
Istirahat
Tipka dan Tapki berjalan kekantin bersama sama. Tipka menyuruh Tapki untuk langsung duduk. Sedangkan Tipka yang akan membeli makanannya.
Saat sedang mengantri, Tipka bertemu dengan Sion.
" Hay Sion " Sapa Tipka.
" Hai " Balas Sion.
" Bagaimana dengan Mira, apa dia sudah bisa memutuskan? " Tanya Tipka.
" Belum, dia masih bingung " Jawab Sion.
" Baiklah, kamu harus selalu ada bersamanya. Semangati dia, apapun keputusannya akan aku terima lapang dada " Ucap Tipka.
" Aku diluan ya " Lanjut Tipka karena pesanannya sudah siap.
Selama ini, Tipka menyuruh Sion untuk selalu bersama Mira. Ia tahu itu adalah keputusan yang harus dipikirkan matang matang. Tipka memilih menjaga jarak dulu dari Mira, karena Tipka tak ingin Mira tertekan dan mengambil keputusan yang masih meragukan dirinya sendiri.
Setelah mengambil pesanannya, Tipka kembali ketempat Tapki berada.
Ditengah tengah makan, Andra dan teman temannya datang kemeja Tipka dan langsung duduk tanpa permisi.
" Bagaimana keadaan lo? " Tanya Yasky kepada Tapki.
" Udah mendingan " Jawab Tapki.
" Cie, kenak angin apa lo Yas. Perhatian banget kayaknya " Goda Rudy.
" Diam lo " Ucap Yasky.
__ADS_1
" Tip, tumben lo sama " Ucap Danu seraya menunjuk Tapki dengan dagunya.
" Emang kenapa? " Tanya Tipka balik.
" Gak biasa aja sih " Jawab Danu garuk garuk kepala.
" Kak Yasky bisa tolong jagain Tapki sebentar gak? " Tanya Tipka.
" Bisa, emang kenapa? " Tanya Yasky.
" Aku mau pergi sebentar " Jawab Tipka.
Tipka memberikan isyarat agar Andra mengikutinya.
" Gue ketoilet bentar " Ucap Andra yang langsung pergi.
Tipka dan Andra sudah berada ditaman.
" Ini adalah lukisan orang yang menculik Tapki " Ucap Tipka
" Dan aku tahu siapa dan kenapa orang itu mau menculik Tapki " Ucap Tipka.
" Orang yang memiliki goresan pisau diwajahnya? " Tanya Andra.
Tipka mengangguk.
" Siapa? " Tanya Andra.
" Namanya Henly, dia adalah saudara Ayah " Jawab Tipka.
" Serius? " Tanya Andra memastikan.
__ADS_1
" Iya, dan alasannya menurutku, karena Kakek memberikan semua warisannya kepada Ayah " Jawab Tipka.
" Dan kemungkinan besar dia adalah orang yang sama yang dikatakan Bibi " Ucap Tipka.
" Itu bisa saja " Balas Andra.
" Penyelidikan ini, akan kita lanjutkan satu bulan lagi " Ucap Tipka.
" Kenapa satu bulan? " Tanya Andra.
" Aku ingin mengajari Tapki bela diri. Dan lagian hari sabtu adalah hari yang menyibukkan " Jawab Tipka.
" Aku pergi sekarang, dan nanti Kakak baru nyusul " Titah Tipka.
" Iya " Balas Andra.
Tipka pergi dari taman menuju kekantin. Beberapa menit setelahnya, Andra datang dan kembali duduk disamping Tipka.
" Tapki, ayo kita masuk kekelas " Ajak Tipka yang melihat makanan Tapki sudah habis.
Tapki mengangguk. Ia juga merasa gak nyaman, karena ada Rudy dan Danu.
" Kakak Kakak semuanya, kami permisi kembalu kekelas " Pamit Tipka yang diangguki Andra dan Yasky.
" Cepat amat masuk kelasnya, masih ada lima menit lagi sebelum bel. Mending duduk duduk disini dulu " Ucap Rudy.
Tanpa membalas ucapan Rudy, Tipka langsung menarik tangan Tapki keluar dari kantin pergi kekelas.
Didalam kelas, Tipka menyuruh Tapki untuk belajar pelajaran yang akan diujiankan nanti. Sedangkan Tipka, dia memilih duduk ditempat duduknya. Tipka akan mengawasi Tapki dari tempatnya sekarang.
Ia tidak belajar, karena kemarin malam Tipka sudah belajar. Dan jika sekarang Tipka belajar lagi, baginya itu akan membuat bosan.
__ADS_1