
Tipka mengambil botol berbentuk love yang ditunjukkan Andra. Dengan segera dia mengeluarkan kunci yang ada didalam botol itu. Kuncinya juga terdapat sebuah pita kecil berwarna pink.
" Dapat " Gumam Tipka senang.
" Tipka " Panggil Andra.
" Hmmm " Balas Tipka.
" Bagaiman kunci itu bisa ada didalam botol? " Tanya Andra.
" Ini kunciku. Papa memberikan satu kunci untukku. Karena Papa dan Mama sering pergi kerja pagi sampai malam. Jadi kalau misalnya aku selesai main, Papa dan Mama belum pulang. Aku masuk pakai kunci ini " Jelas Tipka.
" Yuk, masuk " Ajak Tipka.
Mereka berdua masuk setelah pintu terbuka.
" Kita kekamar Papa dan Mama dulu " Ucap Tipka seraya melangkahkan kakinya menuju kamar Papa dan Mamanya.
Tipka mencoba membuka pintu, tapi pintunya dikunci.
" Pintunya dikunci " Gumam Tipka.
" Kak, bisa ambil kunci diatas gak? " Tanya Tipka seraya menunjuk atas pintu yang terdapat celah.
Andra mengangguk.
Setelah mendapatkan kuncinya, Tipka membuka pintu dan langsung masuk. Ia mengamati setiap sudut ruangan. Dadanya begitu sesak mengingat masa lalunya.
__ADS_1
Ingin sekali rasanya ia berteriak mengeluarkan semua sesak didadanya. Tapi, dia harus kuat untuk membuka misterinya.
Tipka menahan semua rasa yang muncul tiba tiba dihatinya. Ia membuka lemari, barangkali ada petunjuk. Tapi hasilnya sama seperti saat dirumah Bibi Riana.
" Tidak ada apa apa disini " Gumam Tipka.
" Kita kekamarmu saja kalau begitu. Mana tahu ada petunjuk " Saran Andra.
" Ayo " Ajak Tipka.
Mereka berdua berjalan menuju kamar Tipka. Kamarnya pun dikunci, tapi Tipka tetap tenang. Karena kunci kamarnya dan orang tuanya sama.
Setelah membuka pintu, Tipka langsung melihat isi ruangan yang masih sama saat terakhir kali ia lihat.
Tipka berjalan menuju lemari yang berukuran kecil. Diambilnya gaun yang sangat cocok untuk anak remaja.
" Mama " Gumam Tipka dengan air mata membasahi pipinya.
" Jangan nangis " Pinta Andra.
Tipka menghapus air matanya. Ia kembali melihat lemari yang bagian bawahnya terdapat sebuah kotak.
" Kak, disini ada kotak " Ucap Tipka.
Andra berjalan menghampiri Tipka.
" Mungkin saja ini adalah petunjuk " Ucap Andra.
__ADS_1
" Bisa saja " Ucap Tipka.
" Kita kesalon sekarang " Titah Tipka yang langsung meluncur pergi keluar rumah diikuti Andra.
Setelah mengunci pintu, Tipka dan Andra langsung masuk kedalam mobil.
Mobil yang dikendarai Andra melaju dengan kecepatan sedang menuju salon.
Sepanjang perjalanan, Tipka hanya memandangi gaun berwarna maron yang dijahit sendiri oleh Mama Viana.
'Mama, Mama ada dimana. Kenapa kalian semua tidak ada, saat ku cari. Aku merindukan semua hal tentang kalian. Tolong maafkan aku yang baru mengingat kalian. Aku minta maaf. Selama lima tahun kalian sudah merawatku, menyayangiku sepenuh hati. Papa, Mama, Paman, Bibi, dan Kakak. Kalian akan selalu menjadi keluargaku' Batin Tipka.
Tanpa terasa setetes air sudah jatuh dari pelupuk matanya.
" Kita sudah sampai " Ucap Andra yang berhasil membuyarkan lamunan Tipka.
" A-ayo turun " Ajak Tipka seraya membawa satu kotak.
Andra juga turun dengan membawa satu kotak ditangannya.
Saat memasuki salon, semua karyawan membungkuk hormat kepada Tipka. Ada juga yang mengucapkan salam. Tapi, Tipka hanya tersenyum menanggapinya.
Saat ingin masuk kedalam ruangannya. Tipka berpapasan dengan Ririn.
" Kak, aku masuk dulu " Ucap Tipka.
Tanpa mendengar balasan Ririn, Tipka langsung masuk diikuti Andra.
__ADS_1