
" Apa kamu mengenal orang itu? " Tanya Tipka.
Tapki menggeleng.
" Apa kamu mengingat bagaimana wajahnya? " Tanya Tipka.
" Wa-wajahnya a-ada goresan pa-panjang " Jawab Tapki.
Tipka terdiam.
'Apakah orang itu adalah orang yang dikatakan Bibi? Jika memang itu benar, kenapa dia mau mencelakai aku dan Tapki? Apa masalahnya dengan keluarga ini?' Batin Tipka.
" Apa goresannya seperti goresan pisau? " Tanya Tipka.
Tapki mengangguk.
" Ayah, apa Ayah punya musuh? " Tanya Tipka seraya menatap mata Ayah Hendra.
" Ayah tidak memiliki musuh " Jawab Ayah Hendra.
" Bunda? " Tanya Tipka mengalihkan pandangannya menatap Bunda Tasya.
" Bunda juga tidak ada, nak " Jawab Bunda Tasya masih terisak.
Tipka menghembuskan nafasnya kasar.
" Tapki, sebaiknya kamu istirahat sekarang " Saran Tipka.
" A-aku takut " Ucap Tapki.
" Aku akan menemanimu " Ucap Tipka.
Tapki mengangguk pelan.
__ADS_1
Tapki dan Tipka berjalan bersama sama memasuki kamar Tapki.
Setelah Tapki selesai ganti baju, ia langsung naik keatas tempat tidur.
" Jangan tinggalkan aku " Ucap Tapki sebelum menutup matanya.
" Aku gak akan ninggalin kamu. Aku akan jagain kamu " Ucap Tipka meyakinkan.
Hanya dalam hitungan menit, Tapki sudah tidur nyenyak.
Tipka beranjak dari tempat duduknya menuju lemari Tapki.
Ia mengambil salah satu pakaian Tapki yang agak tertutup. Setelah itu, Tipka mengganti bajunya.
Tipka duduk disofa yang ada dikamar Tapki. Ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Andra.
" Halo " Ucap seorang wanita.
" Halo, Taca " Ucap Tipka yang mengenali suara dokter Sindy.
" Andranya lagi dikamar, tunggu Tante panggilin dulu " Jawab dokter Sindy.
" Halo " Ucap Andra.
" Halo, Kak. Kakak sudah tahu apa yang terjadi dengan Tapki? " Tanya Tipka.
" Iya, Kakak sudah tahu. Yasky sudah cerita semuanya sama Kakak " Jawab Andra.
" Sekarang pastikan tidak ada orang disekitar Kakak. Aku mau kasih tahu sesuatu yang penting " Titah Tipka.
Andra menurut, Ia sediki menjauh dari dokter Sindy.
" Sudah " Ucap Andra.
__ADS_1
" Kakak tahu siapa yang menculik Tapki? " Tanya Tipka.
" Tidak, Yasky tidak mengetahui siapa orang yang menculik Tapki " Jawab Andra.
" Tapki bilang diwajah orang yang menculiknya ada goresan panjang seperti goresan pisau " Ucap Tipka yang membuat Andra terkejut.
" Apa? " Teriak Andra terkejut.
" Aku rasa, kita semakin dekat dengan orang itu " Ucap Tipka.
" Sebaiknya, sekarang kita tidak memikirkan itu dulu. Sekarang kita harus fokus kesekolah " Ucap Andra.
" Mungkin itu yang terbaik, kalau gitu aku tutup telponnya ya " Ucap Tipka.
" Iya " Balas Andra.
Setelah menutup sambungan telepon, Tipka duduk sambil memainkan ponselnya. Dia memainkan ponsel sampai tertidur.
***
Tipka terbangun dari tidurnya. Ia melirik jam didinding yang sudah menunjukkan pukul 16.00. Setelah itu ia melirik ketempat tidur yang masih ada Tapki diatasnya.
Tipka pergi keluar kamar menuju kamar miliknya. Ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Selesai mandi, Tipka langsung memakai pakaian dan keluar kamar menuju kamar Tapki.
Tipka membuka pintu kamar, dan langsung melangkah menuju ketempat tidur.
" Tapki " Ucap Tipka berusaha membangunkan Tapki yang masih terlelap seraya menepuk pelan pipi Tapki.
Dengan perlahan, Tapki mulai membuka matanya.
" Sekarang udah sore, kamu harus mandi " Ucap Tipka.
" Kamu tenang aja, aku akan nungguin kamu disini " Lanjut Tipka yang tahu kalau Tapki masih takut.
__ADS_1
Tapki mengangguk, lalu masuk kedalam kamar mandi.
Tipka beranjak dari tempat duduknya dan menyiapkan pakaian Tapki, lalu kembali duduk kesofa.