
"Siapa?" Tanya Gerald ketika raut wajah Ailsa berubah ketika habis menerima telfon.
“Kak Rendhy, memintaku untuk pulang” ucap Ailsa
"Mari kuantar” tawar Gerald
"Tidak perlu itu akan merepotkanmu" tolak Ailsa seraya beres beres
"Hm yaudah" ucap Gerald dengan polosnya. Kemudian Ailsa menatapnya
"Kenapa?" Tanya gerald
"Tidak, lupakanlah. Saya permisi" ucap Ailsa seraya berdiri
"Haish aku kan cuman basa basi doang, aslinya mau banget dianter kan siapa coba yang mau nolak" batin Ailsa seraya berpamitan, saat hendak berlalu tangan Ailsa dicekal oleh Gerald tanpa berkata Ailsa menaikkan alisnya seakan bertanya ada apa
”Aku hanya bercanda, ayo kuantar. I know the reasons” ucap Gerald dengan raut wajah datarnya
“Why?” Tanya Ailsa yang bingung tetapi tidak dijawab oleh Gerald dan ia malah menarik tangannya. Sampai didepan mobil Gerald melepaskan gandengan tangannya kemudia membukakan pintu untuk Ailsa.
“Thankyou” ucap Ailsa dengan sopan santun yang tinggi.
“Dimana rumahmu?” Tanya Gerald
”Di apartemen xxx” ucap Ailsa
Suasana di mobil sangat sunyi, entahlah kenapa Gerald diam saja membuat Ailsa canggung setengah mati. Ailsa yang sudah tidak tahan dengan kesunyian ini mulai mencari topik pembicaraan
__ADS_1
“Em Tuan Gerald maaf merepotkanmu, seharusnya tidak perlu mengantarku” ucap Ailsa pelan pelan
”Tidak perlu memanggilku Tuan kau bukan pelayanku” ucap Gerald yang masih fokus menyetir
“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilmu Ge ... ToGee hahaha” ucap Ailsa dengan jahilnya, Gerald menengok memperhatikan wajah Ailsa yang masih asyik tertawa
“Cantik” batin Gerald
”Memang wajah tampanku mirip sayuran itu kah?” Tanya Gerald yang ikut menggelengkan kepalanya.
”Mana berani aku mengatai Pengusaha sukses yang tak tersentuh sayuran Touge” ucap Ailsa dengan polosnya
“Ngledekin mulu kayak bocil” ucap Gerald seraya refleks mengacak rambut kepala Ailsa karena gemasnya. Ailsa yang speechless hanya mampu menatap Gerald dengan seksama.
“Gila, dilihat terus wajahnya makin tampan banget. Kalo gini terus hatiku bakalan oleng bang. Azka mah gaada apa apanya sama ini” batin Ailsa.
“Bingung mau ngomong apa” ucap Ailsa seraya merapikan rambutnya kembali. Tidak ada obrolan lagi setelah itu dan tak lama merekapun sampai.
“Terimakasih Ge, hehe jadi merepotkanmu. Mau mampir dulu?” Tawar Ailsa.
”mungkin lain kali” ucap Gerald seraya berpamitan
“Sama siapa?” Ucap Rendhy tiba tuba membuat Ailsa terkejut setengah mati
”kak Rendhyyyy,aku kaget banget” ucap Ailsa kesal
"Sama siapa?" Tanya Rendhy lagi
__ADS_1
"Tuan Gerald” ucap Ailsa
"Sini kamu" ucap Rendhy seraya menarik tgn adiknya
"Nih liat" ucap Rendhy memperlihatkan tabletnya
"Kamu lihat beritanya, kamu sudah kakak peringatkan supaya tidak dekat dekat dengannya" ucap Rendhy
"Kita cuman ngopi doang kak ga lebih" ucap Ailsa seraya tiduran di sofa
"Kamu taukan maksud kakak? Mereka dari keluarga kaya dan terpandang Al, aku gamau kalo sampai keluarga mereka rendahin kamu kamu ingin dekat karna harta mereka" ucap Rendhy
"Iya kak" ucap Ailsa
Ailsa menutup matanya kala mendengar kakaknya mengomel panjang lebar, bukan berarti dia mengabaikan kakaknya tapi ia merasa kakaknya terlalu berlebihan.
“Hei ailsa denger kakak ngga sih?” Ucap Rendhy kesal seraya melempar bantal kearah wajah Ailsa.
“Ihhhh kak Rendhy, kok jadi ngajak ribut sih orang aku diem aja dari tadii iiii” kesal Ailsa seraya melempar bantal tadi kearah Rendhy, meskipun tak kena namun Ailsa terlanjur kesal ia melempar bantal bertubi tubi kearah Rendhy.
"He bocah, kok lu jadi ngelunjak" ucap Rendhy seraya tertawa melihat ekspresi adiknya yang sangat lucu saat marah.
“Kak aku marah ya kamu lempar lempar gituan kewajahku" Geram Ailsa
“Makanya kalo orang ngomong didengerin” balas Rendhy
“Ya Kak Rendhy tuh lebay orang aku sama Gerald gaada hubungan apa apa kok"
__ADS_1
Kedua orang bak seperti tom and jerry itu tidak dapat dipisahkan, meskipun mereka bukan kakak beradik kandung namun mereka saling menyayangi satu sama lain