Kembar Tapi Beda

Kembar Tapi Beda
Bab 60


__ADS_3

Tapki, Tipka, Yasky dan Andra maju kedepan. Kehadapan semua orang. Hanya ada meja yang lumayan panjang, yang menjadi pembatas antara mereka dan para orang tua.


" Baiklah, sekarang saya bertanya kepada semua orang yang ada disini. Pengumuman akan dilakukan sekarang atau diakhir acara? " Tanya Ririn.


" Sekarang " Jawab Yasky dan Andra semangat.


" Akhir acara " Jawab para orang tua.


Mereka berenam menjawab bersamaan.


" Sepertinya para pangeran kita sudah tidak sabar lagi " Goda Ririn.


" Akhir keputusan akan diberikan oleh kedua putri pemilik acara " Ucap Ririn.


Semua orang beralih menatap kearah Tapki dan Tipka.


Andra dan Yasky menatap dengan mata memelas. Mereka berharap Tapki dan Tipka berpihak pada mereka.


" Gimana, Tip? " Tanya Tapki berbisik.


" Terserah kamu ajalah " Jawab Tipka asal.


" Ini yang ditanya kita berdua bukan aku sendiri " Ucap Tapki tak terima.


" Aku sih pengennya diakhir acara. Supaya mereka lebih penasaran gitu. Biar agak tegang " Ujar Tipka.


" Kayaknya seru " Balas Tapki.


" Para tuan putri yang cantik jelita. Jangan membuat kami menunggu terlalu lama. Kasihanilah para pangeran yang sudah menanti nanti jawaban dari anda sejak beribuan tahun " Ucap Ririn asal.

__ADS_1


Yasky dan Andra menatap Ririn tajam.


" Hey, hey pangeran. Jangan lihat aku begitu. Perkataanku kan gak salah " Ucap Ririn tanpa dosa.


" Mari, kita dengar jawaban para putri " Ajak Ririn.


Mereka semua diam, menunggu jawaban Tapki dan Tipka.


Yang ditanya hanya diam sambil tersenyum jahil, sebelum menjawab.


" Akhir acara " Jawab Tapki dan Tipka lantang.


Prok prok prok


Semua yang berada di ruangan bertepuk tangan, kecuali Yasky dan Andra.


" Silahkan untuk semuanya duduk dikursi yang sudah disediakan " Lanjut Ririn menyuruh semua orang duduk dikursi yang dibentuk melingkar.


Mereka semua menurut. Semuanya duduk dikursi yang sudah dituliskan nama masing masing, kecuali Tapki dan Tipka. Mereka berdua duduk dikursi yang tidak memiliki nama.


Tempat duduk mereka tersusun berpasangan. Ayah Hendra, Bunda Tasya, dokter Sindy, tuan Binaldy, Andra, Yasky, dan kedua tuan putri.


" Kali ini kita akan melakukan permainan yang lainnya. Disini, kalian akan mengoper bantal ini. Dan saya akan memutar sebuah lagu. Jika lagunya sudah berhenti, maka operan bantal juga harus berhenti. Dan orang yang memegang bantal akan diberikan pertanyaan true and dare. Yang pertama yang memberikan pertanyaan adalah saya. Lalu setelah itu yang memberikan pertanyaan kedua adalah orang yang ditanyakan pertama. Begitu seterusnya " Jelas Ririn.


" Mengerti? " Tanya Ririn.


" Mengerti " Jawab semua orang kecuali Yasky.


" Pangeran Yasky, apa anda mendengarkan saya? " Tanya Ririn.

__ADS_1


Yasky masih diam mematung.


" Yas " Panggil Andra seraya menepuk bahu Yasky.


" Ya " Balas Yasky yang baru sadar.


" Ternyata dari tadi pangerannya melamun. Udah ngantuk? " Tanya Ririn.


Sebelum Andra bicara, Ririn sudah menyelonong duluan.


" Gak " Jawab Yasky.


" Tuan pangeran, anda mengerti akan penjelasan saya? " Tanya Ririn.


" Penjelasan apa? " Tanya Yasky balik.


" Penjelasan mengenai permainannya " Jawab Ririn.


" Emang tadi ada ya? " Tanya Yasky.


" Ada pangeran " Jawab Ririn.


Karena tidak ingin memperpanjangkan perdebatan dan membuang buang waktu. Ririn memilih menjelaskannya lagi.


" Sudah mengerti? " Tanya Ririn.


Yasky mengangguk cepat.


" Mari semuanya, kita bersenang senang. Hilangkan semua kesedihan hari ini. Saatnya berbahagia jangan ada duka hanya ada suka. Ingat baik baik " Ucap Ririn bahagia.

__ADS_1


__ADS_2