
Bunda Tasya dan Tipka sudah tiba dirumah keluarga Anjana. Ternyata, Tipka sudah ditunggu kedatangannya oleh Tapki.
Tipka yang berjalan dibantu oleh Bunda Tasya merasa sedikit terkejut dengan suara Tapki.
" Udah puas hilangnya " Ucap Tapki sinis.
Sedangkan Tipka, dia hanya menatap Tapki bingung.
" Enak banget ya kalau jadi lo. Hilang entah kemana, gue yang disalahin, gue yang dimarahi. Luka gara gara dia yang ceroboh, gue juga yang dimarahi. Apa apa salah gue. Ini itu salah gue. Lo kalau mau pergi entah kemana, izin dulu kek sama gue. Gara gara lo, gue dimarahi. Elo itu sumber masalah bagi gue. Gara gara lo sakit, gue dipaksa untuk jagain lo. Lo itu sangat menjengkelkan. Mending lo mati aja pas kecelakaan. Biar gak ngerepotin orang " Ucap Tapki dengan penuh kemarahan.
Setelah mengatakan kata kata pedas itu, Tapki segera pergi memasuki kamarnya.
" Udah, kamu jangan masuki dalam hati kata katanya. Tapki cuman lagi marah saja " Ucap Bunda Tasya yang mengerti perasaan Tipka.
" Gapapa kok, Bun. Tipka ngerti kok perasaan Tapki. Tipka gak mau lagi bikin Tapki repot. Jadi, Tipka gak mau Tapki menjadi pelindung Tipka. Tipka bisa kok jaga diri sendiri " Ucap Tipka.
" Baiklah kalau kamu memang mau seperti itu. Nanti Bunda akan bilang sama Ayah " Ucap Bunda Tasya.
" Jangan Bun, kalau nanti Bunda bilang ke Ayah. Pasti Ayah bakalan nyuruh bodyguardnya buat ngawasin Tipka. Dan nanti pasti Ayah bakalan langsung pulang. Tipka gak mau nanti kerjaan Ayah berantakan " Balas Tipka.
" Terserah kamulah, tapi ingat jika kamu terluka lagi. Bunda pastikan akan ada bodyguard didepan, belakang, kanan, dan kiri kamu " Ancam Bunda Tasya.
" Terserah Bunda ajalah. Dan aku mohon Bunda jangan katakan kepada Ayah tentang kejadian dikantin tadi. Kalau Bunda beritahu, Ayah pasti bakalan marah besar " Mohon Tipka.
" Kalau memang kamu mau itu, Bunda bakalan kabulkan " Balas Bunda Tasya.
" Thanks, Bun " Ucap Tipka.
Bunda Tasya membantu Tipka berjalan kekamarnya. Sampainya dikamar, Bunda Tasya membantu Tipka untuk berbaring ditempat tidur.
" Istirahat dan jangan pikirkan yang macam macam " Pesan Bunda Tasya seraya mencium kening Tipka.
" Good night, Bun " Ucap Tipka seraya mencium pipi Bunda Tasya.
" Good night, sayang " Balas Bunda Tasya.
Bunda Tasya keluar dari kamar Tipka sesudah mematikan lampu. Setelah itu, Bunda Tasya menuju kamar Tapki, yang berada disebelah kamar Tipka.
Bunda Tasya berjalan mendekati Tapki yang tertidur. Ia mencium kening Tapki lama.
" Selamat tidur sayang, mimpi indah. Maaf jika Bunda memarahimu tadi " Ucap Bunda Tasya.
*Flasback on
Tapki baru pulang kerumah. Ia melihat Bunda Tasya yang sedang bersantai diruang keluarga.
Bunda Tasya yang menyadari ada seseorang, segera mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
" Tapki " Gumam Bunda Tasya.
Tapki mendekati Bunda Tasya. Sedangkan Bunda Tasya, ia mencari cari keberadaan Tipka.
" Tapki, dimana Tipka? " Tanya Bunda Tasya.
" Kan tadi udah pulang diluan " Ucap Tapki.
" Tipka belum pulang dari tadi " Ujar Bunda Tasya.
" Tipka udah pulang sama supirnya " Balas Tapki.
" Belum, tadi Pak Dirga bilang kalau Tipka pulang sama kamu " Ucap Bunda Tasya.
" Kalau Tipka belum pulang, dia dimana? Mana bisa dia jalan jauh, sedangkan kakinya aja bengkak " Gumam Tapki.
Walaupun Tapki begumam pelan, Bunda Tasya masih bisa mendengar.
" Apa maksud perkataanmu, Tapki? " Tanya Bunda Tasya.
