
Tipka memesan taksi online melalui ponselnya. Tapi belum sempat ia memesan, baterai ponselnya habis.
" Ah, kenapa sih nih hp. Saat dibutuhin gak ada. Nyebelin, tahu gak " Gerutu Tipka.
Tipka tidak mau diantar pulang sama Pak Kolin, ia takut nanti Pak Kolin kecapekan. Gara gara bolak balik terus antara kerumah dan sekolah.
Tipka juga tidak bisa berjalan jauh. Jangankan berjalan jauh, jalan beberapa langkah saja kakinya sudah terasa sangat sakit. Ia juga masih ingat pesan dokter Sindy untuk istirahat yang full hari ini.
Dan dengan terpaksa akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke UKS. Tipka akan beristirahat sebentar di UKS.
Sesampainya di UKS, Tipka langsung menidurkan tubuhnya diatas kasur yang ada di UKS. Tipka tidak menyadari bahwa sedari tadi ada yang memperhatikannya.
Tidak menunggu lama, Tipka langsung tertidur. Mungkin karena ia sangat lelah, sehingga dalam beberapa menit dia langsung tertidur.
***
Pulang sekolah, Tapki segera masuk kedalam mobilnya. Ia melihat Pak Kolin sedang tertidur. Mungkin gara gara efek bosan.
" Pak Kolin bangun " Ucap Tapki, tapi sayang Pak Kolin tidak bangun juga.
" Pak Kolin bangun, atau mau dipecat " Ancam Tapki dengan nada suara yang tinggi.
" Eh, maaf non " Ucap Pak Kolin menunduk.
" Cepat, sekarang kita pulang " Titah Tapki.
" I-iya non " Balas Pak Kolin sedikit gugup.
Mobil Tapki keluar dari parkiran sekolah dengan kecepatan sedang.
***
Tipka mengerjapkan matanya berkali kali. Ia melihat sekeliling, lalu beralih ketangannya, yang terdapat sebuah jam tangan.
Tanpa menunggu waktu lama, Tipka segera mengambil tasnya dan keluar dari UKS.
Ia melihat sekolah sudah sepi tidak ada orang satupun, pantas saja sudah sepi sekarang saja sudah pukul 18.00, sedangkan waktu pulang sekolah sudah dari 3 jam yang lalu.
'Bagaimana ini? Bagaimana cara aku pulang? Punya ponsel tapi gak ada guna. Pasti Bunda khawatir banget mikirin aku. Kalau aku gak bisa pulang berarti aku harus bermalam disini. Masak iya aku harus bermalam disini. Kan gak lucu' Batin Tipka.
Tipka berjalan keluar gedung. Ia mencari taksi, tapi tidak ada yang lewat.
Tin tin tin
Suara klakson mobil, mengagetkan Tipka. Tipka mengalihkan pandangannya kebelakang. Ia melihat sebuah mobil sedang berada dibelakangnya. Karena Tipka merasa dirinya menghalangi jalan mobil itu. Tipka menggeser tubuhnya agar mobil itu bisa lewat. Tapi bukannya pergi, mobil itu malah berhenti didepannya.
Seseorang dari dalam mobil menurunkan kaca jendela.
__ADS_1
" Kamu mau pulang? " Tanya seseorang dari dalam mobil.
Tipka tidak menjawab ia malah melangkahkan kakinya menjauh dari mobil itu.
" Biar aku antar " Ucap orang tadi seraya mendekati Tipka dengan mobilnya.
Tipka masih diam sambil melanjutkan langkah kakinya.
Merasa geram, orang itu keluar dari mobil dan langsung menarik tangan Tipka.
" Biar aku antar kamu pulang " Ucapnya.
Tipka menghempas tangan orang itu dengan kasar. Ia melanjutkan langkah kakinya.
Orang itu dengan segera menggendong tubuh Tipka masuk kedalam mobil.
Setelah Tipka masuk kedalam mobil, orang itu juga masuk kedalam mobil. Lalu, menjalankan mobilnya menjauh dari sekolah.
" Dimana rumahmu? " Tanya orang itu yang tidak lain adalah Andra.
Tipka hanya diam, sambil memandang keluar jendela.
Andra tidak berkata kata lagi. Dia merasa kalau berbicara dengan Tipka hanya akan membuang buang waktu saja. Dan seperti berbicara dengan tembok.
Mobil Andra berhenti didepan sebuah gedung.
" Aku kesini ingin menjemput Mamaku " Ucap Andra.
