Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Bersama mertua


__ADS_3

"Sayang mama datang" ucap Raras ketika sudah berada didepan pintu apartemen yang hendak ditutup Alexa.


"Mama, kok cepet?" tanya Alexa seraya cipika cipiki dengan mertuanya itu.


"Iya mama tadi melihatmu saat bersama Azka di bawah, cuman mama salah parkir jadinya mama nyusul deh" ucap Raras seraya membawa belanjaannya masuk bersama Alexa.


"Kamu istirahat aja ya biar mama yang buat kuenya kamu pasti capek kan, abis periksa kandungan ya?" tanya Raras seraya memegang kedua pundak menantunya.


"Alexa gapapa kok ma, biar Ale bantuin mama ya" ucap Alexa memohon dengan berat hati Raras mengizinkan menantunya untuk membantunya membuat kue, semalam Alexa menyidam ingin memakan kue buatan mama Raras sehingga Azka meminta mamanya menuruti keinginan istrinya itu dan parahnya Raras justru sangat antusias menuruti keinginan menantunya itu sampai sampai akan membuatnya malam itu juga. Namun hal itu dicegah Alexa karena tidak mungkin merepotkan mertuanya ditengah malam, kemudian Alexa meminta agar membuat kuenya besok karena Alexa juga ingin membuatnya secara langsung hal itu awalnya ditolak keras oleh Raras namun setelah merengek akhirnya Raras mau menuruti keinginan menantunya.


"Gimana sayang cucu mama? dia baik baik aja kan?" tanya Raras seraya mengeluarkan bahan bahan dimeja dapur


"Alhamdulillah ma dia baik dan sehat" ucap Alexa


"Syukurlah, gimana reaksi Azka? Ini pertama kalinya dia menemanimu periksa kan" tanya Raras


"Iya ma, mas Azka terharu lihat anaknya dari monitor waktu di USG" ucap gadis cantik itu kepada sang mertua


"Mama ikut senang untuk rumah tangga kalian, maafkan Azka ya sayang seharusnya sejak awal dia yang harus mendampingimu tapi dia malah terguncang psikisnya" ucap Raras seraya mengusap rambut Alexa.


"Gapapa kok ma, mas Azka juga udah mulai berubah" ucap Alexa


"Kalau ada apa apa bilang ke mama ya sayang, kamu bisa tanya apapun ke mama" ucap Raras


"Tentu Ma, oh iya Ale mau tanya nih dulu waktu mama hamil mas Azka gimana sih rasanya?" tanya Alexa seraya membuat adonan kue.


"hmm hamil Azka itu bener bener perjuangan banget, di awal kehamilan gapernah absen buat muntah muntah. maunya tidur makan terus, bahkan sampe berat badan mama waktu itu beuhh nambah berkilo kilo sayang" ucap Raras kepada menantunya.


"sering nyidam yang aneh aneh juga ma?" tanya Alexa.


" tentu sayang dari awal kehamilan sampai mau melahirkanpun mama masih sering nyidam, aneh aneh lagi sampai-sampai papa mertuamu dan papamu hampir pasrah" tawa Raras mengingat kehamilannya dulu


"dan satu lagi, waktu mama hamil Azka dulu maunya bercibta terus. Gatau ya aneh memang karna sejak hamil gairah mama bertambah." bisik Raras pada menantunya, Alexa pun ikut menimpali ucapan mertuanya itu


"kayaknya Alexa juga deh ma, akhir akhir ini tiap kali liat mas Azka bawaannya pengen minta jatah terus tapi malu buat minta" ucap Alexa dengan nada pasrahnya


"Haha sayang kau minta saja atau langsung terjang. waktu dulu bahkan mama lebih ganas dan agresif, selalu mama yang memaksa duluan. Tapi ingat pesan mama untuk keluarin diluar supaya si baby aman dan tidak kontrakasi"pesan Raras pada menantunya.


Alexa dan mertuanya sibuk bertukar cerita, bagaimana dan apa saja yang Raras alami saat hamil Azka, suka makan apa saja dan kebiasaan apa saja yang Raras alami. Tak terasa kue buatan mereka sudah jadi, luar biasa wanginya benar benar merebak. Alexa sangat tidak sabar untuk mencicipinya


"Ma, ayo Alexa sudah tidak sabar" ucap Alexa merengek pada mertuanya yang masih sibuk menyusun kuenya didalam toples, Raras sangat senang melihat menantunya begitu lahap memakan kue kue yang sudah dibuat, ia mengelengkan kepala ternyata sejak tadi menantunya sudah ingin memakan kue kuenya.


"Ma ini enak banget" ucap Alexa seraya menangis


"Loh sayang kenapa" tanya Raras seraya memeluk menantunya


"Ini enak banget ma" Raras tertawa melihat tingkah menantunya.

__ADS_1


"Udah cup cup, ini makan lagi" tawa Raras makin keras ketika Alexa menganggukkan kepalanya seraya mengambil kue lagi.


Kalau Alexa dan mertuanya sedang bersenang senang memakan Kue disisi lain Azka sedang dipusingkan dengan setumpuk berkas yang tidak ada habisnya.


"Presdir selamat sore, ini ada berkas lagi yang perlu dicek" ucap Sekertaris Arez ketika sampai di ruangan bosnya.


