Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 15


__ADS_3

" Tidak perlu meminta maaf, kak. Aku tidak menyalahkan kakak. Karena kakak tidak salah sama aku. Dan ya, kakak jangan panggil non. Tapi panggil saja Tipka, ok " Ucap Tipka.


" Tapi, non " Ucap perias itu terpotong oleh Tipka.


" Tidak ada tapi, tapi. Aku tidak suka dipanggil nona. Panggil saja aku nona dihadapan orang tua aku. Dan jika tidak ada maka panggil aku Tipka. Dan ya, kakak berdua mau jadi temanku? " Tanya Tipka.


" Kami merasa tidak pantas " Ucap perias satu.


" Kenapa tidak pantas? " Tanya Tipka.


" Nona, maksudku Tipka. Kamu adalah anak dari seorang yang sukses dan sangat kaya. Sedangkan kami hanya perias biasa " Jawab perias dua.


" Kakak, kekayaan itu tidak membedakan seseorang. Aku ingin berteman dengan kakak berdua sebagai orang biasa. Aku berteman tidak memandang kekayaan atau derajat. Tapi aku memandang hati yang tulus " Ucap Tipka.


" Kakak mau ya jadi teman aku " Ucap Tipka.


Perias itu saling tatap lalu menggangguk secara bersamaan.


Tipka tersenyum bahagia.


Pintu kamar Tapki terbuka. Tapki keluar dari kamar dengan pakaian minim dan make up yang agak tebal. Tapki berjalan mendekati mereka berlima.


" Sekelompok orang miskin berkumpul itu sangat cocok. Katanya anak tuan Hendra Frian Anjana. Tapi pakaiannya sangat kampungan, cocoknya jadi anak pelayan " Ucap Tapki menyindir Tipka yang memakai gaun berwarna merah muda dibawah lutut dan berlengan pendek, riasan yang natural, ujung rambut yang dijalin dan diikat menjadi satu.


Walau perkataan Tapki cukup menusuk kehati, tapi Tipka tetap tegar menghadapi sikap Tapki.


Tapki berjalan pergi meninggalkan mereka menuju keruangan pesta diadakan.


" Kakak kakak semuanya, jangan diambil hati omongan Tapki. Dan aku minta maaf atas perkataan Tapki. Aku meminta maaf mewakili nama Tapki " Ucap Tipka yang takut empat perias itu tersinggung dengan kata kata Tapku.


" Gak apa apa kok, Tipka " Ucap Ririn.


" Kalau gitu kamu pergi keruang pesta. Ntar telat loh " Lanjut Ririn.


" Aku pergi dulu ya kakak kakak, bye " Pamit Tipka seraya melambaikan tangannya.

__ADS_1


" Bye " Balas mereka berempat dengan melambaikan tangan.


Tipka masuk kedalam ruangan pesta. Semua mata tertuju kepadanya. Tipka hanya menunduk, ia merasa risih dengan semua tatapan dari mereka. Tipka berjalan agak cepat karena meras risih dengan semua tatapan itu. Tapi karena tidak seimbang Tipka hampir jatuh. Dan ini juga pertama kalinya Tipka memakai heels setelah bertahun tahun.


Tubuh Tipka hampir jatuh jika saja seorang pemuda tidak menangkap tubuhnya.


Wajah pemuda itu sangat familiar baginya. Tipka langsung bangun dan pergi meninggalkan pria itu tanpa mengatakan sepatah katapun.


Sesampainya dipanggung, Tipka segera duduk dikursi yang sudah disediakan untuknya. Sedangakan Ayah Hendra, Bunda Tasya, dan Tapki sedang berbincang bincang dengan para tamu.


Tipka duduk sambil memainkan ponselnya. Ia merasa tidak nyaman karena sedari tadi banyak yang memperhatikannya.


'Kenapa aku dilihatin terus sih. Aku salah apa coba. Mata mereka gak bisa apa nengok yang lain selain aku. Tuh, disana ada Tapki. Tengok Tapki aja napa sih' Batin Tipka.


Tipka melirik jam ditangannya. 5 menit lagi acara akan dimulai. Tipka sangat ingin, acara ini cepat cepat selesai. Karena ini sangat membosankan bagi Tipka.


