
2 bulan sudah berlalu setelah Tapki dan Yasky jadian. Mereka juga sudah libur semester.
Dalam dua bulan ini, Tipka selalu mendapat bunga dan pesan misterius. Setiap hari pasti akan selalu ada seseorang yang memberikan sebuket bunga dan secarik kertas yang hanya bertuliskan I LOVE YOU TIPKA. Orang yang memberikannya pun berbeda beda. Dan dia juga mendapatkan pesan dari nomor yang tidak diketahuinya. Pesan itu juga bertuliskan I LOVE YOU TIPKA. Walau sudah memblock nomor itu, tapi sipemilik nomor mengganti nomornya terus. Sampai akhirnya, Tipka memutuskan mengganti nomornya. Dan yang mengetahui nomornya hanya Ayah Hendra, Bunda Tasya, Tapki, Andra, dan Yasky.
Sekarang, mereka berempat sedang berada disalon didalam ruangan Tipka.
" Tipka kenapa tiba tiba kamu mengganti nomormu? " Tanya Andra.
" I-itu " Tipka tidak tahu harus menjawab apa.
" Kak Andra gak tahu apa. Setiap hari, Tipka selalu mendapat bunga dan pesan dari pengagum rahasianya. Walau sudah diblock, tapi sipengagum gak nyerah. Dia mengganti nomornya dan mengirim pesan itu. Begitu seterusnya " Ucap Tapki yang langsung main nyosor.
" Emang kamu gak tanya, siapa dia? " Tanya Andra yang mulai cemburu.
" Udah sih, tapi " Jawab Tipka menggantung.
" Tapi dia jawabnya I Love You Tipka " Ucap Tapki melanjutkan perkataan Tipka.
" Ih, Tapki. Kamu kenapa main nyelonong sih. Biar aku yang jawab " Ucap Tipka.
" Kamu jawabnya kelamaan " Ucap Tapki.
" Jadi, apakah sekarang dia masih ngirim pesan? " Tanya Andra.
" Sekarang sih be " Belum sempat Tipka menyelesaikan kalimatnya, sebuah pesan masuk keponselnya.
" Bentar " Ucap Tipka.
Tipka membuka ponselnya dan membaca. Ia terkejut melihat pesan itu.
'Darimana dia tahu nomorku? Aku hanya memberitahu nomor ini kepada Ayah, Bunda, dan mereka bertiga' Batin Tipka bingung.
__ADS_1
Tapki yang penasaran, langsung merampas ponsel Tipka.
" Lihat ini " Ucap Tapki seraya memamerkan pesan itu kepada Andra dan Yasky.
" Sebenarnya dia ini siapa sih? " Tanya Andra kesal.
" Cie, cemburu " Goda Tapki.
" Shtt, disaat begini jangan bercanda " Tegur Yasky.
" Ya maaf " Ucap Tapki cemberut.
" Coba sini " Andra merampas ponsel Tipka dari tangan Tapki.
Andra berusaha untuk melacak tempat pengguna nomor.
" Dapat " Gumam Andra pelan.
" Apanya dapat? " Tanya Tapki.
" Emang bisa? " Tanya Tapki kurang percaya.
" Bisalah " Jawab Yasky.
" Gini gini Andra udah kerja. Dia bantu bantu bapaknya diperusahaan " Ucap Yasky memuji Andra.
" Eh, titiknya hilang " Ucap Andra.
Yasky pun langsung melihat keponsel diikuti dengan Tapki yang penasaran.
" Jadi gimana dong, Dra? " Tanya Yasky.
__ADS_1
" Tenang aja, gue masih ingat lokasinya " Jawab Andra dengan yakin.
" Ayo kita pergi " Ajak Andra.
Mereka bertiga sudah berdiri dari kursi, tapi Tipka masih duduk dengan menatap kosong kedepan.
" Tipka " Panggil Andra.
Tapi yang dipanggil hanya diam.
" Tipka " Teriak Tapki.
Hasilnya masih sama, Tipka masih diam.
Andra berjalan mendekati Tipka dan memegang bahunya.
" Eh, ada apa? " Tanya Tipka yang baru kembali kealam sadar.
" Dari tadi kamu melamun? " Tanya Tapki.
" Emm, itu " Tipka tidak tahu harus berkata apa.
" Ayo kita pergi " Ajak Andra.
" Kemana? " Tanya Tipka yang memang tidak tahu.
" Kan betul dia melamun " Ucap Tapki.
" Mencari orang yang telah menerormu " Jawab Andra.
" Aku gak yakin bisa menemukannya " Ucap Tipka.
__ADS_1
" Serahkan kepadaku " Ucap Andra.
Setelah itu mereka keluar dari ruangan dan masuk kedalam mobil milik Andra.