Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Extra part


__ADS_3

Henly menarik tangan Lili dan mendorong tubuh Hendra keluar. Setelah itu dia mengunci pintu gudang.


" Apa katamu tadi ha. Ingin membongkar semua kelakuanku. Bongkar saja. Kau akan bisa membongkarnya jika kau masih hidup " Ucap Henly.


Henly memukuli Lili dengan membabi buta.


" Bang dia itu adik kita " Ucap Lala.


" Dia bukan adikku. Aku hanya memiliki satu adik yaitu kau " Ucap Henly.


" Pegang dia " Ucap Henly kepada Lala. Lala mengikuti perkataan Henly, dia memegang tangan Lili.


Dengan tenaga yang tersisa, Lili menunjang tulang kering Lala.


" Aargh " Teriak Lala. Karena kesakitan, Lalla melepaskan tangan


Lili mengambil kesempatan itu untuk lari. Tapi belum sempat ia menyentuh kunci. Tangannya sudah ditarik oleh Henly.


" Berani sekali kau membuat adikku merasakan sakit. Rasakan ini " Ucap Henly yang menggores leher Lili.


Setelah itu, Henly kembali memukuli Lili. Tapi pemukulan itu terhenti karena suara dobrakan pintu. Dan mereka memilih melarikan diri dari jendela.


***

__ADS_1


Sedangkan diluar, Hendra yang merasakan akan terjadi sesuatu kepada Lili, mengedor ngedor pintu. Ingin meminta bantuan, tapi dari siapa? Tidak ada orang dirumah selain,,,


" Pak Sidal " Gumam Hendra.


Dengan berlari, Hendra pergi kepost satpam.


" Pak Sidal, tolong saya " Ucap Hendra.


" Tolong apa tuan? " Tanya pak Sidal yang adalah seorang satpam.


Bukannya menjawab, Hendra malah menarik tangan pak Sidal menuju gudang.


" Tolong saya pak, dobrak pintunya " Ucap Hendra memohon.


Setelah pintu berhasil dibuka, tidak ada siapa siapa kecuali Lili. Lili yang sedang terbaring dilantai dengan banyak luka lebam. Dan ada juga goresan pisau dilehernya.


" Lili " Ucap Hendra seraya berlari kearah Lili.


Hendra mau menggendong Lili untuk dibawa kerumah sakit, tapi Lili menggeleng. Memberikan isyarat untuk jangan menggendong dan membawanya kerumah sakit.


Karena Lili tidak ingin dibawa kerumah sakit, jadiHendra meletakkan kepala Lili dipangkuannya.


" Bang, mungkin sudah saatnya aku pergi " Ucap Lili.

__ADS_1


" Jangan katakan itu Li, kamu pasti selamat " Ucap Hendra yang tidak bisa menahan tangisannya.


" Jika aku meninggal sekarang, jangan bersedih terlalu lama ya bang " Ucap Lili sambil tersenyum.


" Jangan bicara begitu, jika kamu pergi abang akan kesepian. Tidak akan ada lagi putri kecil yang menganggu abang " Ucap Hendra masih menangis.


" Aku ingin semua kejahatan Abang Henly terbongkar. Dan dia mendapat hukumannya. Aku mau dia berubah " Ucap Lili.


" Abang janji, abang akan berusaha untuk membongkar kejahatannya " Ucap Hendra berjanji.


" Aku akan menunggu hari itu dari atas bang. Dihari itu, aku akan tersenyum bahagia " Ucap Lili.


" Jangan bicara begitu Li " Ucap Hendra.


" Jangan menangis bang " Ucap Lili seraya mengangkat tangannya dan menyeka buliran air yang mengalir dipipi Hendra.


" Apakah kamu tidak mau aku pergi dengan bahagia? " Tanya Lili pura pura cemberut.


" Jangan bicara dan berekspresi begitu Li. Nanti abang bisa mati karena merindukan eksperimu ini " Ucap Hendra yang tanpa bisa dicegah air matanya jatuh lagi.


" Jangan nangis bang, jika abang ingin aku bahagia diatas. Berikanlah senyuman termanis abang " Ucap Lili.


Hendra memaksakan bibirnya untuk tersenyum. Bibir yang masih bergetar, ia paksakan untuk tersenyum agar adiknya bahagia.

__ADS_1


" Setelah ini aku akan pergi dengan bahagia. Sampaikan salamku kepada semuanya " Setelah mengucapkan dua kalimat itu, Lili menghembuskan nafas terakhirnya.


__ADS_2