Ayah Hendra, Bunda Tasya, dan Tapki sudah naik kepanggung dan duduk dikursi masing masing, kecuali Ayah Hendra. Ayah Hendra berjalan menuju podium.


" Selamat malam bapak ibu, yang sudah hadir diacara ulang tahun perusahaan Anjana group. Mari kita panjatkan puji dan syukur, karena kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dimalam hari ini.


Saya Hendra Frian Anjana sangat berterima kasih, karena bapak ibu sekalian, sudah mau meluangkan waktunya untuk hadir diacara ini.Saya juga ingin memperkenalkan salah satu putri saya yang sangat jarang dilihat oleh publik. Inilah dia Tipka Nikila Anjana " Ucap Ayah Hendra.


" Ini dia putri saya, yang sangat jarang menghadiri acara seperti ini. Dan hari ini dia hadir atas permintaan saya. Tipka kamu mau berbicara sesuatu? " Tanya Ayah Hendra.


Tipka menggeleng.


Ayah Hendra hanya tersenyum melihat putrinya yang masih enggan berbicara didepan orang banyak.


" Sekian dari Kata sambutan saya. Jika ada kata kata yang kurang berkenan. Saya minta maaf. Saya akhiri selamat malam dan terima kasih " Ucap Ayah Hendra mengakhiri pidatonya.


Ayah Hendra turun dari podium dan berjalan menuju kursinya bersama Tipka.


" Terimakasih tuan Anjana atas kata sambutannya. Sekarang kita lanjutkan dengan acara tari dansa. Saya persilahkan siapapun yanh mau berdansa untuk pergi kelantai dansa " Ucap seorang MC.


Ayah Hendra dan Bunda Tasya pergi kelantai dansa. Dan Tapki juga berdansa dengan seseorang yang Tipka tidak kenal. Semua orang terlihat sangat menikmati pesta, tapi tidak dengan Tipka. Dia hanya duduk sambil mendengarkan lagu dari ponselnya menggunakan headsead.

__ADS_1


Tipka terlalu fokus dengan lagunya sehingga dia tidak menyadari ada seorang wanita berdiri didepannya.


" Selamat malam nona Tipka " Ucap wanita itu yang merupakan salah satu pelayan.


Tipka masih terhanyut dalam dunianya.


Pelayan tadi menepuk pelan pundak Tipka. Seketika Tipka langsung tersadar.


" Ada apa? " Tanya Tipka.


" Permisi nona, Tuan besar memanggil anda kelantai dansa " Ucap pelayan.


Pelayan wanita itu diperintahkan oleh Ayah Hendra untuk memanggil Tipka kelantai dansa.


" Untuk apa? " Tanya Tipka lagi.


" Saya tidak tahu nona " Jawab pelayan jujur.


" Baiklah, kamu boleh pergi " Ucap Tipka.


Pelayan wanita tadi pergi meninggalkan Tipka.


Tipka berjalan menuju lantai dansa. Ia sedikit bingung karena semua orang memakai topeng. Ia tidak tahu yang mana Ayahnya.


Belum sempat ia menemukan Ayahnya. Tangannya sudah ditarik oleh seseorang. Tipka yang terkejut ingin memukul orang itu. Tapi dengan cepat orang itu menangkis serangan Tipka dan berbisik.


" Jangan coba coba memukulku. Ayahmu menyuruhmu kesini untuk berdansa denganku " Bisik orang itu.


Tipka seperti mengenali suaru itu tapi dia tidak ingat pemilik suara itu.


'Aku seperti mengenali suaranya. Tapi dimana dan kapan. Apa mungkin laki laki ini adalah orang yang akan dijodohkan dengaku' Batin Tipka.


Tipka memperhatikan laki laki itu dari atas sampai bawah. Dari ujung kaki sampai ujung rambut.


'Penampilannya sih ok, tapi sikapnya baik atau gak ya' Batin Tipka.

__ADS_1


" Kau mau berdansa atau menatapku? " Tanya laki laki itu yang membuat Tipka tersadar.


Tipka menurut. Ia berdansa dengan seorang lelaki yang dia tidak tau siapa namanya. Tapi apa boleh buat, dia sudah berjanji akan mencoba untuk dekat dengan orang yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.


__ADS_2