Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 19


__ADS_3

" Kalau kamu tidak mau belajar, maka jangan kesekolah " Ucap Andra kesal.


" Aku mau belajar tapi tidak denganmu " Ucap Tipka.


" Kalau kamu tidak ingin belajar denganku, maka belajarlah bersama Sion " Ucap Andra.


" Serius? " Tanya Tipka yang kemudian menatap Andra.


" Gak " Jawab Andra.


" Nyebelin " Ucap Tipka.


" Dengar nama Sion langsung senang. Apa kamu gak mau bertunangan dengan aku karena kamu suka sama Sion? " Tanya Andra.


" Rahasia " Jawab Tipka.


" Jawab aku " Bentak Andra.


" Itu urusan aku " Ucap Tipka.


Andra menarik tangan Tipka pergi kebelakang sekolah.


" Jawab aku, apa kamu suka sama Sion? " Tanya Andra.


" Kamu kenapa sih bawa bawa aku kesini? " Tanya Tipka balik.


" Jangan mengalihkan pembicaran. Jawab aku " Bentak Andra.


" Itu bukan urusan kamu. Kamu bukan siapa siapa aku " Ucap Tipka.


" Aku calon tunangan kamu " Ucap Andra.


" Masih calon dan belum bertunangankan. Jadi, aku dan kamu tidak punya hubungan apa apa. Lagian kalau aku menolak perjodohan ini. Maka pertunangan tidak akan terjadi " Ujar Tipka.


Andra terdiam sejenak.


" Kenapa diam? " Tanya Tipka.


Andra pergi tanpa berkata apa apa.


" Kenapa sih dia? Aneh banget. Aku sama Sionkan hanya sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudara. Kenapa dia jadi marah? " Gumam Tipka bingung.


Tipka pergi keruang ganti karena pelajaran olahraga sudah selesai. Saat dia ingin mengganti pakaian. Mira datang dengan nafas yang sudah tidak beraturan. Sepertinya dia baru selesai berlari.


" Ti-tipka kamu kemana aja sih? " Tanya Mira.


" Kamu kenapa Mira, kayak habis dikejar setan aja? " Tanya Tipka balik.


" I-itu, dilapangan " Ucap Mira dengan nafas yang ngos ngosan.


" Kamu tarik nafas lalu buang perlahan lahan " Pinta Tipka.


Mira melakukan nya sebanyak dua kali.


" Kak Andra nantangin Sion main basket " Ucap Mira.


" Dan kalau Sion kalah, maka Sion akan keluar dari sekolah ini " Lanjut Mira.

__ADS_1


" Apa? " Tipka sangat terkejut.


Tanpa menunggu lama dia langsung lari kelapangan.


Sesampainya dilapangan, Tipka melihat Sion yang kelawahan ingin merebut bola dari Andra.


" Stop " Teriak Tipka.


Tipka berjalan kehadapan Andra.


" Kalau kamu mau nantangin orang. Tantang yang setara sama kamu " Ucap Tipka.


" Aku akan menggantikan Sion untuk melawan kamu " Lanjut Tipka dengan membuang pandangannya.


" Kenapa? Apa karena teman kamu ini gak bisa lawan aku? " Tanya Andra.


" Memang dimana mana aku yang lebih baik dari dia " Lanjut Andra.


" Kamu salah, jika bagi perempuan perempuan lain kamu adalah yang terbaik. Tapi bagi aku kamu yang terburuk. Kenapa terburuk? Karena sikap kamu yang buruk " Ucap Tipka.


" Baiklah, kita mulai pertandingannya? " Tanya Tipka.


" Ingat perjanjiannya. Kalau Tipka kalah, maka Sion akan keluar dari sekolah " Ucap Andra.


" Kalau aku menang apa yang akan Sion dapatkan? " Tanya Tipka.


" Dia tidak akan mendapat apa apa " Jawab Andra.


" Sangat tidak adil. Bagaimana kalau aku menang, kamu akan memberikan 10 juta untuk Sion. Deal? " Tanya Tipka.


Andra tampak bingung.


" Dan 10 juta setara dengan keluar dari sekolah. Jadi semua adil. Deal? " Tanya Tipka seraya mengulurkan tangannya.


" Deal " Jawab Andra membalas uluran tangan Tipka.


" Sion, kamu istirahat saja " Ucap Tipka kepada Sion yang mendapat anggukan kepala dari Sion.


Setelah Sion pergi dari lapangan, pertandingan dimulai.


