Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 35


__ADS_3

Sesampainya didepan pintu, mata Tipka merasa panas.


Disentuhnya tulisan yang berada dipintu itu.


🌸Kamar Lisy🌸


Tipka tidak bisa membendung air matanya lagi. Air mata itu jatuh begitu saja.


" Kamu kenapa? " Tanya Andra khawatir.


" Bibi, hiks hiks. Bibi masih menyayangiku. Tulisan ini masih ada, hiks hiks " Tipka masih menangis.


Tipka menarik nafasnya dalam dalam untuk menenangkan diri. Setelah merasa tenang, Tipka membuka pintu kamarnya perlahan lahan.


Kamar rapi dan bersih. Tempat tidur bergambarkan princess, boneka boneka diatas kasur. Dinding bergambarkan princess. Lemari, meja belajar, Tas, sepatu, buku, dan tempat pensil bergambar princess.


Tipka meraba setiap benda benda yang ada dikamarnya. Lagi lagi, air matanya meluncur begitu saja. Ia menidurkan tubuhnya sebentar diatas kasur. Rasa nyaman seperti dulu terasa lagi. Setelah itu dia menatap pantulan dirinya dicermin.


Kamarku masih sama seperti dulu. Barang " barang ini, adalah hal berharga yang diberikan Bibi. Walaupun gaji yang diterima Bibi paspasan. Tapi Bibi selalu memenuhi apa yang kuinginkan. Bibi membuat kamar ini khusus untukku " Ucap Tipka masih dengan menangis.


Tipka berjongkok dan meraba kekolong tempat tidur.


" Kamu mau ngapain? " Tanya Andra.

__ADS_1


" Ambil permen " Jawab Tipka.


" Ngambil permen dibawah kolong, ih " Ucap Andra yang merasa jijik.


" Ya, Kak Andra aneh. Dulu aja Kak Andra suka sama permen yang aku kasih " Ucap Tipka seraya mengambil permen yang berjumlah banyak itu.


" Kamu ngasih aku permen dari kolong ini? " Tanya Andra seraya menunjuk kolong tempat tidur.


" Iya " Jawab Tipka polos.


" Lagian ini permen Bibi buat disini memang untukku. Karena kalau aku lagi sembunyi sukanya dikolong. Dan Bibi selalu buat permen dikamar. Tiap setahun sekali " Ucap Tipka.


" Gak kotor apa? " Tanya Andra.


" Ini apa? " Tanya Tipka pada dirinya sendiri saat tangannya menemukan sesuatu yang pastinya bukan permen.


Tipka menarik benda yang berbentuk kubus dan bersampulkan kertas kado. Ukuran kubus itupun lumayan besar.


" Ini kado? " Tanya Tipka.


Andra mengangkat bahu tabda tidak tahu.


" Nanti saja aku buka " Ucap Tipka.

__ADS_1


Setalah selesai mengambil permennya. Tipka mengambil ponselnya dan memotret kamarnya beserta foto keluarganya yang masih berada dikamar itu.


" Apa kau adalah orang tuaku atau malah Ayah dan Bunda. Pa, Ma aku merindukan kalian. Apa kalian tidak merindukanku? Aku ingin bertemu dengan kalian " Ucap Tipka seraya menatap Papa dan Mamanya.


" Paman, Bibi aku adalah Lisy, putri kecil kalian. Aku harap kita masih bisa bertemu " Ucap Tipka yang menatap foto Paman dan Bibinya.


" Dan untukmu nenekku sayang. Semoga kau bahagia dialam sana. Maafkan aku jika selama ini aku merepotkanmu " Ucap Tipka yang beralih menatap foto neneknya.


" Tipka, Ayo kita pergi " Ajak Andra karena sudah waktunya untuk makan siang.


" Tunggu sebentar Kak " Ucap Tipka seraya menghapus air matanya.


Tipka mencium foto keluarganya, lalu berbalik kearah Andra.


" Ayo " Ajak Tipka.


Andra dan Tipka pergi dari rumah Bibi Riana. Sebelumnya, Tipka sudah mengunci rumah Bibi Riana dan menyimpan kuncinya.


Sepanjang perjalanan Tipka habiskan dengan menatap foto keluarganya dan kotak besar yang ia dapatkan dari kamar miliknya.


Andra melajukan mobilnya menuju kesekolah. Karena dia harus menghadiri rapat osis. Lagian tadi dia hanya izin kerumah sakit untuk mengecek kondisi Tipka.


Sedangkan Tipka tidak menyadari mereka melewati jalan apa.

__ADS_1


__ADS_2