
Musik sudah diputar. Begitu pun dengan para pemain. Mereka sudah mulai mengoper bantal.
Beberapa menit kemudian, musik berhenti. Bantal berada dipegangan salah satu putri yang adalah Tipka.
" True or dear? " Tanya Ririn.
" True " Jawab Tipka.
Ririn tampak berpikir sebelum akhirnya mengeluarkan suara.
" Gimana rasanya berpisah dari orang yang sudah kita anggap sebagai orang tua. Walau sebenarnya mereka hanya orang tua angkat? " Tanya Ririn.
" Rasanya sedih, bahkan seperti kehidupan kita itu gak lengkap. Seperti ada yang hilang. Tidak berjumpa lama akan mengakibatkan rindu yang berat " Jawab Tipka seraya menunduk. Ia mencoba menahan supaya air matanya tidak keluar.
" Ayo lanjutkan lagi " Ucap Ririn yang kembali melanjutkan permainan.
Putaran kedua, bantal berada ditangan dokter Sindy.
" True or dear? " Tanya Tipka.
" Dear " Jawab tante Sindy.
" Cium pipi orang yang paling tante sayangi " Tantang Tipka.
" Hanya satu? " Tanya tante Sindy.
" Hmmm " Jawab Tipka seraya mengangguk.
Tante Sindy berdiri, berjalan, dan langsung mencium pipi Andra.
Semuanya bertepuk tangan ria.
" Om, tante lebih sayang sama anak om dari pada om sendiri " Ucap Yasky.
__ADS_1
Tuan Binaldy hanya bisa tersenyum.
Putaran ketiga, bantal berada ditangan Andra.
" True or dear? " Tanya tante Sindy.
" Dear " Jawab Andra.
" Peluk dan cium orang yang adalah calon menantu Mama " Ucap tante Sindy, sepertinya ia ingin balas dendam kepada Tipka.
" Sekarang? " Tanya Andra.
" Iya sekarang. Dihadapan kami semua " Jawab tante Sindy.
" Kalau salah? " Tanya Andra.
" Berarti kamu harus menjadikannya menantu Mama " Jawab tante Sindy santai.
" Cepat itu tantangannya " Ucap tante Sindy.
Andra memeluk tubuh orang yang duduk disamping Ayah Hendra dan mencium keningnya. Setelah itu dia kembali duduk.
" Apa aku benar? " Tanya Andra.
" Kau akan tahu diakhir acara, nak " Jawab tuan Binaldy.
Putaran keempat, bantal ada ditangan Yasky.
" True or dear? " Tanya Andra.
" True " Jawab Yasky. Ia tidak ingin diberikan tantangan yang aneh aneh.
" Apa lo beneran suka sama Tapki? " Tanya Andra.
__ADS_1
" Masih sedikit " Jawab Yasky.
" Kenapa sedikit? " Tanya Andra.
" Udah lanjut aja. Gue hanya akan jawab satu pertanyaan " Ucap Yasky.
Putaran kelima, bantal berada ditangan Ayah Hendra.
" True or dear? " Tanya Yasky.
" True " Jawab Ayah Hendra.
" Kenapa om bisa jatuh cinta sama tante Tasya? " Tanya Yasky.
" Rahasia " Jawab Ayah Hendra.
" Ayah Ucap Tapki dan Tipka tidak terima " jawaban Ayahnya.
" Gak bisa gitu om " Ucap Andra dan Yasky.
" Permainan anak muda jaman sekarang memang sangat aneh. Disuruh menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi " Ucap Ayah Hendra.
" Ayah gak boleh gitu. Kami juga mau dengar " Ucap salah satu putri yang diangguki oleh putri yang lainnya.
" Baiklah, Ayah akan mengatakannya. Ayah kenal dengan Bunda kalian disalah satu cafe. Saat pertama kali bertemu, Ayah sudah mulai menaruh perasaan kepadanya " Ucapan Ayah Hendra terpotong oleh salah seorang putri.
" Cinta pandangan pertama ya, Yah? " Tanya salah satu putri.
" Bisa dikatakan seperti itu. Mulai dari saat itu, Ayah sering pergi kecafe. Kalau ada waktu luang Ayah mengajaknya ketaman " Dan lagi lagi Ucapan Ayah Hendra dipotong seseorang yang tidak lain adalah istrinya sendiri, Bunda Tasya.
" Untuk menjahili " Potong Bunda Tasya.
" Betul, dan mulai dari situ Ayah dan Bunda sering berkomunikasi. Sampai pada akhirnya bisa menikah dan membangun sebuah keluarga " Ucap Ayah Hendra.
__ADS_1