
Pagi hari menyapa, Seperti dua hari yang lalu Azka dan Alexa keluar dari kamar secara terpisah. Hari ini Azka dan Alexa sudah mulai bekerja di kantor sahabat papa Azka. Alexa segera turun menggunakan pakaian khas seorang sekretaris lengkap dengan tablet ditangannya.
"Selamat pagi" ucap Ailsa yang baru saja datang kala Alexa mendudukkan diri disebuah kursi. Alexapun tersenyum kearah sahabatnya itu.
"Selamat Pagi Ail"
"Gimana udah baikan? kamu rapi gini pasti udah sibuk kekantor ya?" tanya Ailsa.
"iya aku gapapa kok, huum nih nyari cuan dulu" ucap Alexa diiringi tawa.
Tak lama Azka turun bersama Sekertaris Arez.
"Emilie mana?" tanya Azka kala tidak melihat adiknya.
"Aku juga gatau, tadi aku ketuk pintunya ga nyaut nyaut. kukira dia udah disini makanya aku langsung kesini, tapi aku udah kirimin dia wa kok begitu ngelihat disini gaada Emilie" jawab Ailsa.
"Oh yaudah biarin aja mungkin masih ngebo" ucap Azka.
"Nih aku ambilkan" ucap Ailsa seraya menyodorkan makanan.
"Makasi sayang" ucap Azka seraya tersenyum.
Disisi lain Alexa hanya menjadi penonton interaksi keduanya, Seraya memaksakan senyumannya
"Tuhan jujur saat ini sakit banget hati gue" monolog Alexa dalam hati. Hal itu tidak luput dari tatapan Sekertaris Arez yang menampilakan wajah yang tidak bisa diartikan.
Merekapun menyelesaikan sarapannya, dan berlalu menuju basement hotel.
"Sayang aku kekantor dulu ya, aku udah sewa tour guide disini jadi kamu dan Emilie bisa bersenang senang. Bilang pada mereka apa yang kau butuhkan maka mereka akan memberikannya." Ucap Azka seraya memegang kedua tangan Ailsa.
"Oke, makasih ya sayang. Oiya jadi aku berdua aja ni sama Emilie? ck gaseru bgt" jawab Ailsa mengerucutkan bibirnya. dengan gemas Azka mencubit kedua pipi Ailsa.
"Maaf ya sayang aku harus bekerja, Gapapakan berdua sama Emilie? nanti kalau aku senggang kita makan siang bareng deh" tawar Azka
"ck yaudah yaudah, kerja yang bener biar cepet selesai" ucap Ailsa
"Iya sayangku" jawab Azka seraya memasuki mobilnya.
"Dasar setan, bisa bisanya dia ngumbar kemesraan didepanku padahal semalam dia gak ngelepasin aku cuman gara gara Sekertaris Arez nganterin balik ke hotel" dumel Alexa dlaam hati.
"Ail, gue berangkat dulu ya. have fun!" pamit Alexa seraya memasuki mobil yang sama dengan presdirnya.
__ADS_1
"Hati hati semua" ucap Ailsa seraya melambaikan kedua tangannya.
Tak lama setelah Mobil Azka tidak terlihat, Ailsa menerima balasan dari calon adik iparnya itu.
Emilie
Kak Ail, maaf ya Emilie pulang duluan. Ada kepentingan mendadak. tolong sampein ke abang juga ya, salam sayang Emilie.
Ailsa
lho kok pulang sih, yaudah gapapa nanti kak Ail sampein ke abangmu.
mendengar jawaban tersebut Ailsa langsung menuju ruang penginapannya. Disisi lain Azka dan Alexa sudah sampai dikantor cabang milik sahabat Papanya.Kantor yang menjulang tinggi dengan pemandangan luar biasa, Azka dibuat takjub ia yakin ruang kerjanya akan jauh lebih bagus viewnya.
Azka didampingi Sekertaris Alexa dan Sekertaris Arez turun dari mobil, disana ia sudah disambut dengan seorang wanita cantik dan beberapa bodyguard.
"Selamat datang Tuan muda Azka dirgantara" ucap seorang wanita cantik yang terlihat sudah berumur itu seraya membungkukkan badannya."
"Terima kasih" ucap Azka sungkan melihat orang yang lebih tua darinya membungkuk didepannya.
"Perkenalkan saya Anya herawati, sekertaris Tuan Alex sahabat tuan Baron dirgantara. saya ditugaskan untuk menyiapkan segala kebutuhan Tuan muda selama disini." ujar Wanita itu
"lalu wanita cantik ini? apakah istri anda tuan muda?" tanya Miss Anya yang memperhatikan Alexa.
