Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 53


__ADS_3

Andra mengendarai mobilnya sudah berjam jam. Bahkan, mereka melewatkan jam makan siang.


" Tipka, kita sudah dua jam mencari Tapki, tapi dianya gak ada " Ucap Andra.


Tipka tidak tahu harus apa sekarang.


" Bagaimana sekarang? " Tanya Tipka pelan.


" Sebaiknya, sekarang kita cari makan dulu " Jawab Andra.


Andra menjalankan mobilnya menuju salah satu cafe terdekat.


Mereka duduk dikursi pojok dekat jendela. Setelah memesan makanan, Tipka mencoba menelpon Tipka. Lagi lagi hanya suara operator yang menjawab.


Tidak berapa lama, pesanan mereka datang.


Tipka hanya mengaduk aduk nasinya, tanpa berniat memakannya.


" Tipka, nasinya kenapa diaduk aduk? " Tanya Andra.


" Gak nafsu makan, Kak " Jawab Tipka.


" Kamu harus makan, diluar sana banyak orang yang kelaparan. Dan kamu harus menghargai makanan " Ucap Andra bijak.


Tipka dengan sedikit terpaksa memakan makanannya. Walaupun terasa hambar dimulutnya, ia tetap menelannya.


Setelah selesai makan, mereka langsung meninggalkan cafe.


Andra menjalankan mobil menuju rumah keluarga Anjana. Ia berpikir, tidak ada gunanya mencari Tapki.


Sedangkan Tipka, ia tidak menyadarinya, karena hanyut dalam lamunannya.


***


Sesampainya dirumah, Andra langsung memamggil Tipka.

__ADS_1


" Tipka " Panggil Andra.


" Iya " Sahut Tipka.


" Kita sudah sampai " Ucap Andra.


" Sampai? " Tanya Tipka bingung.


Tipka memperhatikan setiap sudut. Ia menyadari telah berada dihalaman rumah.


" Kenapa pulang? " Tanya Tipka bingung.


" Aku gak tahu harus mencari Tapki kemana lagi " Jawab Andra.


" Kamu juga butuh istirahat " Lanjut Andra.


Tipka turun dari mobil.


Saat ingin masuk, Tipka mendengar Andra menggumamkan nama seseorang.


" Yasky? " Tanya Tipka memastikan pendengarannya.


" Iya, ini mobil Yasky " Ucap Andra seraya menunjuk mobil yang terparkir didepan rumah.


" Kenapa diparkir disini? " Gerutu Tipka.


" Dan ngapain pula dia datang? " Tanya Tipka.


" Gak tahu " Ucap Andra.


Tipka membuka pintu utama. Mereka berdua mematung melihat apa yang terjadi dihadapan mereka.


Tapki yang sedang menangis didalam dekapan Ayah Hendra dan Bunda Tasya. Dan Yasky hanya sebagai penonton.


Tapki seperti orang yang sedang ketakutan. Itu jelas terlihat dari tubuhnya yang gemetar.

__ADS_1


" Ada apa ini? " Tanya Tipka yang berhasil membuat semua orang yang berada diruangan itu terkejut.


"Ada apa? Kenapa Tapki dan Bunda menangis? " Tanya Tipka.


Mereka semua diam, tidak ada yang berani menjawab.


Kebisuan itu membuat Tipka berpikir yang tidak tidak. Tipka yang merasa ada sesuatu yang keluarganya sembunyikan merasa kesal.


" Apa yang kalian sembunyikan? " Tanya Tipka kesal.


Tapi, kekesalannya hilang seketika, berganti dengan keterkejutan.


" Tipka maafkan aku " Ucap Tapki seraya memeluk Tipka.


" I-ini, apa yang terjadi? " Tanya Tipka yang masih dalam keadaan terkejut.


Bukannya menjawab, Tapki malah menangis.


" Kenapa menangis? " Tanya Tipka bingung.


'Apa pertanyaanku salah?' Batin Tipka.


Bukannya menjawab, tangis Tapki malah makin pecah.


" Maaf sebelumnya, Om, Tante. Saya harus pulang sekarang. Orang tua saya sudah nyariin " Ucap Yasky membuat alasan.


Yasky pergi karena ia berpikir itu adalah masalah keluarga. Dan dia tidak berhak ikut campur.


Begitupun dengan Andra, dia juga pamit pulang. Dia ingin meminta penjelasan dari Yasky.


" Sekarang hanya ada kita, apa kamu tidak ingin memberitahuku apa yang terjadi? " Tanya Tipka.


Tipka menatap kearah orang tuanya secara bergantian. Ia melihat Ayahnya yang seperti sedang menahan amarah, sedangkan Bunda Tasya masih terus menangis.


" Tapki ayo katakan apa yang terjadi. Jika kamu terus diam, bagaimana aku bisa membantumu? " Tanya Tipka.

__ADS_1


__ADS_2