Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Ailsa Pov 3 + visual


__ADS_3

"Akhh ailsa kamu kok bego banget dah, bajunya aja udah keliatan mahal pasti bukan orang sembarangan lu malah kata katain tu orang tukang bersih bersih lagi." Ucapku kesal pada diriku sendiri.


" Ini semua emang gara gara Azka bangkek itu gue jadi liar gini. Ah udah ah aku mau pulang aja."


Aku memutuskan untuk pulang kerumah. sesampainya di pintu aku melihat mamaku yang sedang berbicara dengan seseorang, ya benar dia adalah ibunya si Azka tante Raras. Entahlah apa alasan dia kemari yang pasti aku tidak ingin ikut bergabung dan berbicara pada beliau. Aku bersalaman seperti tidak terjadi apapun padaku. Meskipun sedikit benci dan sakit hati bukan berarti kita jadi tidak menghormati orang yang lebih tua kan.


"Ailsa, gimana kabarmu?"tanya tante Raras


"Baik tante meskipun hati Ailsa sedang tidak baik baik saja, oh iya Ailsa pamit keatas mau istirahat ya mah" ucapku seraya berlalu pergi namun ucapan mama berhasil membuatku mengurungkan niatku untul keatas


"Sayang tante Raras ingin bicara denganmu" ucap mama lembut.


"Maaf tapi Ailsa capek Ailsa sedang ingin sendiri, permisi" ucapku seraya ngacir kelantai atas. sebelum aku benar benar menjauh aku dengar mama meminta maaf kalau kepada tante Raras


"Maafkan Ailsa, mungkin saat ini dia belum siap untuk mendengarkan penjelasan dari mbak Raras"


Kenapa malah mama coba yang minta maaf, apa mereka bisa berfikir sendiri kalau aku ini juga butuh waktu supaya rasanya gak sesakit itu mendengarkan kenyataannya. Aku akhirnya bergegas menata baju bajuku kedalam koper, aku akan pergi ke london menemui kakakku. Papa memang sengaja tidak membelikanku tiket pulang dan berpesan kalau sudah puas dan tidak sedih lagi baru boleh kembali.


20 menit adalah waktu yang cukup untuk membereskan pakaian dan apapun yang aku butuhkan selama disana,"hmm ingat Ailsa kamu kesana bukan untuk menghindari masalah tapi untuk menenangkan diri". Batinku supaya aku tidak menjadi wanita yang lemah.


Aku berangkat kebandara diantar oleh papa, entahlah papa yang biasanya menyuruh sopir kini malah turun tangan sendiri.


"Pa Ailsa berangkat dulu ya" ucapku pada papa kemudian papa mengusap pucuk kepalaku seraya berkata "Bersenang senanglah jangan pulang kalau belum siap untuk pulang" akupun mengangguk.


Saat tak Ada siapapun yang bisa aku jadikan sandaran mereka datang mengulurkan tangan, merawat dan membesarkanku menjadi seorang gadis yang tidak pernah kekurangan apapun. Aku bahagia sekaligus bersyukur memiliki mereka, orang tua angkatku.

__ADS_1


Aku melambaikan kedua tanganku sebelum aku benar benar masuk kedalam. Aku berjanji akan bahagia dan segera kembali, Saat dipesawat aku duduk di kursi bersama seorang gadis yang menurutku cantik dan wajahnya imut. Gadis itu menyapaku dan memuji jika wajahku sangat cantik.


"Hai kak, kakak cantik banget"


"Hai, kamu juga cantik" ucapku seraya tersenyum.


Kamipun berkenalan, gadis cantik itu ternyata usianya lebih muda 2 tahun dariku. Dia adalah Aurelia wilson, dia berasal dari london dan kemari karena ingin mencari keberadaan kakaknya sekaligus pacarnya. akupun mengenalkan diriku padanya lalu kamipun bertukar nomor.


"Hubungi aku kak, nanti aku bisa mengajakmu berkeliling london" dalam bahasa inggris.


"Tentu, senang bertemu denganmu" pesawat kini sudah sampai di bandara london. Didekat pintu aku melihat kakakku yang sudah melambaikan tangan kearahku, secepat kilat aku memeluk pria tinggi yang sudah lama tidak kutemui itu.


"Aaaakkk kangen banget" ucapku bahagia.


Uh aku terharu akupun memeluk kakakku lagi. hingga kak Rendhy berbisik "dia siapa" kepadaku. akupun mengurai pelukanku dan berbalik.


"Lho Aurel kamu kenapa belum pulang? belum ada yang jemput?" tanyaku pada gadis yang terlihat celingak celinguk.


"Iya kak sepertinya tidak ada yang jemput, aku ingin cari taksi kenapa tidak ada satupun." ucap Aurel seraya memegangi ponselnya.


"Nona mari saya antar saja, taksi memang sudah jarang ada yang lewat." ucap kak Rendhy.


"Ah jangan nanti merepotkan tidak apa apa nanti saya pulang sendiri"


"Engga kok, ayo kuantar" ucapku seraya memasukkan koperku dan koper Aurel dibagasi.

__ADS_1


"Rumahmu dimana?" tanya kak Rendhy


"Rumah besar keluarga wilson" ucapnya lirih. Kak Rendhy pun membelalakkan matanya namun tanpa berucap ia langsung melajukan mobilnya.


Kami pun sampai dikediaman Aurel, tak kusangka rumahnya melebihi istana kerjaaan. Siapa Aurel ini kenapa dia bisa tinggal disini. Tanpa banyak bicara aku kemudian kembali kedalam mobil dan pulang ketempat kak Rendhy.


"Kak dia ini siapa, gila rumahnya segede ini? ini mah 2x rumah papa" ucapku pada kak Rendhy


"Ini milik keluarga besar wilson, mereka orang terkaya dan terpandang disini. kamu kok bisa kenal sama salah satu keluarga wilson?" tanya kak Rendhy


"dia tadi duduk disampingku tuh" ucapku


"kamu jangan macam macam deh, mereka keluarga besar takutnya kamu terseret masalah kalau bergaul dengan mereka." pinta kak Rendhy


"Oke deh" ucapku melihat kakakku yang khawatir. Hmm sebenarnya mereka ini siapa? sampai kakakku ini melarangku bergaul dengannya. padahal kalau dilihat lihat perusahaan kak rendhy ini termasuk top 7 di london dan terbilang sudah sangat besar jadi sebesar apakah keluarga ini? tanyaku dalam hati.


Kami pun sampai di Apartemen kak Rendhy. Apartemen yang kak Rendhy beli sendiri dengan uangnya ini termasuk kedalam apartemen elit.


"Wow lihatlah pantas saja kau jarang pulang ternyata apartemen kakak sendiri sama besarnya kaya rumah" ucapku membuat kak Rendhy terkekeh.


Bersambung....


...----------------...


Kita cerita tentang Ailsa dulu yaa, yang nanyain pasangan AZKA-ALEXA biarin dulu mereka ldran sambil nunggu si Azka sembuh hihi

__ADS_1


__ADS_2