
Sesampainya dilapangan, semua mata melihat kearah Andra dan Tipka yang datang bersamaan.
Tipka yang merasa risih, memilih berjalan diluan meninggalkan Andra.
Andra memepercepat langkahnya, menyeimbangkan dengan langkah Tipka.
" Kamu kenapa? " Tanya Andra.
Tipka hanya diam melanjutkan langkahnya menuju barisannya.
Dalam beberapa menit, upacara dimulai. Acara demi acara dilakukan dengan tertib. Sampai akhirnya upacara selesai, semua siswa maupun siswi masuk kedalam kelas masing masing.
" Tipka, kamu ada hubungan apa sama kak Andra? " Tanya Mira seraya berjalan menuju kelas.
" Oh, i-itu. Sebenarnya kak Andra itu calon tunangan aku " Jawab Tipka jujur.
Ia tidak ingin menyembunyikan apa apa dari sahabatnya. Karena, dia berpikir, lebih baik sahabatnya tahu dari dirinya daripada orang lain.
" Apa? " Mira maupun Andra sama sama terkejut.
" Kamu gak salah bicarakan? " Tanya Mira memastikan.
" Aku gak bohong " Jawab Tipka.
" Bagaimana bisa? " Tanya Mira penasaran.
__ADS_1
" Nanti aku jelasin " Ucap Tipka karena mereka sudah tiba dikelas.
***
Jam istirahat sudah tiba. Tipka ingin menjelaskan hubungannya dengan Andra kepada Mira dan Sion. Tapi Mira izin keluar sebentar kepada Tipka.
" Tipka, aku keluar sebentar ya. Ada urusan penting " Ucap Mira.
Mira langsung pergi tanpa mendengar balasan Tipka.
5 menit berlalu, namun Mira belum juga kembali.
" Sion, Mira kok belum datang ya? " Tanya Tipka kepada Sion.
" Aku juga gak tahu. Bagaimana kalau kita susul dia? " Tanya Sion mengusulkan.
Tipka dan Sion keluar dari kelas, mereka mencari Mira kemana mana tapi tidak ketemu. Hanya ada satu tempat yang belum mereka datangin yaitu, taman.
" Sion, Mira tidak ada disekolah. Sebaiknya, kita cari ditaman saja, bagaimana? " Tanya Tipka.
" Aku setuju " Jawab Sion.
Mereka berdua berjalan menuju taman. Tapi, langkah mereka terhenti ketika mendengar suara Mira yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.
" Shttt, jangan berisik " Ucap Tipka pelan.
__ADS_1
Tipka dan Sion bersembunyi dibalik pohon besar, mereka menguping pembicaraan Mira dengan seseorang.
Tipka tahu kalau menguping pembicaraan seseorang, bukanlah hal yang baik. Tapi ia merasa ada yang tidak beres ketika mendengar suara Mira.
" Yang, aku gak bisa terusin ini lagi " Ucap Mira kepada seseorang.
Tipka mengintip siapa orang yang sedang bicara dengan Mira, dia kenal siapa orang itu. Bahkan sangat kenal.
" Pokoknya kamu harus tetap terusin ini. Atau kamu mau kita putus " Ancam orang itu.
" Aku gak mau kita putus. Kamu tahukan aku sampai berteman dengan Tipka atas keinginan kamu. Aku udah beritahukan semua informasi yang aku tahu kekamu. Aku udah mengorbankan semuanya buat kamu " Ucap Mira.
Bagai disambar petir disiang bolong. Tipka hancur, hatinya sakit mendengar perkataan Mira. Selama ini ia sudah mempercayai Mira. Tapi apa balasan yang diberikan Mira? Penghianatan, hanya penghianatan.
Tanpa menunggu lama, Tipka langsung pergi meninggalakan Sion.
Tipka berlari dengan berderaian air mata. Yang ada dipikarannya sekarang adalah pergi jauh dari Mira.
Tipka berlari sampai keluar dari gedung sekolah.
Tanpa ia sadari, sedari tadi ada yang mengikutinya.
Karena terlalu lelah, dan kondisi tubuhnya belum fit, Tipka merasakan pusing luar biasa.
'Kau harus kuat Tipka, kau harus kuat' Batin Tipka.
__ADS_1
Tipka berusaha menguatkan dirinya sendiri. Bukannya makin kuat, kepalanya malah makin pusing. Semakin pusing, dan tiba tiba pandangannya menjadi kabur.
Tipka pingsan tak sadarkan diri. Tapi, untung saja ada seseorang yang menangkap tubuhnya, sehingga Tipka tidak terjatuh ketanah.