" I-itu, ta-tadi Ti-tipka " Ucap Tapki gugup dan terpotong oleh Bunda Tasya.
" Yang jelas bicaranya " Bentak Bunda Tasya.
" Ti-tipka, dikantin jatuh. Ta-tangan dan ka-kakinya bengkak kena kuah ba-bakso " Jawab Tapki takut.
" Ma-maaf, Bun. Ta-tadi dikantin aku sama te-teman. Dan Ti-tipka masih mesan makanannya " Jawab Tapki yang semakin ketakutan.
" Terus, gimana caranya kuah bakso itu bisa jatuh mengenai adikmu? " Tanya Bunda Tasya.
" Ta-tadi, Kak Vivi nyenggol Tipka pas Tipka masih megang mangkok " Jawab Tapki.
" Siapa Vivi? " Tanya Bunda Tasya.
" Dia kakak kelas. Waktu mos, Kak Vivi juga lempar batu kekepala Tipka. Dan hari ini Kak Vivi juga lembar batu, tapi langsung ditangkap Tipka " Jawab Tapki.
" Beraninya dia " Gumam Bunda Tasya yang amarahnya sudah memuncak.
" Sudah, sekarang kamu masuk kamar dan bersihkan tubuhmu " Ucap Bunda Tasya kepada Tapki.
Tapki mengangguk dan langsung pergi kekamarnya.
Flasback off*
***
Keesokan harinya
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Tipka segera mengolesi lukanya dengan salep yang diberikan oleh dokter Sindy.
Setelah itu, ia mencari cari ponselnya ingin melihat pemberitahuan dari sekolah. Seperti mengenai pembelajaran yang dia lewatkan. Kalau Tipka bertanya kepada Tapki, pastinya Tapki akan marah lagi.
" Ponsel, oh ponsel " Panggil Tipka seraya mencari cari ponselnya.
" Ponselku, dimana? " Tanya Tipka pada dirinya sendiri.
Tipka mengingat ingat dimana terakhir kali ia meletakkan ponselnya.
" Kemarin, ponselku habis baterai. Kalau baterainya habis, harus dicharger. Dari sekolah aku kerumah sakit. Ya, ya rumah sakit. Aku meninggalkan ponselku dirumah sakit " Gumam Tipka senang, karena akhirnya ia bisa mengngikat letak ponselnya.
" Tunggu dulu Tipka. Jangan senang dulu. Dari sini kerumah sakit memakan waktu yang cukup lama. Kalau kerumah sakit dulu, nanti telat kesekolah. Dan kalau kesekolah dulu, nanti ada info atau telpon aku gak tau. Ayo Tipka berpikirlah " Gumam Tipka seperti orang berpikir.
" Oh ya. Aku tau bagaimana caranya. Tinggal bilang ke Bunda untuk menelpon sekolah dan meminta izin untuk aku telat kesekolah. Kan siap. Gak rumit " Ucap Tipka tersenyum.
Dengan segera, Tipka mengambil tasnya dan langsung turun kebawah.
" Bunda " Panggil Tipka, ketika melihat Bundanya berjalan dari pintu utama.
" Tipka, kamu mau kesekolah? " Tanya Bunda Tasya.
" Iya Bun. Bunda Tipka boleh gak minta sesuatu sama Bunda? " Tanya Tipka.
" Apa? " Tanya Bunda Tasya balik.
" Bunda tolong minta izin sama sekolah untuk Tipka telat masuk " Jawab Tipka.
" Kamu mau kemana emang? " Tanya Bunda Tasya.
" Mau kerumah sakit " Jawab Tipka.
" Ngapain kerumah sakit? Apa lukanya masih sakit? " Tanya Bunda Tasya sedikit cemas.
" Bukan gitu, Bun. Tipka cuman mau ngambil ponsel Tipka yang ketinggalan, kemarin. Sekalian periksa luka luka ini " Jawab Tipka seraya menunjuk luka lukanya.
" Ooh, kalau begitu silahkan. Tapi ingat, hati hati dijalan " Ucap Bunda Tasya.
" Iya, Bun. Thanks, udah mau nolongin Tipka " Ujar Tipka seraya memeluk tubuh Bunda Tasya.
" Sama sama. Sekarang kamu sarapan dulu baru berangkat " Ucap Bunda Tasya.
" Tapki mana, Bun? " Tanya Tipka seraya melangkahkan kakinya kearah meja makan.
" Tapki udah berangkat kesekolah tadi " Jawab Bunda Tasya.
" Oh " Balas Tipka.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Tipka segera pergi kerumah sakit dengan diantar Pak Dirga.