
Tipka memasukkan buku itu kedalam tasnya. Lalu mereka melanjutkan menyusuri rumah itu. Yang ternyata adalah tempat dimana Ayahnya dibesarkan. Tujuan mereka sekarang adalah mencari kamar Henly.
Mereka menaiki tangga menuju lantai dua.
" Jika kamar utama disini, maka kamar Ayah dan paman tidak akan jauh dari letak kamar utama " Ucap Tipka.
" Tapi yang mana? " Tanya Tapki.
" Disini ada 5 kamar, satu kamar kakek dan nenek, satu kamar Ayah, satu kamar paman, dan dua kamar milik seseorang " Ucap Tipka tanpa menjawab pertanyaan Tapki.
" Jika dilihat baik baik, sepertinya kamar yang dua ini adalah milik perempuan. Dari pintunya dan hiasan didepan kamar sudah membuktikan hal itu " Lanjut Tipka.
" Tapi kamar perempuan dilantai ini? Setahuku, Ayah hanya memiliki satu saudara. Dan itupun paman Henly " Ucap Tapki.
" Jangan mengambil keputusan dengan informasi yang tidak lengkap " Ucap Tipka bijak.
" Salah satu dari kamar ini, adalah kamar paman " Ucap Tipka.
Tipka mencoba membuka pintu pertama. Pintunya terkunci.
" Coba buka pintu yang itu " Pinta Tipka seraya menunjuk pintu disebelah kamar itu.
klek, pintunya terbuka.
" Ini adalah kamarnya " Ucap Tipka seraya menunjuk kamar yang terkunci.
__ADS_1
" Awas, biar kami mendobrak pintu ini " Ucap Andra.
" Jangan didobrak " Larang Tipka.
" Kenapa? " Tanya Andra dan Yasky bingung.
" Jika ada hal yang dapat dilakukan secara halus, kenapa harus kasar? " Tanya Tipka yang membuat mereka tambah bingung.
" Maksudnya? " Tanya Andra.
" Jika misalnya paman membawa kunci aslinya, pasti akan ada kunci duplikat kan " Jawab Tipka.
" Trus, kamu kan gak tahu kunci duplikatnya ada dimana " Ucap Andra.
" Aku dikecilkan ditempat yang sederhana. Jika masalah letak kunci, aku sangat tahu " Ucap Tipka.
" Ngapain kesini? " Tanya Tapki.
" Cari kunci " Jawab Tipka singkat dan jelas.
" Disini? " Tanya Tapki tidak yakin akan menemukan kunci dikamar itu.
" Menurut pengalamanku, orang tua akan menyimpan kunci kamar anak anaknya untuk jaga jaga " Jawab Tipka.
Tipka mencari dari lemari, laci nakas, tempat tidur, meja rias, sofa, tapi tetap tidak menemukan apa apa.
__ADS_1
" Gak ada pun " Ucap Tapki.
" Pasti ada " Ucap Tipka yang masih tidak menyerah. Matanya menangkap sebuah bunga yang sudah mati. Bunga itu ada didalam pot yang ada dikamar.
Tipka berjalan menuju pot itu. Ia memindahkan pot itu.
Kini, didepan matanya terpampang kunci yang berjumlah banyak.
" Ini ada kunci " Ucap Tipka seraya mengambil kunci yang ditemukannya dari bawah pot.
" Kuncinya banyak kali " Ucap Tapki yang melihat berbagai kunci yang digabungkan menjadi satu oleh seulas tali.
" Sepertinya ini kunci semua ruangan dirumah ini " Ucap Tipka.
" Ayo, kita keluar " Ajak Tipka.
Mereka keluar dari kamar utama dan kembali kedepan pintu kamar Henly.
Tipka mencari kunci kamar pamannya itu. Beruntung karena, semua kunci itu memiliki nama masing masing. Ada pintu depan, pintu belakang, ruang kerja, perpustakaan, kamar Hendra, kamar Henly, kamar Lala, kamar Lili, dan lain sebagainya.
" Jadi, kamar yang dua sana. Kamar punya Lala dan Lili " Gumam Tipka.
" Siapa Lala dan Lili? " Tanya Tapki.
" Gak tahu " Jawab Tipka jujur.
__ADS_1
Lalu, tanpa berkata lagi. Tipka langsung memasukkan kunci kelubangnya, lalu memutar kunci itu. Setelahnya ia menarik handle pintu. Dan pintupun berhasil terbuka.