Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Alexa


__ADS_3

Malam itu Alexa tidak bisa tidur kakinya begitu sakit, Ia akhirnya memijit kakinya dan mengolesi dengan minyak urut. Alexa yang kelelahan akhirnya tertidur disofa dengan posisi masih duduk.


Malam itu Sekertaris Tio yang hendak berangkat kerumah Baron Dirgantara pergi kekamar putrinya terlebih dahulu, dibukanya pintu kamar Alexa iapun terkejut melihat putri kecilnya dulu tertidur disofa.


Sekertaris Tiopun masuk dan duduk disamping Alexa, diangkatnya kaki Alexa yang membengkak dan lecet itu. Sekertaris Tio akhirnya mengobati dan memijit pelan. setelah selesai Sekertaris Tio yang tidak tega membangunkan Alexa yang tertidur dengan sangat nyenyak akhirnya mengambil bantal dan selimut lalu memasangkan di tubuh Alexa.


"Putri kecilku sudah dewasa, aku terlalu menyayangimu hingga aku tidak mau kamu sepertiku yang menghabiskan waktuku dengan Tuan Baron hingga tidak ada waktu untuk keluargaku sendiri. Aku ingin kamu bersenang senang diseluruh hidupmu, berbahagialah atas apa yang telah kamu pilih." ucap Sekertaris Tio seraya mengusap lembut kepala Alexa putri kesayangannya. Kemudian Sekertaris Tio mencium pucuk kepala sang putri dan berangkat menuju kediaman sang majikan.


keesokan harinya Alexa terbangun dipegangnya ada selimut yang menyelimutinya.


"Loh siapa yang masuk? bibi?" monolog Alexa seraya meregangkan otot ototnya yang terasa kaku.


Alexa bergegas menuju kekamar mandi dan memulai ritual paginya.


Setelah selesai Alexa turun kebawah, "Bi, ayah dimana?" tanya Alexa kepada maid yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.


"Maaf non, Tuan Prastio sudah berangkat sejak semalam" jawab bibi tadi ragu ragu ia tahu betul perasaan Alexa.


"Huft apakah ayah menitipkan sesuatu atau pesan padamu bi?" tanya Alexa.


"tidak ada nona, tuan hanya bilang ia akan pergi lagi bersama tuan Baron. Sepertinya ia hanya berpesan untuk non Alexa menjaga diri baik baik" ucap maid itu.


"okey, thankyou bi" jawab Alexa dengan menampilkan senyum yang dipaksakan itu.


"Alexa mulai saat ini berhenti mengharapkan ayahmu, berjuanglah sendiri untuk hidupmu. Aku terlalu lelah jika harus terus menerus mengharapkan kasih sayang ayah" batin Alexa seraya memakan makanannya.


...----------------...

__ADS_1


Alexa yang sedikit murung akhirnya berangkat kekantor, seperti biasa dia datang lebih awal daripada bosnya. Alexa duduk dikursi ruangannya, dan menatap lurus kedepan pikirannya berkecamuk.


"Apa hidupku akan seperti ini terus?"


"kapan aku bisa jujur pada keadaan,aku lelah" pikir Alexa.


Meja Alexa diketuk namun ia masih setia melamun, hingga "hei Sekertaris Alexa kau mendengarku" ucap Azka seraya memandang Alexa dari jarak dekat, Alexa yang langsung tersadar menatap Azka dari jarak yang sangat dekat sangat terkejut.



Alexa yang begitu terkejut langsung menegakkan tubuhnya.


"Ya presdir? maaf sedikit melamun" ucap Alexa.


Azka memajukan wajahnya dan


Azka mencium bibir mungil Alexa. Alexa melotot dan berkata "Apa yang presdir lakukan" seraya mengusap bibir bekas ciuman dari Presdirnya.


Azka POV


Pagi yang cerah menyapaku, aku harus segera kekantor untuk membereskan beberapa file sebelum besok harus berangkat ke Bali. Seperti biasa aku berangkat dari Apartemen menuju kantorku, seperti biasa juga banyak yang menyapaku karyawati banyak yang memperhatikanku seperti biasa dengan senyuman yang ia lemparkan. Jujur aku sedikit risih melihatnya tapi aku tidak berani menegurnya.


Aku berjalan menuju ruanganku setelah keluar dari lift, tapi ada pemandangan yang tak ingin kulewatkan. Pagi itu Sekertaris Alexa melamun, ia sangat terlihat cantik entah apa yang ia gunakan semakin hari aura kecantikannya kian terpancar.


Jujur aku tidak tahu apakah gadis ini benar benar sudah masuk kedalam hatiku, yang aku tahu aku menginginkannya setiap saat dan tidak rela dia menjadi milik orang lain. Kuperhatikan wajahnya dan mengetuk mejanya namun ia tidak bergerak melihat kedatanganku. Akhirnya aku memajukan wajahku dan melambaikan tanganku dihadapannya. Karena dirinya masih tidak merespons ucapanku akhirnya aku angkat bicara


"hei Sekertaris Alexa kau mendengarku" kini matanya mulai beralih menatapku, kami saling bertatapan sangat lama. Sepertinya ia masih belum sepenuhnya sadar, ia memandangku akupun ikut memandangi matanya lalu turun ke bibir mungil dan manis yang membuatku candu itu. Hingga Sekertaris Alexa terkejut dan menegakkan tubuhnya seraya berkata

__ADS_1


"Ya presdir? maaf sedikit melamun" Melihat Reaksinya yang membuatku gemas akhirnya aku memajukan wajahku dan kucium bibir mungil yang sedari tadi menggodaku.


Cup


seperti biasa rasanya manis, kulihat mata Sekertaris Alexa melotot dan berkata "Apa yang presdir lakukan" seraya mengusap bibir bekas ciumanku. Sungguh ekspresinya membuatku gemas.


Akupun bertanya apa alasannya melamun pagi pagi, wajahnya murung seperti banyak pikiran.


"Apa pekerjaanmu begitu senggang sampai sampai pagi pagi seperti ini kau sudah melamun?" tanyaku. Iapun menunduk "Tidak ada presdir, saya hanya sedikit mengantuk" jawabnya dan aku yakin sepertinya ia sedang berbohong.


"bekerjalah yang benar, jangan melamun pagi pagi mengerti" ucapku yang dijawab anggukan.


Aku jadi terfikir untuk menggodanya, aku mendekatinya dan berbisik ditelinganya "kamu cantik , Jika pekerjaanmu senggang kemari ke kantorku bantu aku dan juna mengeluarkan vitamin" setelah mengucapkan itu aku tersenyum smirk. kulihat wajah Sekertaris Alexa yang memerah



Akupun segera keruang kerjaku, sungguh melihat pipinya yang merah seperti udang rebus sangat imut Ingin sekali aku menerkamnya tapi sayang aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku.


Pov end


"Sialan, berani beraninya dia berkata seperti itu dengan entengnya. Dasar me ssum" ucap Alexa.


...----------------...


Bersambung,


AdeopšŸ–¤

__ADS_1


__ADS_2