Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 44


__ADS_3

Sampainya didalam kamar, Tipka langsung meletakkan tas dan sepatunya. Lalu mengganti dressnya menjadi piama.


Setelah itu, Tipka langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur


'Kenapa jadi rumit begini? Disaat aku sudah mulai menerima perjodohan ini. Kenapa Tapki malah mengatakan aku merebut semua yang dia inginkan? Aku merasa menjadi penghalang antara Tapki dan kebahagiannya. Apa iya, Tapki suka sama Kak Andra? Kalau iya, gimana dong? Disaat aku melihat Kak Andra sama Vivi diruang osis, jujur aku kesal. Tapi, aku gak tahu apa artinya. Aku gak tahu bagaimana perasaanku kepada Kak Andra? Apa aku harus membatalkan perjodohan ini demi Tapki? Tapi aku udah bilang iya sama Ayah' Batin Tipka bimbang.


Karena terlalu letih dan banyak pikiran, akhirnya Tipka tertidur.


***


Keesokan paginya


Tipka pergi kesekolah pagi pagi sekali. Ia ingin meluruskan semua permasalahannya dengan Mira. Bagaimana pun, Tipka sudah berjanji untuk tidak lari dari masalah.


Tipka sudah mengirim pesan kepada Mira untuk datang kesekolah lebih awal.


Tidak berapa lama, Tipka sudah tiba disekolah. Ia langsung pergi ketaman untuk menunggu Mira sekalian menghirup udara segar.


" Yang kita lihat dan kita dengar belum sepenuhnya benar " Satu kalimat yang sekarang ada dibenak Tipka.


Dalam beberapa menit, Mira sudah berada ditaman. Mira berdiri dibelakang Tapki yang sedang berdiri sambil merentangkan tangannya menikmati udara segar.

__ADS_1


" Tipka " Panggil Mira lembut.


Tipka langsung berbalik menghadap Mira. Tapi, ia tidak menatap Mira. Melainkan menatap langit.


" Kamu tahu apa salahmu? " Tanya Tipka.


" Iya, aku tahu. Sion udah cerita semuanya sama aku " Jawab Mira.


" Kalau kamu mau menjelaskan, aku beri kamu waktu sekarang " Ucap Tipka.


" Sebenarnya, aku ingin berteman dengan kamu, karena dipaksa sama pacar aku. Dia bilang dia penasaran dengan kepribadian kamu yang dingin. Saat itu aku terima terima aja, karena aku juga penasaran dengan kepribadian kamu. Tapi saat kamu mengatakan tentang kepercayaan. Aku sempat ragu. Aku menjadi tidak tega membohongimu. Pacar juga saat itu mendengar percakapan kita. Hal itu membuatnya marah, karena aku masih tidak menjawab pertanyaanmu. Itu sebabnya dia menelponku dan mengancamku. Dan dengan terpaksa aku menerima tawaran pertemananmu. Tapi, seiring berjalannya waktu. Aku menjadi tulus berteman dengan kamu. Karena kamu juga tulus berteman denganku " Jelas Mira jujur.


" Siapa nama pacar kamu? " Tanya Tipka.


" Skandy " Jawab Mira.


" Skandy? " Tanya Tipka tidak percaya.


" I-iya " Jawab Mira.


" Kamu mau aku maafkan? " Tanya Tipka yang langsung dijawab anggukan dengan cepat oleh Mira.

__ADS_1


" Dari mana kamu kenal Skandy? " Tanya Tipka.


" I-itu " Mira berkata terbata bata.


" Kenapa, kamu gak bisa jawab? " Tanya Tipka.


"Maaf Tipka, tapi aku dilarang memberitahu hal itu sama kamu " Ucap Mira menunduk.


" Hufs, kamu tahu gak Mira, Skandy itu adalah cowok populer saat aku masih SD dulu. Dia selalu ngejar ngejar aku. Sampai sampai aku mau dilenyapkan karena dipikir merebut Skandy dari dia " Ucap Tipka mencoba bernegosiasi.


" Kalau kamu gak mau cerita sama aku, itu terserah kamu " Lanjut Tipka yang sudah beranjak dari tempatnya ingin pergi.


" Tunggu Tipka " Ucap Mira menghentikan Tipka.


Tipka berhenti sambil menatap Mira dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


" Aku akan katakan kapan kami bertemu " Ucap Mira.


Tipka kembali ketempatnya tidak jadi pergi.


" Katakan " Ucap Tipka.

__ADS_1


__ADS_2