
Acara dansa sudah selesai. Kini tiba saatnya acara puncak, yaitu potong kue.
Semua tamu bernyanyi, potongan pertama diberikan kepada Bunda Tasya dan sebaliknya. Bunda Tasya memberikan kue kepada Ayah Hendra. Potongan kedua untuk Tapki dan ketiga untuk Tipka.
Selesai acara, para tamu diberikan waktu untuk mengobrol atau mencicipi hidangan yang tersedia.
Ayah Hendra mengajak Tipka untuk menemui salah satu rekan bisnisnya. Tipka hanya menurut, karena dia sudah tahu Ayahnya akan membawanya menemui siapa
" Tipka, ikut Ayah. Ayah akan memperkenalkanmu dengan salah satu rekan bisnis Ayah " Ajak Ayah Hendra.
Tipka hanya tersenyum tanpa berkata apa apa.
Ayah Hendra membawa Tipka menemui rekan bisnisnya dan istrinya yang tidak lain adalah dokter Sindy.
" Selamat malam, dok " Sapa Tipka kepada dokter Sindy.
" Selamat malam, Tipka. Kamu baik baik saja kan? " Tanya dokter Sindy.
" Saya baik, dok. Ini semua karena perawatan yang dokter berikan " Jawab Tipka.
" Oh ya dok. Kenapa dokter bisa ada disini? " Tanya Tipka pura pura tidak tahu.
" Dokter bisa ada disini karena suami dokter adalah rekan bisnis Ayah kamu " Jawab dokter Sindy.
" Dokter kesini berdua saja? " Tanya Tipka.
" Tidak, dokter kesini bersama putra dokter " Jawab dokter Sindy.
" Lalu dimana putra dokter? " Tanya Tipka.
" Dia sedang menerima telepon, jadi keluar sebentar " Jawab dokter Sindy.
'Ah, berarti yang dikatakan Bunda benar dong. Aku bakalan dijodohkan sama anak dokter Sindy. Berarti laki laki yang berdansa denganku tadi adalah anak dari dokter Sindy. Buat penasaran aja' Batin Tipka.
" Tipka " Panggil dokter Sindy.
" I-iya, dok " Saut Tipka.
" Kamu mikirin apa? " Tanya dokter Sindy.
" Ti-tidak ada, dok " Jawab Tipka bohong disertai senyum palsunya.
Tipka memperhatikan Ayahnya yang sedang mengobrol dengan suami dokter Sindy. Tipka merasa sangat bosan sekarang. Ia memilih memainkan ponselnya. Tipka membuka aplikasi Whatstap. Ada pesan dari Sion dan Mira.
**Sion :
Tipka
Apa?
Kamu lagi dimana? Kok aku dengar nama kamu disebutkan ditelevisi? Diacara ulang tahun perusahaan tuan Anjana
Kamu tahu nama kepanjanganku?
tahu
Apa?
Tipka Nikila Anjana
Nama belakangku berasal dari keluarga. Aku berasal dari keluarga Anjana. Putri dari tuan Anjana
Tapi kenapa wajahnya beda?
Kamu akan tahu hari senin nanti. Tunggu saja.
Mira :
Tipka
__ADS_1
Tipka
Tipka
Tipka
Tipka
Tipka
Tipka
Tipka
Tipka
Tipka
Apa Mira Dilrani Rarja?
Apa apaan berita diTV itu. Kamu benaran putri dari tuan Anjana. Kenapa kamu gak bilang sama aku. Kamu gak percaya sama aku. Kamu tega bohongin aku
Jangan marah dulu. Aku bisa jelasin. Aku mohon, jangan marah sama aku. Aku akan jelasin hari senin. Aku punya alasan untuk menutupi identitasku
Baiklah, aku akan beri kamu waktu untuk menjelaskan semuanya
Tipka menutup ponselnya dan meletakkannya kedalam tasnya.
'Terbongkar sudah penyamaranku. Bagaimana aku bisa menghadapi semua orang disekolah. Ah, semuanya menjadi rumit. Belum lagi aku menyelesaikan perjodohan ini. Udah muncul masalah lain, sebel sebel' Batin Tipka.
Tipka yang masih melamun tidak menyadari ada orang yang duduk dihadapannya.
" Maaf, tadi aku menerima telepon sebentar " Ucap pemuda itu.
Ayah Hendra hanya tersenyum lalu beralih menatap Tipka yang sedang melamun dengan kepala menunduk.
Tapi, Tipka tidak menyaut.
" Tipka " Panggil Ayah Hendra seraya menepuk pelan pundak Tipka.
" Ya " Ucap Tipka tersadar seraya menatap Ayahnya.
Ayah Hendra tidak membalas. Dia hanya menunjuk pemuda dihadapan Tipka dengan dagunya.