"Arghh berapa lama aku menyelesaikan semua ini? Aku ingin segera pulang dan bertemu istriku" umpat Azka yang kesal dengan seluruh pekerjaannya.


"Saya letakkan disini ya presdir, saya permisi" ucap Sekertaris Arez


"hm" ucap Azka


"Sebaiknya aku telfon saja" ucap Azka


Drrt... drtt... Drtt


"Halo" ucap wanita diseberang


"Sayang lagi ngapain?" tanya Azka ketika melihat wajah cantik istrinya memenuhi layar


"nih abis makan kue sama mama, kamu mau?" ucap Alexa seraya mengarahkan videonya kebelakang dimana mama Raras menunjukkan kue kuenya


"Aku maunya makan kamu aja" jawab Azka seenaknya


"ih ada mama tau dasar gatau malu" ucap Alexa berbisik


"gamau, kamu aja yang cepet pulang" ucap Alexa seraya memeletkan lidahnya


"Ayolah sayang, aku gabisa pulang awal malam ini. Pekerjaanku banyak banget sayang, Mama mana biar aku yang bicara sama mama" ucap Azka lemah.


"Kenapa?" ucap mama Raras


"Ma tolong anterin istriku kekantor dong, aku kangen bgt sama dia" ucap Azka ceplas ceplos.


"Kamu jemput sendiri dong masa mama sih" ucap Raras menggoda putranya itu.


"Maaa ayolah, Azka khawatir kalau dia naik taksi. Kalau sama mama kan udah terbukti keamanannya" ucap Azka


"iya nanti mama antar"


"oke makasih ma, cepat ya" ucap Azka


"Sayang aku tunggu dikantor ya, nanti kalau udah sampai tinggal masuk aja okey" ucap Azka


"iya" ucap Alexa.


......................

__ADS_1


Setibanya dikantor Raras tau Alexa pasti tidak berani memasuki kantor, "Ayo sayang mama antar sampai kedalam" ucap Raras ketika raut wajah menantunya seperti ketakutan. Bukan tanpa sebab ia sudah lama resign dari perusahaan itu dan sekarang dia berada dalam keadaan perut buncit.


"Thanks ma" ucap Alexa seraya melepas seatbelt nya.


Raras menggandeng tangan menantunya dan berjalan memasuki kantor, seluruh karyawan tercengang melihat Sekertaris Alexa dalam keadaan perut besar berjalan bersama pemilik perusahaan. Seluruh karyawan menunduk dan tak sedikit yang berbisik dibelakang, jantung Alexa berdegup kencang dengan perasaan tidak tenang ia mengencangkan pegangan tangannya.


"ituka Sekertaris Alexa, dia hamil?" "anak siapa?" "dia datang bersama ibunya presdir jangan jangan" "jangan jangan Sekertaris Alexa keluar karena hamil diluar nikah"


"jangan jangan itu anak presdir?" "tapi bukankah presdir belum menikah?" segerombolan bisikan yang Alexa dengar.


"sayang tidak perlu khawatir, mama yakin Azka punya cara sendiri untuk mengatasi semuanya" ucap Raras seraya menekan lift. Kini Alexa dan mama Raras sudah sampai didepan ruangan Azka.


"Sayang masuklah, mama sekalian pamit ya salam buat suamimu mama harus pulang papa mertuamu sudah mengoceh sedari tadi" ucap Raras yang dijawabi anggukan.


"Sekertaris Arez aku mau kamu sampaikan kepada Azka bahwa banyak karyawan Azka yang berbisik melihat Alexa tadi, aku ingin kamu segera menyelesaikan hal ini, akuu tidak ingin menantuku kenapa napa.


"Tentu nyonya" ucap Sekertaris Arez.


"Sayang kamu sudah datang?" ucap Azka seraya menghampiri istrinya.


"Mama mana sayang?" tanya Azka


"Mama mengantarku sampai depan ruanganmu tapi ia izin pulang karena papa sudah menyuruh mama pulang" ucap Alexa yang dijawabi anggukan oleh Azka.


Cup


Azka mencium bibir Alexa singkat berkali kali, karena Alexa tidak membalas ciumannya Azkapun mengerutkan keningnya.


"Hei kenapa mukanya ditekuk seperti ini" ucap Azka seraya memegang dagu Alexa. Alexapun menggeleng.


"kenapa sayang?" ucap Azka


"hiks, banyak yg berbisik tentangku" ucap Alexa tak tahan membendung tangisnya, ibu hamil ini begitu sensitif


"Oh astaga aku lupa, sayang aku lupa mengenalkanmu" ucap Azka. Tak lama iapun memanggil Sekertaris Arez


"ya presdir" ucap Sekertaris Arez


"Tolong kau umumkan semua karyawan berkumpul digedung serbaguna sekarang"


"Baik presdir"


"kau mau apa" tanya Alexa


"mengatakan pada semua orang bahwa kamu adalah istriku, cintaku, dan ibu dari anakku" ucap Azka seraya mengecup bibir Alexa.


Ciuman yang semula biasa berubah menjadi ******* ******* kecil dan berkembang menjadi ******* yang ganas, Alexa menahan dada Azka agar melepaskan pagutannya.

__ADS_1


"Sudah, aku tidak bisa bernafas" ucap Alexa mengusap bibirnya yang basah.


__ADS_2