Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 63


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu. Selama satu bulan ini juga Tipka mengajari Tapki ilmu bela diri. Dalam satu bulan ini Tapki sudah berusaha keras. Ia belajar pantang menyerah. Sampai pada hari ini, hari terakhir mereka latihan.


" Kamu hebat, Tap. Semakin lama, kemampuanmu semakin berkembang. Kamu belajar tanpa patah semangat. Dan aku sangat menyukainya " Puji Tipka.


Tapki hanya tersenyum menanggapinya.


" Aku memutuskan untuk mengakhiri latihan kita sampai disini " Ucap Tipka.


" Kenapa? " Tanya Tapki bingung.


" Ada tiga alasan. Yang pertama, ilmu bela diri didalam dirimu sudah sangat berkembang dan hanya perlu untuk diasa lagi. Yang kedua, aku maupun kamu butuh istirahat. Karena selama ini kita banyak berlatih dan waktu istirahat kita menjadi berkurang. Yang ketiga " Tipka terdiam sebentar.


" Aku mau mencari keberadaan paman Henly " Lanjut Tipka.


Tipka sudah menceritakan soal ingatannya yang telah kembali kepada orang tuanya dan Tapki. Ia juga menceritakan soal pesan yang dikatakan Bibi Riana, untuk menjauhi pria yang memiliki goresan pisau diwajahnya. Yang adalah pamannya sendiri.


" Apa kamu yakin kemampuanku sudah cukup? " Tanya Tapki ragu.


" Iya, aku yakin. Bahkan sangat yakin. Hanya dengan rasa percaya diri dan terus berlatih, aku yakin kamu akan bisa lebih hebat dariku " Jawab Tipka dengan sungguh sungguh.

__ADS_1


" Baiklah, apa aku boleh ikut bersama kalian? " Tanya Tapki lagi.


" Kamu serius? " Tanya Tipka terkejut.


" I-iya " Jawab Tapki.


" Kamu gak takut sama paman Henly? " Tanya Tipka.


" Kalau kamu aja gak takut, kenapa aku harus takut. Lagian aku akan tetap dalam dilema kalau harus masih ketakutan " Jawab Tapki.


" Perkataanmu sekarang sudah sangat mirip denganku " Ucap Tipka.


Mereka berdua saling melemparkan senyum. Senyum yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam.


" Oh ya, bagaimana kalau kak Yasky ikut? " Tanya Tipka.


" U-untuk a-apa? " Tanya Tapki balik.


" Untuk menemanimu nanti " Jawab Tipka.

__ADS_1


" Aku tidak butuh untuk ditemani olehnya " Ucap Tapki, ia mengalihkan pandangannya berusaha menghindari tatapan mata Tipka.


" Kenapa wajahmu dipalingkan? Aku tahu kalau kamu sangat ingin ditemani olehnya dan dihatimu sudah ada benih benih yang dinamakan cinta " Ucap Tipka.


" Aku tidak mencintainya " Ucap Tapki menyangkal.


" Tapki, tatap mataku dan katakan sekali lagi " Pinta Tipka.


" Aku tidak mencintainya " Ucap Tapki masih memalingkan wajahnya.


" Ayolah, katakan sambil menatap mataku " Pinta Tipka sekali lagi.


Tapki diam tidak memutar wajahnya ataupun mengatakan sesuatu.


" Jika memang kamu adalah Tapki. Aku tantang kamu, bilang sambil menatap mataku. Kalau hatimu tidak akan sakit bila melihat kak Yasky dengan perempuan lain " Tantang Tipka.


" Hatiku tidak akan sakit bila melihatnya dengan perempuan lain " Ucap Tapki sambil melihat mata Tipka.


" Baiklah, aku percaya hal itu. Maka lihatlah ini " Ucap Tipka seraya menunjukkan layar ponselnya yang tertera foto Yasky dengan seorang perempuan sedang berpelukan.

__ADS_1


Deg, hati Tapki sakit melihatnya. Sudah sakit malah makin sakit. Beberapa hari yang lalu, ia juga melihat Yasky sedang berpelukan, tertawa ceria, bahkan perempuan itu mencium pipi Yasky. Disitu Tapki merasa dipermainkan. Selama ini Yasky sangat perhatian kepadanya dan itu diartikan Tapki sebagai bentuk sayang. Dia sudah mulai memendam sebuah perasaan kepada Yasky. Tapi setelah melihat hal itu, ia mencoba untuk membuang rasanya jauh jauh dan juga menghindari Yasky.


__ADS_2