
" Eh, cewek sok cantik. Kalau gue bicara jangan sok soan cuek " Ucap Vivi.
" Kamu mau aku nanggapin kalau bicara? " Tanya Tipka malas.
" Jangan kegeeran jadi cewek. Dasar cewek sok cantik " Ucap Vivi.
" Ups, kamu bilang apa tadi? " Tanya Tipka.
" Iya, kamu bilang aku sok cantik " Lanjut Tipka dengan nada mengejek.
" Kalau memang aku sok cantik, emang apa masalahnya sama kamu? " Tanya Tipka.
" Lo udah merebut Andra dari gue " Jawab Vivi.
" Aku merebut Kak Andra? Gak salah? " Tanya Tipka.
" Lagian, kalau kamu mau sama Kak Andra ambil aja. Itupun kalau dia mau sama kamu " Lanjut Tipka.
" Kak Andra, kamu mau sama Vivi? " Tanya Tipka pada Andra.
Tipka sengaja memanggil nama bukan kakak. Itu karena dia tidak suka dengan Vivi yang selalu mengganggu hidupnya.
Andra menggeleng sebagai jawabannya.
__ADS_1
" Lo itu, gak diajarin sopan santun ya. Lo itu, harusnya manggil gue kakak bukan nama " Bentak Vivi tiba tiba.
" Aku gak mau sopan sama orang yang jahat. Aku akan sangat baik kepada orang yang baik kepadaku. Dan aku akan sangat sangat jahat kepada orang yang jahat kepadaku. Ibaratnya seperti air " Ucap Tipka.
Vivi berdiri dari tempat duduknya ketempat duduk Tipka.
" Berdiri, lo " Titah Vivi.
" Malas " Balas Tipka.
" Berdiri " Bentak Vivi.
" Malas " Ucap Tipka santai.
" Ni tangan dari dulu gak berubah ubah ya. Masih sama suka nyakiti orang. Pengen dipatahin, kayaknya " Ucap Tipka lalu, memelintir tangan kanan Vivi yang dipegangnya.
" Ahh " Jerit Vivi kesakitan.
" Kamu dengar baik baik apa yang aku bilang. Kamu masih ada disekolah ini, gara gara aku. Kalau aku bilang semua perbuatan kamu keaku, kamu akan dikeluarkan sekarang juga. Jadi, kalau kamu masih ingin bersekolah disini, pergilah " Usir Tipka dengan berbisik.
Tipka melepaskan tangannta dari tangan Vivi. Dan saat itu juga Vivi langsung pergi.
Sekarang, Vivi sudah percaya jika ancaman yang diberikan untuknya dari Tapki maupun Tipka, bukanlah ancaman kosong. Karena sudah terbukti, saat itu dia discor satu minggu.
__ADS_1
Tipka kembali duduk dan melanjutkan makannya.
Rudy, Danu, dan Yasky bertepuk tangan melihat keberanian dan ketangguhan Tipka.
" Hebat, kamu memang cewek yang tangguh. Emang apa yang lo bilang sampai si Vivi bisa pergi gitu? " Tanya Yasky.
" Gak ada " Jawab Tipka tersenyum paksa.
" Tipka, kamu bukan hanya cantik. Tapi kamu juga berani. Kamu mau gak jadi pacar aku? " Celetuk Rudy.
" Uhuk, uhuk " Tipka tersedak makanannya mendengar pertanyaan Andra.
" Kamu tenang aja, aku cuman bercanda " Ucap Rudy.
Tipka hanya tersenyum simpul.
" Aku gak percaya lo bercanda, bro. Tapi kalau lo bercanda, itu artinya kesempatan buat gue " Celetuk Danu.
" Kalian berdua aneh, kalian tanya dulu sama siceweknya. Dia punya pacar gak. Biar kalian gak salah gebet punya orang " Ucap Yasky.
" Iya juga ya " Ucap Rudy.
" Tipka, kamu punya pacar? " Tanya Rudy.
__ADS_1
Tipka diam, dia tidak tahu harus berkata apa. Kalau dia katakan punya, semua orang akan tahu kalau yanh dia maksud adalah Andra. Mengingat sekarang dia dekat dengan Andra. Dan kalau dia katakan tidak. Itu sama saja dengan dia memberikan harapan palsu kepada Rudy dan Danu atau yang disebut php.