Pertama bola dipegang oleh Andra. Tipka berusaha merebutnya tapi gagal. Bola pertama masuk kedalam ring dibuat oleh Andra.


" Lumayan " Ucap Tipka.


" Andra, Andra, Andra " Sorak semua orang.


Kedua, bola dipegang oleh Tipka. Andra berusaha merebutnya tapi gagal. Bola masuk kedalam ring dibuat oleh Tipka.


Dan sekarang adalah penentuannya.


Bola dipegang oleh Andra dan Tipka berusaha merebutnya. Tipka berhasil merebutnya, tapi sebelum dia melempar ke ring, bola sudah dirampas oleh Andra. Saat Andra melempar bola ke ring. Tipka melompat dan mengangkat tangannya, sehingga bola memantul kearah lain.


Dengan cepat Tipka menangkat bola itu lalu memasukkannya ke ring.


" Yeay, Tipka " Teriak Mira dan Sion bahagia.


Mira dan Sion lari kelapangan kearah Tipka.

__ADS_1


" Selamat ya Tipka, kamu hebat banget " Ucap Mira sambil memeluk Tipka.


" Makasih " Ucap Tipka membalas pelukan Mira.


" Terima kasih ya Tipka, kamu udah selamatin aku hari ini " Ucap Sion.


" Ya, gak papa lah. Aku sudah menganggap kamu sebagai sabahat sekaligus saudara aku. Saat aku susah, kamu nolongin aku. Jadi, aku akan selalu nolongin kamu " Ucap Tipka.


Tipka berjalan mendekati Andra yang sepertinya tidak percaya dengan apa yang terjadi.


" Bagaimana, tuan Andra Apa masih ingat perjanjiannya? " Tanya Tipka.


" Iya, aku masih ingat " Jawab Andra.


" Kapan kamu akan memberikan uang 10 juta untuk Sion? " Tanya Tipka lagi.


" Besok " Jawab Andra singkat.


" Ok, aku tunggu uangnya. Jika sampai kamu gak berikan uangnya besok. Aku akan laporin kamu kedokter Sindy dan membatalkan perjodohan ini. Oh iya, maaf. Jika aku membatalkan perjodohan ini, kamu akan sangat senang. Tapi tidak papa, karena aku juga akan bahagia jika seandainya perjodohan ini batal. Jadi anggap saja itu bonus " Ancam Tipka.


Tipka pergi dari lapangan diikuti Mira dan Sion. Andra juga pergi dari lapangan. Ia merasa sangat sangat kesal kepada Sion. Karena lagi lagi Sion bisa mendapat perhatian Tipka.


'Ah, kenapa aku jadi kayak gini' Batin Andra.


***


Pulang sekolah


Setelah keluar dari kelas, Tipka berjalan ketaman. Ia berpikir kalau Andra ada ditaman. Dan Tipka ingin meminta maaf soal kejadian tadi kepada Andra. Karena dia pikir, Andra pasti malu karena kalah dengan perempuan.


Sesampainya Tipka ditaman, ia melihat Andra sedang duduk disalah satu kursi yang ada ditaman.


Tipka berjalan mendekati Andra, lalu duduk disebelahnya.


" Kak Andra " Panggil Tipka.


Andra tidak menjawab ataupun menoleh.


" Maaf, aku gak ada maksud mempermalukan kakak. Aku hanya tidak ingin, Sion dikeluarkan dari sekolah " Ucap Tipka.


" Kenapa? " Tanya Andra tanpa menoleh.


" Karena, aku sudah menganggap Sion sebagai saudaraku " Jawab Tipka.


" Kau berani mempertarukan kehormatanku demi temanmu itu? " Tanya Andra.


" Bukan gitu, kak " Jawab Tipka.


" Jadi? " Tanya Andra.


" Saat aku susah, Sionlah yang membantuku. Dan saat aku sendiri, dia ada bersamaku. Dia rela ikut dibully, karena aku. Jadi, aku juga harus membantunya dan harus ada disaat dia membutuhkan seseorang " Jawab Tipka.


" Apakah kau menyukainya? " Tanya Andra dengan menoleh kearah Tipka.


" Ya " Jawab Tipka singkat.


" Tadi kau bilang, kau hanya menganggapnya sebagai teman sekaligus saudara. Dan sekarang kau bilang kau menyukainya " Ucap Andra kesal

__ADS_1


" Bukan gitu, maksud aku " Ucap Tipka.


" Jadi? " Tanya Andra bingung.


__ADS_2