Tipka melihat kearah yang ditunjukkan oleh Ayah Hendra.
Betapa terkejutnya dia melihat orang yang ada dihadapannya adalah orang yang dia kenal. Saking terkejutnya dia sampai membuka mulutnya lebar lebar.
'Tidak tidak. Ini tidak mungkin. Dia pasti bukan anak dokter Sindy. Pasti aku salah lihat. Aku salah lihat. Ya, ya aku salah lihat. Mana mungkin dia ada didepanku' Batin Tipka.
" Tipka kamu kenapa bengong? " Tanya Ayah Hendra.
" Ayah, aku gak salah lihatkan. Kayaknya mataku harus diperiksa " Bisik Tipka.
" Maksudnya? " Tanya Ayah Hendra bingung.
" Aku melihat yang didepan aku itu anak dari pemilik sekolah tempat aku belajar " Jawab Tipka.
" Memang benar, dia adalah anak dari tempat kamu sekolah " Ucap Ayah Hendra.
" Ha " lagi lagi Tipka terkejut dengan mulut terbuka lebar.
" Tutup mulutmu. Nanti ada nyamuk masuk " Ucap Ayah Hendra.
Tipka yang mendengar ucapan Ayah Hendra langsung menutup mulutnya.
" Ih, Ayah " Balas Tipka.
" Tipka, perkenalkan ini anak dokter. Namanya Andra " Ucap dokter Sindy.
__ADS_1
" Andra " Ucap Andra sambil mengulurkan tangannya.
" Tipka " Balas Tipka tanpa membalas uluran tangan Andra.
" Ulangi " Ucap Ayah Hendra.
" Ulangi apa, Yah? " Tanya Tipka.
" Kalau berkenalan itu salaman " Ucap Ayah Hendra.
" Ayah, gimana sih. Gimana mau kenalan, kalau aku aja udah kenal sama dia " Ucap Tipka berbisik.
" Emang kalian udah pernah kenalan? " Tanya Ayah Hendra.
Tipka diam. Karena mereka memang belum pernah berkenalan.
" Kalaupun kalian udah pernah kenalan, itu sebagai kakak dan adik kelas. Kalau ini sebagai calon pendamping hidup " Ucap Ayah Hendra.
" Terserah Ayah saja " Balas Tipka.
" Tipka " Ucap Tipka kepada Andra seraya membalas uluran tangan Andra yang belum ditarik Andra.
Dokter Sindy dan suaminya, tuan Binaldy hanya geleng geleng kepala melihat sikap Tipka.
" Bagaimana, apa kamu setuju? " Tanya Ayah Hendra.
" Gak " Jawab Tipka singkat.
" Kenapa? " Tanya Ayah Hendra.
" Aku kan sudah bilang sama Ayah. Aku butuh waktu untuk memutuskan " Ucap Tipka.
" Bukan memutuskan tapi pendekatan " Ucap Ayah Hendra membenarkan.
" Terserah, Ayah saja " Balas Tipka.
" Ayah akan beri kamu waktu satu bulan " Ucap Ayah Hendra.
" Ayah, satu bulan itu waktu yang sangat sedikit bagiku " Ujar Tipka tak terima.
" Kalau kamu tidak mau satu bulam, maka satu minggu " Ucap Ayah Hendra.
" Ayah menyebalkan " Balas Tipka.
" Hey sayang. Ayah tidak menyebalkan, tapi kamu yang tidak adil " Ucap Ayah Hendra.
" Tidak adil bagaimana? " Tanya Tipka bingung.
" Kamu menerima permintaan Bunda kamu dan permintaan Ayah kamu gak terima " Ucap Ayah Hendra.
" Ayah salah. Aku bukan menerima permintaan Bunda tapi aku menerima tantangan Bunda " Balas Tipka.
" Sama saja " Ucap Ayah Hendra.
" Bagaimana tuan Binaldy? " Tanya Ayah Hendra kepada tuan Binaldy.
" Saya setuju apapun keputusan putri anda " Jawab tuan Binaldy.
Tipka yang merasa Ayah Hendra dan Ayahnya Andra akan membicarakan tentang mereka berdua. Langsung berpikir bagaimana cara untuk pergi.
" Ayah, Om, dan dokter saya permisi untuk pergi " Ucap Tipka.
" Kemana? " Tanya Ayah Hendra.
" Kekamar, Yah. Tipka capek. Tipkakan gak biasa keacara kayak gini " Ucap Tipka memberi alasan.
" Ya sudah, kamu istirahat sana " Ucap Ayah Hendra.
Tipka segara pergi meninggalkan mereka berempat menuju kekamar hotel tempatnya tadi dirias.
__ADS_1