
" Aku, permisi ketoilet sebentar " Pamit Tipka.
Tanpa mendengar balasan Rudy, Danu, Yasky, dan Andra, Tipka segera pergi.
Tipka pergi ketaman bukan ketoilet. Ia ingin menghirup udara segar. Berharap pikirannya menjadi rileks.
'Aku harus jawab apa coba? Kalau aku jawab punya, pasti mereka akan tahu itu Kak Andra. Melihat sekarang aku dekat sama Kak Andra. Tapi, kalau aku bilang tidak. Itu sama saja aku memberi mereka harapan palsu. Serba salah' Batin Tipka.
Tipka duduk dibangku taman dengan menatap lurus kedepan.
'Aku punya ide' Batin Tipka.
Tipka berdiri dari bangku dan kembali kekantin.
" Maaf lama " Ucap Tipka seraya duduk kembali dibangku kantin.
" Iya, gak papa. Oh ya, kamu punya pacar gak? " Tanya Rudy sekali lagi.
" Aku gak punya pacar. Hanya saja aku sudah dijodohkan dari kecil. Dan aku bahagia dengan perjodohan itu " Jawab Tipka tersenyum sambil menatap Andra yang juga sedang menatapnya.
" Lagian, kalau mau cari pacar ada Tapki. Tapki kan sama kayak aku. Wajah kami sama " Saran Tipka.
" Tapki beda sama lo. Tapki itu jahat dan lo baik " Ucap Rudy.
" Alasan aja lo, waktu pertama kali nengok Tapki, lo bilang Tapki cantik. Dan lo juga bilang Tipka cupu. Sekarang, sok soan bilang Tapki jahat " Sewot Yasky.
__ADS_1
" Diam lo. Lo ngancurin harga diri gue didepan Tipka. Sengajakan lo " Ucap Rudy kesal.
" Tapki itu gak jahat " Bela Tipka.
Semua mata tertuju kepada Tipka menatap Tipka heran.
" Iya, Tapki itu gak jahat. Dia hanya cemburu sama aku. Mungkin dia kekurangan kasih sayang. Karena sejak aku sadar dari koma, nenek mencurahkan semua kasih sayangnya kepadaku. Sedangkan Tapki dia kekurangan kasih sayang, karena Ayah dan Bunda sangat jarang dirumah saat kami kecil " Ucap Tipka.
" Nenek kamu pilih kasih ya " Celetuk Danu.
" Nenek aku bukan pilih kasih " Ucap Tipka sedikit kesal.
Tipka berdiri dari bangku dan segera pergi dengan perasaan kesal.
Andra juga pergi mengikuti Tipka. Ia takut Tipka berbuat sesuatu yang aneh karena kesal.
Sedangkan Andra, dia duduk disamping Tipka.
" Kenapa? " Tanya Andra.
" Gak ada " Jawab Tipka dingin.
" Kamu tersinggung sama ucapan Danu? " Tanya Andra.
" Gimana gak tersinggung, teman Kakak itu menjelekkan nenek aku. Dia itu sok tahu. Dia gak bisa mengkritik nenek, karna dia gak kenal sama nenek " Jawab Tipka.
__ADS_1
" Aku minta maaf " Ucap Andra.
" Kakak gak perlu minta maaf, ini bukan salah Kakak " Ucap Tipka.
" Kalau gitu sekarang kamu maunya gimana? " Tanya Andra.
Seketika, Tipka teringat undangan Ririn.
" Kakak bisa nemenin aku kesalon baru yang dikelola Kak Ririn? " Tanya Tipka.
" Kak Ririn? Siapa? " Tanya Andra.
" Kak Ririn itu orang yang merias aku waktu ulang tahun perusahaan Ayah " Jawab Tipka.
" Kapan? " Tanya Andra.
" Hari ini, mungkin sekitar jam 6 " Jawab Tipka.
" Kayaknya bisa " Jawab Andra.
" Kamu masuk kelas gih " Ucap Andra.
" Ok " Balas Tipka lalu pergi dari taman menuju kelas.
Tipka masuk kekelas setelah meminta izin guru untuk masuk, karena ia telat masuk. Ia mengatakan baru pulang dari rumah sakit sebagai izin.
__ADS_1
Setelah mendapat izin, Tipka segera duduk tanpa melihat Mira. Ia merasa sesak saat melihat Mira. Karena jika melihat Mira, ia teringat akan penghianatan Mira.