Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
dengan dirimu


__ADS_3

Kini Alexa memasuki area kantor, disana mobil yang biasa Azka gunakan sudah berada di lobi perusahaan.


"nah kann mampus gue" monolog Alexa seraya melirik jam tangannya. Ia terkejut dan langsung berlari menuju ruangan Presdirnya.


Sapaan demi sapaan yang biasa karyawan lain berikan kepada sang kepala sekertaris Alexa tidak ia hiraukan, ia bergegas menuju lift khusus yang biasa petinggi perusahaan dan tentunya sang presdir gunakan.


tok..tok..tok


"Presdir" Tidak ada balasan dari dalam akhirnya seperti biasa Alexa masuk setelah mengetuk pintu beberapa kali.


"Selamat pagi press..." ucapannya terpotong kala melihat Azka saat ini yang sedang


...----------------...


"aaaakh"


"Maaf presdir saya tidak tahu" Alexapun bergegas keluar dari ruangan presdirnya


"Gila mata gue udah dapet asupan aja pagi pagi, Roti sobeknya bener bener deh gue pengen megang jadinya, si Ailsa beruntung banget dapat kayak yang modelan pak presdir Azka"


"udah itunya gede, bodynya maskulin beuhhhhh" fikir Alexa


"Hah Alexa lu gilaa yaa" sesaat kemudian Alexa mulai menjambaki rambutnya sendiri mengingat kebodohannya.


ya pagi ini Azkapun buru buru karena kesiangan juga. alhasil ia langsung berangkat tanpa mandi, Ia tidak ingin karyawannya menilai jika bosnya suka terlambat jadi Ia bisa mandi di kantor fikirnya lalu, setelah selesai mandi diruangannya Ia keluar dengan handuk yang masih melingkar menutupi area bawahnya saja dengan rambut yang masih basah Alexa malah masuk keruangannya.


Azka sungguh malu sekertarisnya itu benar benar memancing kejantanannya untuk bereaksi lebih. Azkapun segera berpakaian lengkap, setelah itu baru dirinya memanggil sang sekertaris agar masuk keruangannya. Tak lama Alexa masuk keruangan presdirnya


"Presdir saya benar benar tidak sengaja tadi saya sudah mengetuk beberapa kali"


"sudahlah tidak masalah, bacakan jadwal hari ini"


"baik predir, Hari ini jadwal anda tidak banyak. Jam 9 nanti presdir harus menemui klien di Ruang rapat nomor 2 di lantai 4 perusahaan ini, kemudian pukul 11 anda harus mengecek laporan laporan bulanan yang di berikan oleh pihak Ketua tiap divisi, pukul 1 anda harus rapat dengan masing masing divisi"


" setelah itu anda free saya menambahkan pukul 3 sore hari untuk anda survei apartemen yang akan anda beli, pukul 5 sore anda hanya meng-acc berkas berkas yang sudah saya revisi, setelah itu belum ada jadwal apapun presdir" ucap Alexa


"Baik, Sore kau survei denganku untuk revisi bagianmu kirimkan malam hari saja"


"Baik presdir, anda butuh sesuatu?"


"Tidak ada, hanya saja tolong belikan aku sarapan apapun karna aku bangun kesiangan"


"Baik presdir saya segera kembali"


Alexapun undur diri dari hadapan bossnya menuju caffe dekat perusahaan, Ia memutuskan membelikan presdir sarapan sandwich dengan daging asap dan kentang goreng yang dipadukan dengan segelas susu tak lupa dirinya membeli Americano coffe untuk sang presdir dan dirinya.


Setelah selesai dengan bawaannya, Alexa bergegas menuju ruang sang presdir. Ia menyerahkan belanjaannya yang sudah ia sajikan didalam piring.


"Selamat menikmati Presdir"


"Terimakasih Sekertaris Alexa"


...----------------...


Sore hari menyapa, saat ini Alexa dan sang presdir Azka berada di perjalanan menuju apartemen yang akan Azka beli. Alexa duduk di sebelah sang presdir dengan gugup takut sang presdir tidak menyukai apartemen yang ia survei.


"kita sudah sampai presdir"


Alexa dan Azka bergegas keluar dari mobil disana ia sudah disambut Dio.


"Selamat pagi, presdir"

__ADS_1


"Selamat pagi"


"Mari saya antar, sebelah sini"


merekapun berjalan menuju lantai 7 disana Azka melihat ruangan yang elegan, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar untuk dirinya. Ia puas dengan pilihan sekertarisnya. Tempat itu hanya terdiri dari 8 lantai saja dengan lantai 8 sebagai tempat para pembersih dan rooftop saja, namun tempat itu terdiri dari sekitar 3 gedung apartemen yang berhadapan.


Alexa memilih gedung 1 dengan 8 lantai dan memilih lantai 7 agar sang presdir nyaman dengan privasinya. gedung 1 merupakan gedung VVIP dengan harga yang fantastis. Karena tempat yang strategis dan memilih lantai paling atas di apartemen ini.


Setelah bernegosiasi dan Azka merasa cocok dengan tempat itu akhirnya Azka setuju untuk membelinya.


"Siapkan surat suratnya, hari ini juga aku transfer uangnya" pinta Azka kepada sekertarisnya.


"Baik Pak"


Setelah dirasa cukup Azka berniat untuk pindah Besok juga. Dirinya akan mengajak Ailsa setelah barang barangnya sudah selesai dipindahkan.