"Ah bukan bukan" jawab Alexa cepat.
"Dia sekertaris saya, namanya Alexa dan disebelah kiri saya itu juga sekertaris saya namanya Sekertaris Arez." ucap Azka menjelaskan,
"Oh maafkan saya, saya kira dia Istri anda. Maafkan saya nona" ucap Miss Anya seraya menggenggam tangan Alexa.
"Tidak apa apa" ucap Alexa seraya menampilkan semyum termanisnya.
"Kalau begitu mari saya antarkan ke ruangan Anda tuan, silahkan lewat sebelah sini" pandu miss Anya.
"baik" jawab Azka.
Diperjalanan menuju ruang kerjanya yang sepertinya berada di lantai atas membuat Azka melewati nenerapa karyawan disana. Pandangan tang menuju kearahnya dan banyak yang berbisik memuji ketampanannya. Sesampainya diruang kerjanya ua dibuat terkejut, sepeerti yang ia duga pemandangan di ruang kerjanya akan sangat indah. Disana ia disuguhi pemandangan dan hamparan pantai yang luas, sungguh keindahan yang luar biasa.
"Ini adalah ruang kerja anda tuan, dan untuk Sekertaris Arez dan Sekertaris Alexa ruangan kalian didepan sebelah kanan namun cuman ada 1 meja dan 1 kursi karna saya kira Tuan muda hanya membawa satu orang sekertaris, namun saya akan menyiapkan segera agar menambahkan meja dan kurso yang baru." ucap Miss Anya menyesal
"Tidak apa apa Miss Anya, bukankah disana juga ada meja dan kursi" tanya Azka seraya menunjuk kearah samping meja kerjanya.
__ADS_1
"Em sebenarnya itu meja istri Tuan Alex jika sedang menemani tuan Alex bekerja jadi mejanya hanya berukuran kecil, jika berkenan untuk menempatinya saya persilahkan" ucap miss Anya.
"Aku rasa itu tidak masalah, Sekertaris Alexa apakah kamu keberatan?"tanya Azka pada sekertarisnya.
"Setan, kenapa tanya padaku. hah apa tidak tidak, tidak mungkinkan kalau aku yang akan menempati itu bersama presdir disini?" monolog Alexa dalam hati.
"Gimana apakah kamu keberatan sekertaris Alexa?" tanya Azka kembali.
"Tidakkkk" ucap Alexa dengan suara keras dan mengejutkan mereka semua yang ada diruangan itu.
"Ah maaf maksut saya saya tidak keberatan Miss Anya" ucap Alexa seraya menampilkan senyumnya.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi jika mencari saya silahkan Telfon di nomor ini Tuan muda" ucap Miss Anya seraya menyerahkan kartu nama.
"Baiklah, terima kasih banyak miss Anya, sebelum itu saya minta dokumen profit perusahaan ini selama 3bulan terakhir" ucap Azka ramah.
"Baik akan segera saya Ambilkan, Apakah ada lagi tuan muda?" tanya Miss Anya.
"Sudah cukup" jawab Azka
"Baiklah, kalau begitu saya pamit undur diri, semoga betah bekerja disini Tuan muda" ucap miss Anya seraya membungkukkan kembali badannya.
Tak lama Miss Anya dan para bodyguard keluar dari ruangan. Yang tersisa hanyalah mereka bertiga.
"Sekertaris Arez, ruanganmu disebelah kanan dan Sekertaris Alexa ruanganmu disini bersamaku" ucap Azka.
"ck dasar, jangan sampe dia didekatku dan meminta ituan denganku disini" batin Alexa.
"Baik Presdir" ucap Sekertaris Alexa dan Sekertaris Arez bersamaan.
Tak lama Sekertaris Arez pamit keluar dari ruangan. meninggalkan Azka dan Alexa. Tak lama Alexapun menuju mejanya dan sibuk dengan tabletnya. Hal itu tidak luput dari penglihatan Azka. Azka mendekati meja Alexa "Bukankah disini sangat indah?"
Alexapun mendongak "Hmm mungkin presdir" dan kembali fokus kepada Tabletnya kembali.
"Ada apa dengan jawabanmu" tanya Azka sedikit kesal.
"memangnya Ada apa dengan perkataan saya Presdir?" Jawab Alexa seraya menampilkan senyum yang dipaksa.
"Ck kenapa malah balik tanya" ucap Azka yang tidak direspons oleh sekretarisnya.
"Hei aku bicara denganmu" ucap Azka mengambil tablet Sekertaris Alexa.
__ADS_1