Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 61


__ADS_3

Musik sudah diputar. Begitu pun dengan para pemain. Mereka sudah mulai mengoper bantal.


Beberapa menit kemudian, musik berhenti. Bantal berada dipegangan salah satu putri yang adalah Tipka.


" True or dear? " Tanya Ririn.


" True " Jawab Tipka.


Ririn tampak berpikir sebelum akhirnya mengeluarkan suara.


" Gimana rasanya berpisah dari orang yang sudah kita anggap sebagai orang tua. Walau sebenarnya mereka hanya orang tua angkat? " Tanya Ririn.


" Rasanya sedih, bahkan seperti kehidupan kita itu gak lengkap. Seperti ada yang hilang. Tidak berjumpa lama akan mengakibatkan rindu yang berat " Jawab Tipka seraya menunduk. Ia mencoba menahan supaya air matanya tidak keluar.


" Ayo lanjutkan lagi " Ucap Ririn yang kembali melanjutkan permainan.


Putaran kedua, bantal berada ditangan dokter Sindy.


" True or dear? " Tanya Tipka.


" Dear " Jawab tante Sindy.


" Cium pipi orang yang paling tante sayangi " Tantang Tipka.


" Hanya satu? " Tanya tante Sindy.


" Hmmm " Jawab Tipka seraya mengangguk.


Tante Sindy berdiri, berjalan, dan langsung mencium pipi Andra.


Semuanya bertepuk tangan ria.


" Om, tante lebih sayang sama anak om dari pada om sendiri " Ucap Yasky.

__ADS_1


Tuan Binaldy hanya bisa tersenyum.


Putaran ketiga, bantal berada ditangan Andra.


" True or dear? " Tanya tante Sindy.


" Dear " Jawab Andra.


" Peluk dan cium orang yang adalah calon menantu Mama " Ucap tante Sindy, sepertinya ia ingin balas dendam kepada Tipka.


" Sekarang? " Tanya Andra.


" Iya sekarang. Dihadapan kami semua " Jawab tante Sindy.


" Kalau salah? " Tanya Andra.


" Berarti kamu harus menjadikannya menantu Mama " Jawab tante Sindy santai.


" Cepat itu tantangannya " Ucap tante Sindy.


Andra memeluk tubuh orang yang duduk disamping Ayah Hendra dan mencium keningnya. Setelah itu dia kembali duduk.


" Apa aku benar? " Tanya Andra.


" Kau akan tahu diakhir acara, nak " Jawab tuan Binaldy.


Putaran keempat, bantal ada ditangan Yasky.


" True or dear? " Tanya Andra.


" True " Jawab Yasky. Ia tidak ingin diberikan tantangan yang aneh aneh.


" Apa lo beneran suka sama Tapki? " Tanya Andra.

__ADS_1


" Masih sedikit " Jawab Yasky.


" Kenapa sedikit? " Tanya Andra.


" Udah lanjut aja. Gue hanya akan jawab satu pertanyaan " Ucap Yasky.


Putaran kelima, bantal berada ditangan Ayah Hendra.


" True or dear? " Tanya Yasky.


" True " Jawab Ayah Hendra.


" Kenapa om bisa jatuh cinta sama tante Tasya? " Tanya Yasky.


" Rahasia " Jawab Ayah Hendra.


" Ayah Ucap Tapki dan Tipka tidak terima " jawaban Ayahnya.


" Gak bisa gitu om " Ucap Andra dan Yasky.


" Permainan anak muda jaman sekarang memang sangat aneh. Disuruh menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi " Ucap Ayah Hendra.


" Ayah gak boleh gitu. Kami juga mau dengar " Ucap salah satu putri yang diangguki oleh putri yang lainnya.


" Baiklah, Ayah akan mengatakannya. Ayah kenal dengan Bunda kalian disalah satu cafe. Saat pertama kali bertemu, Ayah sudah mulai menaruh perasaan kepadanya " Ucapan Ayah Hendra terpotong oleh salah seorang putri.


" Cinta pandangan pertama ya, Yah? " Tanya salah satu putri.


" Bisa dikatakan seperti itu. Mulai dari saat itu, Ayah sering pergi kecafe. Kalau ada waktu luang Ayah mengajaknya ketaman " Dan lagi lagi Ucapan Ayah Hendra dipotong seseorang yang tidak lain adalah istrinya sendiri, Bunda Tasya.


" Untuk menjahili " Potong Bunda Tasya.


" Betul, dan mulai dari situ Ayah dan Bunda sering berkomunikasi. Sampai pada akhirnya bisa menikah dan membangun sebuah keluarga " Ucap Ayah Hendra.

__ADS_1


__ADS_2