
Hingga Alexa mendongak menegakkan pandangannya seraya berkata "Maafkan aku ayah, Alexa harus pamit maafkan Alexa yang harus meninggalkan ayah" lalu Alexa berbalik dan berjalan menuju jalan raya. Sekertaris Tio yang melihatnya begitu teriris ia juga menyesali karena tidak mampu merawat putrinya dengan baik.
Alexa yang saat ini berada di taksi untuk pergi kembali kehotel kini mulai menghirup nafas dalam dalam. Kaki Alexa mulai terasa nyeri, ia baru sadar kalau ia tadi sudah berdiri terlalu lama. ponselnya berdering tertera nama Dokter Helen. Alexa langsung menjawabnya.
"Halo kak Helen"
"Halo Alexa kamu jadi berangkat?" tanya dokter Helen.
"Iya kak, nanti malam. ada apa?" tanya Alexa
"Ck aku sudah memperingatkanmu janinmu masih lemah dan rawan untuk melakukan perjalanan, masih nekat juga. Kalau ada apa apa langsung kabari aku, begitu sampai disana juga harus mengabariku" ucap Dokter Helen pada Alexa panjang lebar.
"Kak helen tenang saja aku pasti akan mengabarimu" ucap Alexa
"Yasudah hati hati ya, ini mamaku sedari tadi menanyakanmu mampirlah sesekali jika kamu senggang" ucap dokter Helen
__ADS_1
"Maaf kak mungkin aku akan berkunjung saat kandunganku aman nanti, sampaikan salamku pada bibi ya"ucap Alexa
"Okeiy tentu aku tutup dulu ya ada pasienku yang mengantri"
Tak lama panggilan itupun berakhir. Namun ponselnya kembali berdering kembali ia melihat siapa yang menelfonnya disana tertera Nama presdirnya. Alexa kemudian mematikan ponselnya berharap tidak ada yang menelfonnya lagi.
Niat dan tekad Alexa yang bulat membuatnya enggan untuk berbalik lagi, Saat ini kehidupan baru yang ia impikan akan ada didepan mata. Mungkin ia akan kesulitan namun ia berjanji akan selalu berjuang dan bisa memenuhi apapun yang ia butuhkan nantinya.
Alexa meninggalkan kotanya dan kini ia sampai di kota baru, disana ia diantar oleh Sekertaris Arez. Hari ini Alexa mengganti nomornya dengan nomor yang baru. Alexa membeli sebuah ruko disalah satu kota yang indah nan cantik didekat pantai. Tempat yang begitu klasik dengan harga yang hampir merenggut uang tabungan Alexa selama 2 tahun ini. Setelah menyelesaikan jual beli ruko tadi Alexa mulai memasuki ruko yang baru ia beli, rasanya ada suatu kebanggaan tersendiri buat Alexa yang mampu membeli sesuatu yang besar dan berarti untuk pertama kalinya dengan hasil keringat sendiri.
"Seneng banget, ya walaupun ngga terlalu besar banget but i sure im happy dengan semua ini" ucap Alexa seraya berkeliling ruko.
"Kamu yakin mau buka usaha disini?" tanya Sekertaris Arez.
"Huum yakin tapi aku mungkin gaakan mulai sekarang aku butuh adaptasi sama lihat kondisi sekitar kira kira apa yang mereka inginkan" ucap Alexa dengan planning yang matang.
__ADS_1
"Kalau kamu butuh bantuan kamu bisa telepon kenomorku kapan saja, aku akan langsung kemari untuk adikku" ucap Sekertaris Arez seraya memegang kepala Alexa. Rasa sayang Sekertaris Arez kepada Alexa bak adik kakak kandung. Sekertaris Arez pernah kehilangan adiknya oleh sebab itu saat mama Alexa melahirkan adik bayi , Arez kecil sangat menyayanginya hingga ingin segera membawa pulang Alexa yang dikandungan. Namun sayang ketika mama Alexa tiada Tuan prastio membawa Alexa ke inggris ketempat neneknya oleh sebab itu Alexa dan Sekertaris Arez terpisah hingga mereka dipertemukan kembali di kantor Dirgantara group.
"Terimakasih Sekertaris Arez, oh tidak mungkin kak Arez haha" ucap Alexa
"Begitu lebih baik, okey mari kita bersihkan tempat ini supaya kamu bisa istirahat nanti" ucap Sekertaris Arez.
"Apakah sebaiknya kak Arez istirahat saja? lagian nanti malam kaka harus pulang kan" ucap Alexa.
"Gamasalah, mari aku bantu" ucap Sekertaris Arez langsung mengambil sapu. ketika selesai ruangan begitu rapi dan bersih Alexa dan Sekertaris Arez beristirahat disofa. Bangunan ruko ini memang baru saja dibangun dan pemiliknya baru memindah barang barang mereka 2 hari yang lalu.
Bersambung
...----------------...
Permintaan maaf dari author jadi up 2x ya, jangan lupa like komennya
__ADS_1