Azkapun pulang setelah dari survei apartemennya. tak lupa dirinya sudah meminta Sekertaris azka untuk memindahkan barang barangnya.


"kak apa kakak akan pindah ya?" tanya Emilie saat melihat sang abang memasuki rumahnya.


"iya, mamah ada dimana?" ucap azka


"Dikamarnya mama habis telefon sama ayah trus mama nangis dikamar"


"yaudah kakak kesana dulu ya"


"kak jangan sakiti mama, mama itu masih sedih papa perawatan sendiri disana dengan Sekertaris Tio karena papa melarang mama untuk menemaninya"


Azka beringsut tidak tega, tapi ini keinginannya juga toh dirinya tidak kemana mana.


"mah azka masuk ya mah"


"Mah azka pengen ngomong sesuatu sama mama"


"Apa sayang"


"Azka akan pindah ke apartemen yang Azka beli besok"


"Memangnya kenapa sayang papamu sedang perawatan diluar negri dan kamu mau ninggalin mama sendiri bersama Emilie?" bentak sang Ibu Raras.


"Mah, Azka pengen mandiri mah. Lagian jarak rumah kekantor itu sedikit jauh Azka capek jika terus bolak balik dimalam dan pagi hari."


"ck tapi kamu janji akan sering ngunjungin mama"


"janji dong mah"


Raras berfikir jika putranya sudah dewasa dan sudah ingin mandiri jadi dirinya memperbolehkan untuknya pindah disisi lain dirinya tidak ingin ditinggalkan sang putra.


"Kak kakak beneran dibolehin pindah?" ucap Emilie kesal dengan abangnya.


"iyah, Emilie kamu jaga rumah sama mamah ya"


"ck abang nih, mana alamat apartemen kaka yang baru biar aku bisa main kesana"


"dasar yaudah aku kirim nih alamatnya, lagian aku juga diapartemen kalau malem aja pagi pagi udah harus berangkat lagi"


"his dasar"


......................


Hari ini tepat dihari Weekend Azka pindah keapartemennya dirinya pun mengajak Ailsa. Sebelumnya Azka menjemputnya dirumah sekaligus ingin bertegur sapa dengan ayah ibu Ailsa sesuai janjinya.

__ADS_1


"Loh sayang tumben kesini, masuk masuk" Ucap Ailsa saat melihat sang kekasih berada didepan rumahnya.


"Sayang kamu duduk dulu yah aku mau nelfon Wina sama Alexa dulu."


Ailsa memberitahu Alexa dan Wina yang sudah janjian akan main bersama namun ia lupa jika dirinya sudah ada janji dengan sang kekasih. Dengan perasaan tidak enak akhirnya dirinya batal untuk hangout bersama kedua temannya. Ailsa pergi menemui Azka yang ia tinggal di ruang tamu, disana terlihat ibu Ailsa


Airin hernandez sedang duduk dan bercengkerama dengan Azka.


"Ibu, aku sama mas Azka pamit ya kita mau jalan jalan" pamit Ailsa


"iya sayang jangan malam malam ya pulangnya" ucap sang ibu


"iya janji"


"Ibu saya bawa Ailsa dulu ya, saya akan mengantarnya pulang sebelum jam malam" pamit Azka ramah


"Iya hati hati ya nak" ucap Airin sambil mengelus pundak Azka


Azka dan Ailsapun segera menuju apartemen tempat Azka. 30 menit kemudian mereka telah sampai, Ailsa terkagum melihat apartemen sang kekasih yang sangat menakjubkan fikirnya. Ailsa dipersilahkan masuk, dirinya terkagum melihat ruang yang begitu elegan.


"Sayang, kamu sabar ya satu persatu aku harus wujud kan mimpi mimpiku dulu. Aku janji setelah aku mapan dengan segalanya aku akan segera nikahin kamu. Tunggu aku, supaya aku punya modal untuk pengajuan ke orangtuamu" ucap Azka seraya jongkok dihadapan Ailsa yang sedang duduk disofanya.


Ailsa begitu terharu mendengar sang kekasih yang sangat ingin menghalalkannya, "iya sayang" balas Ailsa seraya memeluk sang kekasih. Azkapun mencium pucuk kepala Ailsa.


Cup


ciuman yang Azka daratkan kedahi Ailsa. Ia begitu menyayangi sahabatnya itu. Dia memberikan sebuah kotak kepada Ailsa


"Apa ini?" tanya Ailsa


"Untukmu sayang, bukalah"


dibukanya kotak tersebut nampak sebuah kalung emas yang sangat indah dengan berlian di tengah huruf AA, Ailsa tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya ia menangis sejadi jadinya.


"cup cup kok nangis sih"


"kamu hiks hiks"


"diem dong nanti cantiknya hilang loh" ucap Azka kepada sang kekasih


"sini aku pasangin"


"Makasih ya sayang hiks hiks" Ailsapun memeluk Azka


Sore hari Azka mengantarkan Ailsa pulang kerumah, setelah itu Azka pamit untuk pulang


Bersambung


Adeop


...----------------...


double up buat kalian korban ghosting hihi


yuk Like and kasih hadiah juga boleeh


VOTE


ADD FAVORITE


jugaaa jangan lupaa

__ADS_1


__ADS_2