
Azka mengusap sudut bibir Alexa yang terlihat kotor oleh saus spageti yang ia pesan. pandangan mereka bertemu, dan akhirnya mereka saling menatap.
deg deg deg
Jantung Alexa berdegup sangat kencang "Hah kenapa ini perasaan apa" batin Alexa sedangkan Azka ia merasakan sesuatu pada dirinya "Aku ini kenapa sih"
Sesaat Azka melepaskan tangannya dari bibir
Alexa.
...----------------...
mereka melanjutkan makannya, keduanya hanya diam sesaat jika mereka saling pandang. Setelah itu mereka pulang, Azka mengantar Alexa sampai didepan rumahnya. Tanpa banyak kata Alexa langsung keluar dari mobil Azka bertepatan saat mobil Azka berhenti didepan rumah Alexa.
Azka hendak mencegah langkah Alexa namun ia tahu bahwa sekertarisnya tidak ingin diganggu, ia pun menatap punggung Sekertaris Alexa yang mulai menjauh.
"hah" Alexa menghempaskan tubuhnya keatas ranjang dia melihat kearah langit langit kamarnya, sesekali air matanya menetes. Entah apa yang tengah ia rasakan dan ia bayangkan.
begitupun Azka yang begitu bingung akan perasaannya, ia sangat mencintai Ailsa tapi ia mulai ada sesuatu terhadap Sekertaris Alexa.
drrtt... drtt..
"ya Ail"
"Kamu gak lupa kann?" tanya Ailsa
"Lupa Apa Ail? aku capek banget nih baru pulang" ucap Alexa
"Tuh kan lupa yaudah deh emang sekarang udah gaada yang sayang sama aku" ucap sendu Ailsa dan mengakhiri panggilannya
"loh Ail halooo Ail?"
"kok dimatiin sih?" monolog Alexa
"Ail kenapa ya? apa gue kelupaan sesuatu?"
Alexa melihat kalender dan ternyata besok adalah hari ulang tahun Ailsa.
"Astagaa kok bisa gue lupa kaya gini sih"
Alexa langsung bangun dari tidurnya, ia langsung mengambil kunci mobil di nakasnya. Alexa bergegas mencari kado spesial untuk sahabatnya itu.
...----------------...
AILSA POV
Telfon dimatikan Ailsa kini memilih berdiri dari sofa dan berbaring diranjangnya. Rasa kecewa menyelimuti raut wajah cantik Ailsa,
"Tuh kan semua udah gainget lagi sama aku, Azka gadiangkat dan sekarang Alexa yang lupa. ck pada gasayang aku lagi apa gimana sih" resah Ailsa.
Gadis itu memilih scroll insta dan menambahkan sebuah foto tanpa caption di instastorynya.
tak lama Ailsa memilih untuk tidur dan tidak ingin memikirkan kedua sahabatnya.
Pagi itu Ailsa bangun dia mengecek ponselnya namun diluar dugaan tidak satupun balasan dari kekasihnya, Azka. Hal itu membuat wajah cantik Ailsa seketika murung
Ailsa memutuskan untuk mandi dan turun kebawah untuk sarapan. Saat ini Dimeja makan Ayah dan Ibu Ailsa sudah bersiap untuk memberi kejutan pada putrinya.
Ailsapun turun kebawah diliriknya suasana rumah yang sepi
"mama... papa... " seru Ailsa
Ailsa menatap aneh biasanya orang tuanya akan selalu sarapan bersama dimeja bahkan tidak ada makanan satupun.
"dooorr... happy birthday Ail..." teriak Ayah Ibu dan beberapa maid dirumahnya dengan membawa kue ulang tahun dan balon warna warni.
Ailsa benar benar terkejut, seketika ia berbalik dan menangis ia terharu dengan kejutan ayah ibunya. Ailsa memeluk keduanya setelah meniup lilin dan memanjatkan beberapa doa.
"Yatuhan terimakasih kau hadirkan orang orang baik dihidup Ail, terimakasih telah diberikan waktu untuk hidup" batin Ailsa bahagia.
