
" Jawab dulu " Ucap Tipka.
" Aku akan mencari tahu apa penyebabmu menghindariku. Dan jika ada yang memaksamu menghindariku, aku akan menghukumnya " Jawab Andra.
Tipka terdiam, pikirannya ternyata benar. Tipka merasa bingung sekarang. Disisi lain, Tipka ingin membatalkan perjodoha. dan membuat Tapki merasa bahagia bersama dengan Andra dan disisi lain, Andra akan menghukum Tapki jika seandainya Andra tahu Tapki dan Vivilah yang menekannya.
" Sekarang katakan dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi " Titah Andra tegas.
" Tidak terjadi apa apa " Jawab Tipka menatap kesembarang arah.
" Jawab " Andra menaikkan nada bicaranya.
" Aku capek, mau pulang " Ucap Tipka tanpa melihat Andra.
" Kamu gak mau kasih tahu aku? " Tanya Andra dengan nada yang lembut.
" Bukan gitu " Jawab Tipka.
" Jadi apa? " Tanya Andra.
" Aku akan kasih tahu jika Kakak berjanji sesuatu " Ucap Tipka.
" Janji apa? " Tanya Andra.
" Kakak harus janji, Kakak gak akan marah jika mendengar hal ini. Dan Kakak juga gak boleh menghukum mereka " Jawab Tipka.
" Terserah kamu aja " Ucap Andra tidak sabar.
Saat Tipka ingin berbicara, pintu ruangannya diketuk seseorang dari luar.
Tok tok tok
__ADS_1
" Siapa? " Tanya Tipka.
" Ini Kakak " Jawab seseorang dari luar sana.
Tipka sudah mengenali suara itu. Itu adalah suara Ririn.
" Masuk aja, Kak " Ucap Tipka.
Ririn masuk kedalam.
" Tip, ini adalah pemasukan kita hari ini " Ucap Ririn seraya menyerahkan beberapa lembar kertas.
" Kenapa Kakak kasih hari ini Kakak kan bisa kasih satu bulan lagi? " Tanya Tipka.
" Mumpung kamu lagi disini " Jawab Ririn mencari alasan.
Seketika, mata Ririn terpaku saat melihat dua kotak dan layar komputer yang menunjukkan gambar anak gadis.
" Itu siapa? " Tanya Ririn seraya menunjuk layar laptop.
" Ini Kakakku, lebih tepatnya sepupu aku. Anak dari Kakak Mamaku " Jawab Tipka.
" Kamu manggil Mama? Setahu Kakak kamu manggilnya Bunda " Ucap Ririn.
" Mama sama Bunda itu beda orang " Ucap Tipka.
" Oh. Kalau diizinkan, boleh gak Kakak ketemu sama sepupu kamu? Soalnya Kakak sepupu kamu itu cantik banget " Tanya Ririn.
" Kalau dilihat lihat Kakak aku sama Kakak mirip " Celetuk Tipka.
" Tipka kamu berlebihan. Eum, boleh gak? " Tanya Ririn sekali lagi.
__ADS_1
" Maaf Kak, bukannya aku gak ngizinin. Tapi, aku gak tahu mereka ada dimana sekarang " Ucap Tipka menunduk karena sekarang air matanya sudah jatuh.
" Ma-maaf, Kakak gak bermaksud buat kamu sedih " Ucap Ririn merasa bersalah.
" Kakak gak salah, hanya saja aku sangat merindukannya. Aku berharap bisa bertemu lagi dengannya. Jika saja sekarang aku bisa melihatnya, mungkin dia sudah sebesar Kakak " Ucap Tipka seraya menghapus air matanya.
" Kalau kamu mau, kamu bisa anggap Kakak sebagai Kakakmu yang menghilang itu " Ucap Ririn.
" Kalau gitu, Kakak pergi dulu. Masih ada yang harus Kakak kerjakan " Pamit Ririn.
Setelah Ririn keluar, Andra langsung menagih jawaban atas pertanyaannya.
" Jawab " Tagih Andra.
" Saat aku masuk kelas tadi pagi, aku langsung membaca buku. Tiba tiba saja Tapki dan Kak Vivi datang memukul mejaku " Ucap Tipka lirih.
" Trus? " Tanya Andra.
" Mereka menyuruhku untuk menjauh darimu " Jawab Tipka.
" Apa? " Teriak Andra kaget.
Tipka menutup telinganya karena suara Andra yang mampu memekakan telinganya.
" Jadi kamu mau? " Tanya Andra penasaran.
" Aku harus jawab jujur? " Tanya Tipka balik.
" Iya, kamu harus jawab jujur " Jawab Andra.
" Oke, aku jawab jujur " Ucap Tipka.
__ADS_1