
Kini mereka pindah kekamar yang berada disebelah kamar Lala, yaitu kamar Lili.
Ayah Hendra membuka pintu dan mempersilahkan mereka semua masuk kedalam kamar yang bernuansa putih itu.
" Ini kamar Lili, Lili Nisava Anjana. Lili meninggal sebelum Lala. Yang mengetahui kejadian saat Lili meninggal hanya Ayah, Henly, dan Lala. Saat itu Ayah tidak sengaja lewat dari gudang. Ayah mendengar suara ribut didalam. Jadi, Ayah mengintip dari luar "
*Flashback on
" Bang, mengkonsumsi minuman keras itu tidak baik. Itu bisa merusak organ tubuh " Nasehat Lili kepada Henly yang mengonsumsi minuman keras. Lala pun ikut ikutan.
" Apa tahu kau. Kau itu hanya anak kecil. Tidak akan mengerti hal hal kayak gini " Ucap Henly.
" Tapi aku ini saudara abang. Aku berkewajiban untuk melarang abang jika abang melakukan sesuatu yang tidak baik " Ucap Lili.
"Kamu mengatakan hal itu karena kamu belum merasakan minuman ini kan " Ucap Henly yang berjalan mendekati Lili.
__ADS_1
" Abang mau ngapain? " Tanya Lili takut.
Henly yang sudah berada didepan Lili, memaksa Lili untuk meminum minuman yang berada ditangannya.
Tiba tiba saja, Hendra masuk kedalam gudang. Ia mendorong tubuh Henly menjauh dari Lala.
" Apa apaan sih lo bang. Lili itu cuman mau nasehatin lo. Lili gak mau lo hancur. Kenapa lo malah maksa dia buat hancur juga? " Tanya Hendra kesal.
" Hey, kalian ini sama sama aja. Sok alim, munafik " Ucap Henly.
Lili maju kedepan, lalu menampar pipi Henly.
Plak, satu tamparan mendarat dipipi kanan Lili.
Plak, satu tamparan lagi mendarat dipipi kiri Lili.
__ADS_1
Tamparan pertama dari Henly dan yang kedua dari Lala.
" Jangan asal bicara lo " Ucap Lala.
" Apa apaan sih kalian main nampar Lili. Lili itu gak salah " Ucap Hendra yang berada dibelakang Lili.
" Li, kamu gak apa apakan? " Tanya Hendra seraya melihat pipi Lili yang terdapat bekas tangan.
" Enggak bang " Jawab Lili dengan suara parau dan bibir bergetar karena berusaha menahan isakan tangis.
" Pipi kamu merah begini. Ayo kita keluar, biar abang obatin luka kamu " Ajak Hendra.
" Jika kalian mau keluar, kalian harus tutup mulut untuk kejadian hari ini " Ucap Henly.
" Gak, aku gak akan diam lagi. Sudah cukup selama ini aku diam. Aku akan membongkar semua kelakuan abang. Tidak akan ada yang akan kututup lagi. Jikapun abang akan dipenjara, maka itu lebih baik. Setidaknya tidak akan ada lagi yang akan memengaruhi kak Lala. Dan yang kukatakan tadi, bahwa kak Lala akan hamil diluar nikah akan terjadi. Hal itu akan terjadi jika aku tetap diam. Dengan bungkamnya aku akan menjadi kehancuran bagi kak Lala " Ucap Lili dengan lantang.
__ADS_1
" Kau berani berbicara seperti itu kepada abangmu. Kau bilang, kita harus menghormati orang yang lebih tua. Tapi omonganmu hanya dimulut bukan ditindakan " Balas Henly.
" Tapi aku juga mengatakan untuk mendukung kebenaran dan berada dijalan yang benar, bukan malah merusak diri sendiri. Sudah tahu itu salah tapi tetap dilakukan " Ucap Lili membela diri.