Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 30


__ADS_3

" I-itu benar, Om " Jawab Andra yang terpaksa berbohong.


" Jadi, aku bolehkan besok sekolah? " Tanya Tipka.


" Gak boleh " Jawab Ayah Hendra.


" Ayah gak pengertian, Ayah gak tahu apa ra " Ucapan Tipka terhenti karena sudah terpotong oleh Ayah Hendra.


" Rasanya dikurung didalam ruangan ini. Rasanya seperti dipenjara, gak bisa bebas ngapa ngapin " Ucap Ayah Hendra melanjutkan ucapan Tipka.


" Kok Ayah tahu apa yang ingin aku katakan? " Tanya Tipka.


" Ayah sudah hafal. Setiap kamu sakit dan dilarang pergi kesekolah, kamu akan selalu mengatakan itu " Jawab Ayah Hendra.


Dokter Sindy dan Andra hanya bisa tersenyum sambil menahan tawa melihat Ayah dan anak dihadapannya.


" Ternyata Ayah ingat juga perkataanku itu " Ucap Tipka yang tiba tiba wajahnya menjadi murung.


" Ada apa? " Tanya Ayah Hendra yang melihat perubahan ekspresi Tipka.


" Tidak ada " Jawab Tipka berbohong.


Sebenarnya, Tipka merasa senang dan juga sedih Ayah Hendra mengingat perkataannya. Ia senang karena ternyata Ayah Hendra mengingat dan memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Ia juga sedih mengingat masa lalunya. Bagaimana jika ternyata Ayah Hendra dan Bunda Tasya bukan orang tua kandungnya? Apa yang harus dia lakukan?

__ADS_1


Tanpa aba aba Tipka langsung memeluk Ayah Hendra.


" Maafkan aku, Ayah " Ucap Tipka terisak.


" Untuk apa minta maaf, kamukan gak salah apa apa? Kenapa juga kamu harus nangis? " Tanya Ayah Hendra.


" Maaf karena kemarin Tipka udah berkata kasar dan mengusir Ayah " Jawab Tipka.


" Tidak apa apa. Kalau boleh tahu, kenapa kamu bisa berkata seperti itu? " Tanya Ayah Hendra.


" Entahlah Yah, kepalaku sangat sakit saat itu. Aku seperti melihat bayangan bayangan seseorang. Aku sangat bingung saat itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadaku " Jawab Tipka berbohong.


'Maaf, Yah. Aku membohongimu lagi. Tapi, aku harus mengetahui siapa sebenarnya orang tuaku. Jika memang orang tuaku bukan kalian dan kalian memanfaatkan kecelakaanku, aku tidak tahu apa yang akan aku perbuat. Tapi jika kalian memang orang tuaku, aku akan tetap menjadi putri kalian. Dan aku akan mencari penyebab mengapa aku bisa bersama Papa dan Mama' Batin Tipka.


" Sudah, jangan bahas yang lain. Kembali ketopik awal " Ucap Tipka.


Tipka tersenyum bahagia mendengar ucapan Ayah, tapi kebahagian itu sirna karena mendengar ucapan Ayahnya yang menggantung


" Tapi " Ucap Ayah Hendra menggantung.


" Tapi apa, Yah? " Tanya Tipka.


" Kamu harus selalu berada didekat nak Andra " Jawab Ayah Hendra.

__ADS_1


" Iya " Balas Tipka.


" Dan kamu juga harus menjauh dari Tapki " Ucap Ayah Hendra.


" Kenapa? " Tanya Tipka.


" Ayah tahu kalau dikelas kamu pernah duduk dilantai, dan itu karena Tapki " Jawab Ayah Hendra.


" Itu gak benar " Ucap Tipka membantah.


" Gak benar gimana? Jelas jelas guru kamu yang bilang sama Ayah " Ucap Ayah Hendra.


" Gurunya itu salah Ayah. Bukan Tipka yang duduk dilantai, tapi Sion " Ucap Tipka.


" Sion, siapa dia? " Tanya Ayah Hendra.


" Sion teman Tipka " Jawab Tipka.


" Orang yang buat kamu berani sampai melawan nak Andra? " Tanya Ayah Hendra.


" I-iya " Jawab Tipka.


" Pantas saja kamu berani lawan nak Andra, ternyata Sion orang yang sudah menolong kamu " Ucap Ayah Hendra mengerti.

__ADS_1


" Maafkan Ayah Tipka, Ayah sudah memarahi kamu " Lanjut Ayah Hendra.


" Gak papa kok Yah, aku sudah maafin " Ucap Tipka tulus.


__ADS_2