Hari ini Ailsa memutuskan untuk ke panti asuhan yang biasa ia datangi rencananya ia akan mengadakan syukuran di panti asuhan bersama kedua orangtuanya.
"Azka mana sayang? dia engga ikut kita kepanti?" tanya ibu Ailsa.
Ailsa terdiam bagaimana ia menjelaskan pada ibunya kalau Azka tidak bisa dihubungi dari kemarin dan Ailsapun hanya meninggalkan pesan singkat namun sampai saat ini pesannya belum dibaca oleh Azka.
__ADS_1
"Engga, dia hanya nitip salam soalnya ada rapat penting yang gabisa ditinggal" ucap Ailsa bohong sambil tersenyum
"Oh yaudah kita berangkat sekarang sayang?" tanya ibu Ailsa yang dibalas Ailsa anggukan.
...----------------...
Disisi lain Azka yang baru bangun dari tidurnya mematikan alarm. Ia pun bangun dan bersiap untuk pergi kekantornya.
Saat ini Ia lupa dengan ulangtahun kekasihnya, sampai dibawah Emilie adik Azka bertanya pada sang kakak,
"abang, tahun ini abang ngasih kado apaan sama kak Ail?"
Azka mengernyit mendengar pertanyaan adiknya, ia masih berfikir tajam kado apa?
"kado apa?" tanya Azka dengan polosnya
"Whatt kado apa? jangan jangan abang lupa ulang tahun kak Ailsa? parah bangett bisa bisanya ulang tahun pacar sendiri lupa" cecar Emilie
"hah yang bener? abang lupa beneran" Azka menyemprotkan minumannya
"jorok bgttt sih gila apa, ya benerrr gimana sih abang itu sama kak Ailsa bisa bisanya lupa"
"Okeoke makasih udah diingetin aku berangkat dulu nanti bilang sama mama papa oke aku duluan" Azka langsung bergegas menuju mobilnya.
"Bisa bisanya aku lupa ulang tahun Ailsa, bodoh banget kamu Azka." ucap Azka pada dirinya sendiri.
(kebanyakan bercinta sama sekertaris Alexa sepertinya membuatnya lupaa sama pacar sendiri ya banggg wkwk)
Azka bergegas meninggalkan pekarangan rumahnya, ia segera melajukan mobilnya menuju ketempat ia akan memilihkan kado untuk sang kekasih. Kepalang tanggung ia akan sekaligus membuat kejutan untuk Ailsa, ia tidak ingin Ailsa tahu kalau dia lupa akan ulang tahunnya.
"Halo Sekertaris Alexa, tolong booking hotel ivander dan persiapkan untuk ulangtahun Ailsa" ucap Azka sebelum turun dari mobil.
"baik presdir" ucap gadis seberang.
Azka pun turun dan memilih barang yang akan ia berikan untuk sang kekasih.
Alexa yang mendapat perintah dari bossnya itu seketika langsung menyiapkan segalanya.
"beruntungnya kamu Ailsa banyak orang yang peduli padamu bahkan kamu mendapatkan kekasih yang begitu perhatian padamu" batin Alexa tersenyum.
malampun tiba, semua persiapan sudah selesai disana sudah nampak banyak sekali teman teman Alexa dan Ailsa tentunya, Alexa sudah bersiap dengan kado dan sebuah dress berwarna hijau tua yang ia padukan dengan anting berlian. Alexa nampal fresh dan bercahaya seperti biasanya.
"Halo bagaimana?"
"Semua sudah siap presdir" ucap Alexa
"Nice, terimakasih banyak" ucap Azka.
setelah mematikan teleponnya Azka segera melajukan mobilnya ke rumah Ailsa. Azka mengetuk pintu rumah Ailsa yang langsung dibuka ibu Ailsa.
"Azka, kamu kemana aja? nyari Ailsa ya tuh kayaknya dia bete dari panti tadi mukanya kucel ditekuk mulu" saut Ibu Ailsa saat Azka menyalami tangannya.
"Iya tante, sengaja hehe."
"Ailsa ada kan?" jawab Azka
"Ada kok masuk dulu" ajak ibu Ailsa.
