Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 56


__ADS_3

Setelah beberapa menit, akhirnya Tapki keluar. Ia sengaja menyingkatkan waktu mandinya. Karena sekarang, dia tidak berani sendirian terlalu lama.


Setelah memakai pakaian, Tapki dan Tipka turun kebawah.


Dilantai bawah ada Ayah Hendra, Bunda Tasya, Beberapa polisi, dan satu pelukis.


" Ada apa ini? " Tanya Tipka yang membuat semua orang mengalihkan pandangan kepadanya.


" Kemarilah nak " Ucap Ayah Hendra.


Tapki dan Tipka berjalan mendekati mereka.


" Tapki, Ayah mau kamu mengatakan bagaimana wajah orang yang menculikmu. Supaya orang ini bisa melukis wajah orang itu dan akan memudahkan polisi menangkapnya " Ucap Ayah Hendra.


" Kamu mau kan, nak? " Tanya Ayah Hendra.


Tapki mengangguk lemah.


Setelah itu, ia memberitahukan ciri ciri orang yang menculiknya. Mulai dari mata, hidung, mulut, rambut, telinga, dan lain sebagainya.


" Apa seperti ini orangnya? " Tanya sang pelukis, seraya menunjukkan hasil lukisannya yang sudah jadi.


" I-iya " Jawab Tapki.

__ADS_1


Tipka yang berada disamping Tapki, segera memotret lukisan itu.


" Henly " Gumam Ayah Hendra saat melihat lukisan itu.


" Henly? Ayah kenal dengan orang itu? " Tanya Tipka.


" Iya nak, dia adalah saudara Ayah " Jawab Ayah Hendra.


" Sa-saudara? " Tanya Tipka yang terkejut dan tidak percaya.


" Iya " Jawab Ayah Hendra.


" Pak polisi, maaf mengganggu waktu anda. Masalah ini akan kami selesaikan dengan kekeluargaan. Jadi, saya mencabut tuntutan saya. Maaf dan terima kasih " Ucap Ayah Hendra kepada polisi.


" Sama sama. Jika kami tidak dibutuhkan lagi, kami pamit undur diri " Ucap salah satu polisi.


" Ayah, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi " Pinta Tipka saat polisi dan pelukis itu pergi.


" Dia adalah Henly saudara Ayah. Henly dulu adalah seorang pemuda yang sangat tidak bertanggung jawab. Ia terpengaruh oleh kebebasan diluar sana. Sampai pada suatu hari, ada seorang wanita yang datang kerumah dan mengaku hamil anak Henly. Disaat itulah Kakek kalian, terkena serangan jantung. Saat Kakek kalian sudah sadar, ia menyuruh Henly untuk menikahi wanita itu. Tapi Henly tidak mau. Dan itu membuat Kakek kalian drop lagi. Seminggu setelahnya Kakek kalian meninggal. Tapi, sebelum beliau meninggal, ia memberikan surat warisan kepada pengacaranya. Warisan yang ditinggalkan beliau, ia berikan semuanya kepada Ayah " Jelas Ayah Hendra.


Semua yang ada diruangan itu terdiam, setengah dari pertanyaan mereka ada yang terjawab.


" Tapi, Apa Ayah tahu kenapa wajahnya Om Henly seperti terkena goresan pisau? " Tanya Tipka.

__ADS_1


" Ayah tidak tahu. Terakhir Ayah melihatnya saat Kakek kalian meninggal dan itu dirumah sakit. Setelah itu dia menghilang tanpa jejak " Jawab Ayah Hendra.


" Dan wanita yang hamil itu, apa yang terjadi dengannya? " Tanya Tipka.


" Wanita itu dikabarkan meninggal, setelah beberapa jam Kakek kalian dinyatakan meninggal. Dan mayatnya tidak ditemukan " Jawab Ayah Hendra.


***


Keesokan harinya


Tapki berangkat kesekolah bersama dengan Tipka. Dalam beberapa menit, mobil putih milik Tipka sudah tiba diparkiran sekolah.


" Tapki, apa kamu mau aku ajarkan ilmu bela diri? " Tanya Tipka saat mereka masih berada didalam mobil.


" Untuk apa? " Tanya Tapki balik.


" Untuk jaga diri. Jika seandainya kejadian kemarin terulang, kamu bisa melawan mereka " Jawab Tipka.


" Aku mau " Jawab Tapki.


" Kita akan mulai belajar setelah ujian selesai, bagaimana? " Tanya Tipka.


" Aku setuju " Jawab Tapki.

__ADS_1


Setelah itu mereka keluar dari mobil bersama sama. Tapki dari kiri dan Tipka dari kanan.


Mereka berdua berjalan kekelas bersama sama.


__ADS_2