Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 52


__ADS_3

" Sebenarnya saat itu aku berpikir untuk menuruti mereka yang berarti menjauh darimu. Karena aku merasa, selama ini aku adalah orang yang selalu merebut kebahagiaan Tapki. Dan aku ingin menjauh dari Kakak. Karena aku pikir, aku adalah penghalang antara Tapki dan Kakak " Ucap Tipka.


" Kamu mau melepaskanku untuk kebahagian kembaranmu? Apa kamu gila? Aku ini bukan mainan yang bisa kamu kasih sama orang karna kamu mau. Kalau sekarang aku ada disampingmu, itu karena aku merasa nyaman. Aku sudah bertekad untuk selalu bersamamu. Dalam suka maupun duka. Jika kamu mau memberikanku kepada kembaranmu. Lebih baik aku pergi untuk selama lamanya " Ucap Andra serius.


" Kak, aku belum selesai jawab " Ucap Tipka yang merasa terharu mendengar penuturan kata Andra.


" Itu yang ada didalam pikiranku. Bukan dihatiku " Lanjut Tipka.


Andra diam, menunggu lanjutan kata Tipka.


" Jujur saat mereka bilang gitu, hatiku merasa gak rela. Aku udah terlanjur nyaman sama Kakak. Aku juga udah terbiasa didekat Kakak. Bagaimana bisa aku jauh dari Kakak? Itu hanya akan membuatku tersiksa " Ucap Tipka.


Andra yang merasa bahagia, langsung memeluk Tipka.


" Ayo pulang " Ajak Tipka.


Andra melepaskan pelukannya, lalu mengangguk.


Mereka berjalan bersama. Tapi sebelum pergi, Tipka mengunci ruangannya.


Bukan tanpa sebab, dia hanya tidak mau ada orang lain yang melihat semua barang barang itu.


Setelah mereka masuk kedalam mobil, mobil langsung berjalan meninggalkan salon.


***

__ADS_1


Beberapa hari kemudian


Semua murid sudah masuk kedalam kelas masing masing. Hari ini mereka akan melaksanakan ujian.


Setelah guru pengawas masuk dan memberikan soal, ujian langsung dimulai.


Ujian berlangsung dengan tenang.


***


Pulang sekolah


Hari ini mereka pulang lebih awal, pukul 11.00.


Tipka ingin langsung pulang. Tapi, takdir berkata lain. Andra malah membuatnya menunggu.


Tipka duduk sambil memainkan ponselnya. Sesekali ia menatap gerbang. Matanya menangkap sosok yang ia kenal. Itu adalah Tapki.


Anehnya, Tapki pulang bukan dengan mobilnya, melainkan dengan taksi.


Tipka mengalihkan pandangannya kearah parkiran. Ia melihat mobil merah milik Tapki sedang melaju ingin keluat dari parkiran.


Merasakan ada seauatu yang aneh, Tipka langsung keluat dari pos dan menghentikan mobil Tapki.


" Permisi Pak, kenapa Bapak tidak pulang bersama Tapki? " Tanya Tipka.

__ADS_1


" Eh, ada non Tipka. Begini non, tapi non Tapki bilang dia ada kerja kelompok. Dan katanya mau pergi sendiri " Jawab Pak Kolin.


" Begitu ya Pak, Kalau begitu Bapak boleh pergi " Ucap Tipka.


Pak Kolin mengangguk dan langsung pergi.


Tidak berapa lama, mobil Andra sudah berada didepan Tipka.


Tipka tidak menyadari keberadaan mobil Andra, karena ia masih hanyut dalam lamunannya.


Entah kenapa, dia merasa akan terjadi sesuatu. Tidak tahu itu hal baik atau hal buruk.


Tin tin


Suata klakson mobil mengagetkan Tipka. Tanpa menunggu lama, Tipka langsung masuk.


" Kenapa? " Tanya Andra yang merasa aneh dengan sikap Tipka.


" Gak tahu Kak, hanya saja aku khawatir sama Tapki " Jawab Tipka.


" Emang Tapki kenapa? " Tanya Andra.


" Tadi Tapki pergi naik taksi. Dia bilang sama Pak Kolin mau kerja kelompok. Padahal sekarang gak ada kerja kelompok " Jawab Tipka.


" Terus kita harus gimana? " Tanya Andra lagi.

__ADS_1


" Cari Tapki aja, gimana? " Tanya Tipka balik.


" Ok " Jawab Andra.


__ADS_2