"Siapa mah?" tanya ayah Ailsa
"Itu pah Azka, yaudah mama keatas dulu manggil Ailsa" ucap Airin ibu Ailsa
"sudah lama tidak kemari" ucap Ayah Ailsa
"tuan hernandez" sapa Azka seraya menjabat tangannya
"hmm kemana saja? sepertinya Ailsa sedih dari pagi mukanya kusut banget gabiasanya dia kaya gini" tanya ayah Ailsa
" iya saya sengaja mau memberi kejutan Ailsa om" jawab Azka dengan tersenyum
disisi lain
__ADS_1
"Ailsa sayang" panggil Airin ibu Ailsa
"ya ma, bentar Ailsa habis mandi" jawab Ailsa dari dalam
tak lama Ailsa membuka pintu
"sayang, turun kebawah ada yang nyariin kamu"
"Siapa mah?" tanya Ailsa dengan dahi mengkerut
"Udah turun aja nanti kamu juga tau" goda Airin
"yaudah iya Ailsa turun"
Ailsa dan Airin turun bersamaan.
deggg senyum Ailsa terbit kala melihat Azka ada dirumahnya, Ailsapun segera menghampiri Azka dan ayahnya yang sedang berbincang di sofa.
"Azka" panggil Ailsa
"hei" Azka melambaikan tangannya kearah Ailsa
"tuhh dihampiri pangeranmu jangan kusut lagi mukanya ntar cantiknya ilang" ucap Tuan Hernandez seraya bangkit dan mengacak rambut Ailsa.
"iss ayahhh" sebal Ailsa
"Inget jangan pulang malam" ancam Ayah ailsa kepada Azka
"Siapp" jawab Azka seraya menunjukkan hormat
Ayah Ailsa berlalu meninggalkan mereka berdua,
"kenapa?" tanya Ailsa
"Kenapa apanya?" tanya Azka balik
"ck, kenapa kesini bos besar kaya kamu emang ga sibuk?" sebal Ailsa
"Hei suka suka aku dong mau kemana, ikut aku yuk kamu ganti baju dulu tapi pake ini" ajak Azka seraya memberikan paperbag kearah Ailsa
"Apa nih" tanya Ailsa
"Buka aja, udah cepet sana aku tunggu disini tapi jangan lama lamau, udah dengerkan ultimatum ayah kamu tadi" Azka mendorong tubuh Ailsa untuk menaiki tangga lagi menuju kamarnya
"iya iya" Ailsa menuju kamarnya dan segera membuka paperbag yang tadi diberikan.
Gaun putih yang menawan dengan Beberapa perhiasan yang ada dikotak
Ailsa segera turun sesaat setelah Ailsa menyelesaikan gantu baju. Azka dibuat terperangah melihat Ailsa yang cantik dengan sedikit polesan make up yang terlihat natural.
"Kamu kok ngliatin aku gitu banget sih, aku aneh ya?" tanya Ailsa kala ia berdiri di hadapan Azka.
"Nooo, youre so beautifull girl" ucap Azka tersadar dari lamunannya.
"Oke bidadari udah siap kan, kita jalan sekarang"
"om tante aku bawa Ailsanya yaa, janji gapulang malem" teriak Azka
"Ya jangan malam malam lho nak" teriak Airin balik dari arah dapur
Azka membukakan pintu untuk Ailsa,
"dihh romantis banget mau kemana?" tanya Ailsa
"Kamu akan tau setelah kita sampai nanti" ycap Azka yang sudah mengitari mobil dan duduk dikursi kemudi.
Azka mengabari Sekertaris Alexa untuk bersiap siap karna mereka sudah dalam perjalanan.
setelah mendapat jawaban dari sekertarisnya itu Azka mulai mengemudikan mobilnya.
Bersambung
...----------------...
Hallo semua Im is back, thx semua yang udah setia nunggu aku maaf ya semua aku hiatus beberapa bulan bahkan tahun ini wkwk
__ADS_1
aku sedang berusaha dengan kesibukan ini hope you like it and enjoy with the story
Kasih kembang dan kopinya dong biar semangat nulisku naik