Tipka tidak berkata apa apa dia memilih masuk kedalam gedung. Semua dokter maupun suster yang melihat Tipka segera menyapanya. Mereka sudah mengetahui kalau Tipka adalah anak pemilik rumah sakit. Tipka yang disapa hanya tersenyum. Ia ingin menemui dokter Sindy sebentar.
Tok tok tok
" Masuk " Ucap seseorang dari dalam.
Tipka masuk kedalam ruangan dokter Sindy.
" Permisi, dok " Ucap Tipka.
" Eh, non Tipka. Kamu ada disini. Apa ada yang sakit? " Tanya dokter Sindy.
" Tidak, dok. Saya hanya ingin pinjam ponsel dokter sebentar. Boleh ya " Ucap Tipka.
" Oh, tentu saja boleh " Balas dokter Sindy.
Tipka mengambil dokter Sindy lalu menelpon Bunda Tasya.
" Halo, dok. Ada apa menelpon malam malam begini? " Tanya Bunda Tasya, terdengar dari suaranya seperti sedang mencemaskan sesuatu.
__ADS_1
" Halo, Bu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa anak Ibu, nona Tipka mengalami kecelakaan 5 jam yang lalu " Ucap Tipka menirukan suara dokter Sindy.
" Apa? Bagaimana keadaan anak saya sekarang, dok? " Tanya Bunda Tasya panik.
" Anak Ibu baik baik saja dan " Ucap Tipka masih dengan menirukan suara dokter Sindy, ia sengaja menggantungkan kalimatnya.
" Dan apa, dok? " Tanya Bunda Tasya penasaran.
" Dan sekarang Ibu sedang berbicara dengan anak Ibu yang sedang dicemaskan " Jawab Tipka yang kembali dengan suaranya.
" Tipka " Ucap Bunda Tasya.
"Hahaha... " Tipka tertawa, walaupun dia tidak melihat ekspresi Bundanya. Tapi Tipka bisa membayangkannya.
" Tipka kamu dimana, nak? " Tanya Bunda Tasya.
" Dirumah sakit, Bun. Sekarang Bunda jemput Tipka kalau enggak Tipka akan tidur disini " Ucap Tipka lalu mematikan sambungan teleponnya.
" Ini, dok ponselnya. Terima kasih " Ucap Tipka.
" Dok, saya ingin bertanya sesuatu " Lanjut Tipka dengan tatapan serius.
" Ada apa, non? " Tanya dokter Sindy.
" Dokter jangan panggil Tipka dengan sebutan nona kalau gak ada Ayah dan Bunda. Anggap Tipka sebagai pasien biasa, oke " Ucap Tipka.
" Baiklah, ada apa anda kemari? " Tanya dokter Sindy.
" Saya ingin bertanya, kapan luka saya bisa sembuh? " Tanya Tipka yang kembali serius.
" Luka dikepala anda bisa sembuh dalam 1 bulan, tetapi masa pemulihannya adalah 6 bulan. Sedangkan luka dibagian tangan dan kaki anda, bisa sembuh dalam beberapa minggu. Tetapi karena, terkena kuah panas. Jadi luka anda akan sembuh dalam beberapa bulan " Jelas dokter Sindy.
" Lama amat, dok. Apa gak ada cara lain agar luka ditangan dan kaki saya bisa sembuh dalam waktu 1 bulan? " Tanya Tipka.
" Ada " Jawab dokter Sindy.
" Apa, dok? " Tanya Tipka bersemangat.
" Anda harus rajin mengolesi luka anda, dengan salap yang saya berikan tadi " Jawab dokter Sindy.
" Ok, dok " Balas Tipka.
" Dan ingat, luka dikepala anda tidak boleh terkena air. Begitupun dengan luka lainnya tidak boleh terkena air panas " Ingat dokter Sindy.
" Baik, dok. Kalau begitu saya pamit dulu " Ucap Tipka lalu keluar dari ruangan dokter Sindy masuk kedalam lift.
Tipka menekan tombol kelantai atas. Ia masuk kedalam ruangan khusus keluarga Anjana. Diruangan itu, ada pakaian Ayah Hendra, Bunda Tasya, Tapki, dan Tipka.
__ADS_1
Sebelum masuk kedalam kamar mandi, Tipka mencarger ponselnya. Selesai mandi, Tipka keluar dari ruangan itu masuk kedalam lift. Ia memilih pergi keatap gedung.