
Sesampainya dirumah, mereka berempat langsung pergi, masuk kegudang yang berada disisi kanan rumah.
" Uhuk uhuk " Mereka terbatuk karena banyak debu diruangan itu.
5 menit kemudian.
Andra sudah menemukan apa yang mereka cari.
Lembaran lembaran kertas yang disatukan membentuk buku, atau yang bisa dibilang kliping.
" Ketemu " Ucap Andra yang menghentikan aktifitas Tapki, Tipka, dan Yasky.
Mereka bertiga mendekat kepada Andra. Andra memberikan kliping itu kepada Tipka.
Tipka membalik balikkan kertas demi kertas. Mencari apa yang ingin ia ketahui.
Ketemu! Tipka mengoyakkan kertas itu dan menunjukkan kepada Andra, Yasky, dan Tapki.
" Ini " Ucap Tipka memamerkan isi lembaran itu.
" Kita kesana sekarang? " Tanya Andra.
" Ya " Jawab Tipka.
Tipka masih ditempat saat ketiga orang itu sudah berjalan mau keluar.
" Tunggu " Cegah Tipka.
" Ada apa? " Tanya Tapki.
__ADS_1
" Kayaknya aku pernah lihat alamat ini dikertas lain " Jawab Tipka.
" Mungkin hanya hayalan kamu aja kali " Ucap Tapki.
" Tidak. Aku pernah lihat ini " Ucap Tipka.
Tipka mencoba mengingat ingat dimana dia pernah melihat alamat ini.
" Ruang kerja Ayah " Gumam Tipka.
" Ada apa dengan ruang kerja Ayah? " Tanya Tapki.
" Aku pernah lihat alamat ini disalah satu berkas yang ada diruang kerja Ayah. Kalau gak salah itu surat kepemilikan " Jawab Tipka.
" Jangan bercanda. Ayah aja gak bolehin kita masuk ruang kerjanya. Gimana kamu mau nengok? " Tanya Tapki tidak percaya.
" Kamu ini aneh banget sih. Tahu gak dulukan aku gak tahu letak letak ruangan dirumah ini. Saat kita lagi main petak umpet. Aku masuk kesalah satu ruangan yang ternyata adalah ruang kerja Ayah. Aku tengok ada berkas itu diatas meja Ayah. Dan karna aku kepo, ya kubukalah " Jelas Tipka.
" Udah, kita pergi aja sekarang " Ucap Tipka menyudahi.
***
Tibalah mereka didepan sebuah rumah yang tampak megah.
Keadaan rumah itu beda dengan perkiraan mereka.
Mereka pikir, rumah itu akan dijaga ketat. Tapi nyatanya rumah ini tampak sepi. Seperti tidak ada penghuni.
Pintu depannya pun dikunci dengan gembok. Andra mengambil batu besar yang ada didekat pot dihalaman rumah itu. Lalu, memukul mukul gembok itu menggunakan batu tadi.
__ADS_1
Berhasil! Gemboknya telah terbuka.
" Ayo " Ajak Andra yang melangkah paling depan.
" Rumah ini, sangat berdebu " Gumam Tapki yang sudah menyentuh sofa diruangan itu.
" Itu ada foto keluarga " Ucap Tipka seraya menunjuk foto besar yang ada didinding sekitar tempat mereka berada.
" Ini foto keluarga Ayah ya? " Tanya Tipka seraya berjalan mendekati foto itu. Ia pernah melihat foto Ayahnya sebelum menikah, di kamar kedua orang tuanya.
" Iya " Jawab Tapki.
Tipka mendorong sebuah meja yang ada disekitar itu. Menuju tepat dibawah foto.
" Kak Andra, kak Yasky tolong ambilin fotonya " Pinta Tipka.
" Untuk apa? " Tanya Yasky.
" Entah kenapa, aku rasa ada sesuatu difoto itu " Jawab Tipka.
" Fotonya kelihatan agak menonjol dibagian tengahnya. Perhatikan baik baik. Aku rasa, ada sesuatu disitu " Ucap Tipka.
Mereka bertiga memperhatikan foto itu baik baik.
" Iya ya, ditengahnya memang tampak menonjol " Ucap Tapki seperti orang polos.
Tanpa bicara lagi, Andra dan Yasky langsung naik keatas meja dan mengambil foto yang berukuran lumayan besar itu.
Lalu mereka meletakkan foto itu diatas meja. Dengan cepat, Tipka melepaskan bagian belakang bingkai foto. Ia menemukan sebuah buku. Yang ukurannya lumayan kecil. Seperti buku diary.
__ADS_1
" Ini kan buku diary " Gumam Tipka.