
Ruangan hitam. Warna dinding dan semua barang barang didalam ruangan itu serba hitam. Sepertinya ruangan ini memang cocok untuk pria yang seperti Henly.
Mereka berempat masuk kedalam kamar itu. Tanpa menunggu lama, mereka berpencar mencari sesuatu yang bisa menjadi petunjuk.
Ditengah tengah mencari, ponsel milik Tipka berdering.
" Ayah " Ucap Tipka memberitahu siapa yang menghubunginya.
" Angkat aja " Ucap Andra.
" Halo, Yah " Ucap Tipka setelah sudah tersambung.
" Halo, Tipka. Kalian ada dimana? " Tanya Ayah Hendra.
" Lagi diluar Yah " Jawab Tipka.
" Ayah ada dirumah. Sekarang kalian pulang " Ucap Ayah Hendra tegas.
" Ayah ada dirumah? " Tanya Tipka yang kurang percaya.
" Iya " Jawab Ayah Hendra.
" Emang mau ngapain Yah? " Tanya Tipka.
" Nanti malam kita akan pergi kerumah tuan Binaldy. Untuk makan malam " Jawab Ayah Hendra.
" Tapikan Bunda gak ada dirumah Yah " Ucap Tipka.
" Bunda udah dijalan " Ucap Ayah Hendra memberitahu.
" Ok, kalau gitu aku dan Tapki akan pulang sekarang " Ucap Tipka dan langsung mematikan sambungan.
__ADS_1
" Kak Andra " Teriak Tipka kesal.
" Apa? " Tanya Andra yang tidak tahu apa yang dibicarakan Ayah dan anak tadi.
" Kenapa gak bilang kalau nanti malam akan ada acara makan malam? " Tanya Tipka.
" Oh soal itu. Aku lupa " Jawab Andra santai.
" Nyebelin " Ucap Tipka kesal.
" Ayo kita pulang " Ajak Tipka.
Tipka ingin mengambil tasnya yang berada diatas kasur. Tapi, dengan tidak sengaja ia menjatuhkan ponsel yang ada ditangannya kelantai.
Tipka jongkok, untuk mengambil ponselnya. Tapi matanya menangkap sebuah koper yang ada dikolong tempat tidur.
" Ada koper " Ucap Tipka memberitahu.
" Mana? " Tanya Andra.
Andra menjongkok, melihat kerah yang ditunjuk Tipka.
" Bau minuman keras " Ucap Andra.
" Mending gak usah dibuka " Ucap Tapki.
" Kenapa? " Tanya Andra.
" Lupakan, ayo pulang " Ajak Tapki.
Mereka berempat pun keluar dari rumah besar itu. Sebelum pergi, Tipka mengunci rumah itu terlebih dahulu. Ia menggunakan kunci yang dia dapat tadi.
__ADS_1
***
Malam harinya, semua keluarga Anjana sudah pulang dari acara makan malam. Mereka berempat langsung masuk kekamar masing masing. Berganti baju dan naik ketempat tidur untuk masuk kealam mimpi.
***
" Lihatlah jika kalian mau " Ucap seorang pria
" Kenapa kau santai sekali? " Tanya seorang gadis.
" Jika kau menyentuh barang barang terlarang itu. Maka kau akan tamat. Sidik jarimu akan ada dibenda itu. Dan kau akan menjadi tersangka pengguna narkoba " Ucap pria tadi, laku dia tertawa terbahak bahak.
" Hey, jangan asal " bicara Ucap gadis lainnya.
" Aku tidak asal bicara, keponakan keponakanku tersayang " Ucap pria tadi yang ternyata adalah Henly.
" Jangan sok soan nakut nakuti kami dengan ancaman kosong " Ucap gadis pertama yang adalah Tipka.
" Pamanmu ini tidak bohong. Jika kau mau, maka sentuhlah seperti ini " Ucap paman Henly seraya meletakkan tangan Tipka kebarang tadi.
" Seperti ini, seperti ini, seperti ini " Ucap paman Henly seraya meletakkan tangan Tipka kesetiap sudut barang itu.
" Halo pak polisi " Paman Henly menelpon polisi.
...
" Datanglah kejalan xx. Ada seorang perempuan yang ketahuan menyimpan dan mengonsumi narkoba " Ucap paman Henly.
...
" Sama sama pak polisi " Ucap paman Henly mengakhiri sambungan telepon.
__ADS_1
" Persiapkanlah dirimu keponakanku tersayang. Jika kau mau menyalahkan nasibmu ini. Salahkan kepada Tuhan yang telah membuatmu lahir manjadi putri kedua " Ucap Henly.
" Sebentar lagi polisi akan datang. Kau akan mendekam dipenjara. Hahaha " Henly tertawa jahat.