mengatakan tujuannya. Setelah tiba di rumah sakit, Tipka segera turun sesudah membayar tarifnya. Tipka berjalan memasuki rumah sakit menuju meja resepsionis.


" Permisi, kak " Ucap Tipka pada salah satu wanita yanh berada dimeja resepsionis.


" Iya, apa ada yang bisa saya bantu? " Tanya wanita itu.


" Saya hanya ingin menelpon keluarga saya kak. Apakah boleh? " Tanya Tipka.


Tipka menekan beberapa angka. Lalu, ia meletakkan telepon itu ditelinganya.


" Halo " Ucap seseorang diseberang sama yang adalah Bunda Tasya.


" Halo Bun, ini Tipka. Bunda jangan khawatirkan Tipka ya. Tipka pulang satu jam lagi. Tadi Tipka kerumah teman, ingin belajar. Karena kemarin Tipka bolos. Jadi ada beberapa pelajaran yang belum Tipka mengerti. Bunda gak perlu jemput Tipka. Nanti Tipka pulang diantar sama teman. Udah dulu ya Bun. Bye " Ucap Tipka lalu mematikan teleponnya tanpa memberi Bundanya waktu untuk berbicara lagi.


" Terima kasih, kak " Ucap Tipka.


" Sama sama, dik " Balas wanita itu.


Tipka pergi menuju ruangan dokter Sindy. Setelah sampai didepan pintu. Tipka masuk tanpa mengetuk, karena dia sudah tidak tahan dengan sakit dikakinya. Setelah masuk, Tipka langsung duduk tanpa disuruh.

__ADS_1


" Tipka, kamu tumben datang gak ketuk pintu dulu " Ucap dokter Sindy menatap Tipka bingung.


" Kelamaan, dok. Tipka udah gak tahan berdiri lagi. Kalau berdiri terus, kaki Tipka semakin mengeluarkan banyak darah " Ucap Tipka.


Seketika dokter Sindy mengalihkan pandangannya kearah kaki Tipka.


"AstagaTipka, kaki kamu kenapa lagi? " Tanya dokter Sindy seraya mendekat dan memeriksa luka kaki Tipka.


" Jatuh, dok " Jawab Tipka bohong.


" Kamu ini gimana sih. Harus hati hati dong " Ucap dokter Sindy menegur.


" Sorry, dok. Tipka gak liat jalan makanya jatuh " Jawab Tipka berbohong.


" Kamu mau sembuh atau tidak? " Tanya dokter Sindy serius.


" Mau, dok " Jawab Tipka.


" Kalau mau, kamu harus rawat luka lukamu ini biar cepat sembuh " Ucap dokter Sindy.


" Iya iya dokterku sayang " Balas Tipka.


" Sudah, sebaiknya kamu langsung pulang " Ucap dokter Sindy yang sudah selesai mengobati kaki Tipka.


" Dan kamu harus datang kesini satu bulan lagi untuk melepas perban dikepalamu " Ucap dokter Sindy.


" Siap, dok. Kalau begitu aku pamit dulu " Ucap Tipka.


" Kamu bisa jalan sendiri sampai kedepan? " Tanya dokter Sindy.


" Bisa, dok " Jawab Tipka yang mencoba berjalan tapi kakinya sakit.

__ADS_1


" Bisa apanya, sini biar dokter bantu kamu sampai kedepan lobby " Ucap dokter Sindy yang langsung memapah Tipka berjalan.


Setelah tiba dilobby, Tipka segera masuk kedalam mobil milik keluarga Anjana. Yang memang berada dirumah sakit Mutiara. Tipka pulang dengan diantar salah satu security dirumah sakit Mutiara.


__ADS_2