
Tiga hari kemudian
Tipka sudah keluar dari rumah sakit. Hari ini dia akan kembali keaktivitas biasanya.
Diruang makan
Semua anggota keluarga Anjana sudah duduk dikursi makan.
Mereka semua makan dalam keheningan. Setelah selesai makan, Tapki langsung pamit untuk pergi kesekolah.
" Yah, Bun, Tapki pergi sekarang " Ucap Tapki seraya mencium punggung tangan Ayah Hendra dan Bunda Tasya.
" Hati hati, sayang " Ucap Bunda Tasya.
" Ayah " Panggil Tipka setelah Tapki hilang dari pandangannya.
" Apa, nak? " Tanya Ayah Hendra.
" Tipka pulang terlambat. Boleh Yah? " Tanya Tipka.
" Emang kamu mau kemana? " Tanya Ayah Hendra
" Tipka mau menghirup udara segar diluar, boleh Yah? " Tanya Tipka meminta izin.
" Hmm " Ayah Hendra tampak sedang berpikir.
" Tipka bakalan pergi sama kak Andra, Ayah tenang saja " Ucap Tipka.
" Oke, tapi kamu janji ya, harus pergi dengan nak Andra dan jangan pernah jauh jauh dari nak Andra " Ucap Ayah Hendra.
" Siap, bos " Ucap Tipka.
__ADS_1
" Kalau gitu, Ayah, Bunda, Tipka pamit pergi sekarang " Pamit Tipkaq seraya mencium punggung tangan Ayah dan Bundanya.
" Hati hati, sayang " Ucap Bunda Tasya.
" Bye Bun, Bye Yah " Ucap Tipka seraya melambaikan tangan.
Tipka keluar dari rumah, masuk kedalam mobil putih miliknya.
Didalam mobil
Tipka menatap kertas yang diberikan dokter Sindy kepadanya.
'Bibi, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Mungkin saja aku juga akan bertemu dengan Papa dan Mama. Apa reaksi kalian, jika kalian tahu aku adalah Lisy putri kecil kalian. Aku harap kalian akan senang bertemu denganku dan kalian mau mengatakan sebenarnya kepadaku. Apapun kebenarannya aku adalah putri kalian' Batin Tipka.
Tanpa Tipka sadari, air bening sudah lolos dari pelupuk matanya.
" Non " Panggil Pak Dirga.
" Non Tipka, kenapa menangis? " Tanya pak Dirga.
" Saya tidak menangis Pak, mata saya cuman kelilipan " Jawab Tipka berbohong.
" Kita sudah sampai, non " Ucap Pak Dirga.
" Sudah sampai ya, Pak " Ucap Tipka yang baru sadar.
" Kalau gitu, saya turun dulu ya Pak " Pamit Tipka.
" Iya non " Balas Pak Dirga.
Tipka turun dari mobil dan masuk kedalam sekolah.
__ADS_1
Tipka berjalan menuju kelas 10-A. Setelah meletakkan tasnya diatas kursi, Tipka berniat bergabung dengan teman temannya. Tapi sebelum itu terjadi, ada seseorang yang memanggil namanya.
" Tipka " Panggil seseorang.
Tipka yang sudah hafal suara orang itu, yang adalah suara Andra, langsung berbalik kearah pintu.
" Apa? " Tanya Tipka dingin.
Bukan tanpa alasan Tipka bersikap dingin kepada Andra. Ia memiliki alasan tersendiri. Tipka tidak ingin semua orang atau yang lebih tepatnya lagi para perempuan iri kepadanya karena ia dekat dengan anak pemilik sekolah. Apalagi jika dia bersikap manis kepada Andra, itu akan membuat semua orang kebingungan.
" Kamu kok jadi dingin? " Tanya Andra balik.
Bukannya menjawab, Tipka malah mengetik pesan ke Andra.
Andra
Kakak tampan, ini itu disekolah. Kalau aku dan kakak tampan dekat disini, maka kita akan menjadi pusat perhatian.
Aku gak peduli. Kamu harus ingat janji kamu sama Om Hendra. Katanya kamu tipe orang yang nepati janji. Buktikan dong.
Ok, aku bakalan nepatin janji.
Setelah itu Tipka meletakkan ponselnya kedalam saku.
" Mau ngapain? " Tanya Tipka.
" Aku mau ngajak kamu kelapangan " Jawab Andra.
" Hufs, ayo " Ajak Tipka.
Tipka dan Andra pergi bersama menuju lapangan untuk melakukan upacara bendera.
__ADS_1