Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
SEASON 2 AILSA


__ADS_3

London


Disinilah gadis cantik yang berusaha tetap tegar meskipun hatinya terluka amat dalam berada, dengan memakai pakaian casual dan santai Ailsa berdiri diatas jembatan yang teramat indah pemandangannya. Ia baru saja mendapatkan pesan dari kakaknya untuk segera pulang karena malam nanti ia akan mengajaknya ketempat pameran lukisan dan hal itu menjadi kesukaan Ailsa selama ini.


Ailsa menghabiskan banyak waktu di london untuk berjalan jalan , melukis, dan menyendiri. Penghianatan Azka dan Alexa benar benar menyakiti hatinya. Ia benar benar tidak menyangka pada kedua sahabatnya mampu bermain dibelakangnya, Kini meskipun demikian Ailsa bersyukur karena terhindar dari cowo yang tidak baik untuknya.


Hati wanita mana yang tidak sakit saat melihat pacar yang bertahun tahun ia pacari bahkan sudah kenal dari zaman masih anak anak tega bermain belakang dengan sahabat yang baru ia kenalkan beberapa hari. tiap mengingatnya rasanya Ailsa ingin berteriak, air matanya luruh tak diinginkan. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap biasa sampai akhirnya Ailsa menangis seraya menumpukan kepalanya pada tangan yang ia sedeku kan di jembatan.


Sesakit itu,


Hiks hiks


Tiba tiba ada yang berdiri disampingnya, Ailsa pun seketika terdiam dan mendongakkan kepalanya. Pria tampan yang beberapa hari ini ka temui berdiri seraya mengulurkan sapu tangan.


"Pria dengan visual yang sangat tampan, hidung mancung dengan ekspresi dingin membuat laki laki itu terlihat sangat cool" batin Ailsa. Kemudian Ailsa menerima sapu tangan itu, seraya berterima kasih.


"Rupanya kamu bisa menangis" ucapnya seraya tersenyum


"Saya juga manusia kan jadi wajar kalau saya menangis" ucap Ailsa.


"untuk apa sore sore begini diatas jembatan, itu akan membuatmu terkesan ingin bunuh diri" ucap pria tampan itu yang bernama Gerald


"Ide yang bagus kenapa aku tidak mengakhiri hidupku dengan terjun jembatan ini ya" ucap Ailsa yang seketika mendapatkan jitakan dikepalanya.


"heh ngawur, pikiran macam apa itu" ucap Gerald kesal.


"auch, sakit tahu" gerutu Ailsa


"lagian untuk apa mikirin kaya gitu" ucap Gerald


"ih kan cuman main main doang sih, aku masih waras kok mana mungkin aku mati begitu aja, btw ngapain anda disini" jawab Ailsa.


"Gaada, aku memang dari tadi disini sampe ada gadis yang tiba tiba nangis diatas jembatan sendirian" ucap Gerald seraya berjalan bersender pada jembatan.

__ADS_1


"Sumpah ini cowo bener bener ganteng maksimal" batin Ailsa yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik lelaki tampan itu.


"Kenapa bisa disini? Kamu lagi ngga ngikutin aku kan?" ucap Ailsa penuh curiga pasalnya ia selalu bertemu dengan lelaki itu padahal inggris sangat luas.


"Aku? Ngikutin kamu? Hahahahah" ucap Gerald seraya tertawa, hal itu membuat dirinya makin tampan berkali kali lipat pasalnya ia selalu menampilkan wajah datarnya yang dingin


"kamu kebanyakan nonton drama, aku dari sana habis ketemu klien sama keluarganya yang sedang berlibur" tunjuk Gerald pada sebuah restoran didekat sana. Gerald sendiri juga heran kenapa lagi lagi ia harus bertemu dengan gadis itu dimana mana. Terakhir kali ia diberikan gift sebagai ucapan terima kasih, ia bahkan belum berkenalan secara baik baik dengan gadis itu.


"Aku bukan type orang yang mudah bergaul dengan orang baru tapi jika kamu free aku rasa kita bisa ngobrol sedikit dan berkenalan dengan baik tuan Gerald, terkahir kali aku sudah merepotkanmu" ucap Ailsa sopan


"Sure mari" ucap Gerald seraya mempersilahkan Ailsa memasuki mobilnya.


Mereka menuju cafe yang lumayan mewah, kini mereka duduk dikursi dengan pemandangan kota london yanb begitu indah. Mereka memesan hot americano dan matcha latte kesukaan Ailsa.


"Jadi mungkin saya kurang sopan dulu, mari kita berkenalan dengan baik. Namaku Ailsa Arabela Hernandez, mungkin kau pernah dengar margaku. Aku adik dari Rendhy Hernandez, kakakku mengenalmu tapi mungkin kamu tidak mengenalnya" ucap Ailsa


"Aku mengenalnya kemarin kami juga baru saja tanda tangan proyek bersama" ucap Gerald singkat.


"Oh begitu, lalu namamu?" dengan polosnya Ailsa bertanya demikian.


"Hah iya ya aku lupa" Ailsa menepok jidatnya entahlah ia menjadi sangat lemot.


"Aku Gerald Alfred wilson, kalau kamu dengar berita tentangku kamu perlu berhati hati karena biasanya media sangat melebih lebihkan tentangku" ucap Gerald


"Bagaimana mungkin kakakku sendiri yang bercerita tentangmu, pengusaha sukses yang tak tersentuh" ucap Ailsa seraya menahan ketawa.


"Hei kenapa kau ketawa, jangan meledekku ya" ucap Gerald


"Tidak aku hanya tertawa karena kau sampai mengusir banyak wanita saat perjamuan, apa kamu maaf penyuka sesama jenis?" bisik Ailsa


"Ck enak saja aku pria normal, aku mengusirnya karena mereka semua menyebalkan, Mereka pandai merayu hingga melepaskan busana mereka didepanku" geram Gerald ketika mengingatnya


"Kenapa kamu kesal? Bukankah lelaki akan terpancing jika dihadapkan dengan hal itu? Buktinya mantan pacarku dia tergoda dengan pesona sahabatku" ucap Ailsa seraya meminum matcha lattenya.

__ADS_1


"Waw benarkah? Aku rasa sahabatmu sebegitu seksi hingga membuat mantan pacarmu terpesona" tanya Gerald santai ia benar benar tidak menyangka kalau gadis cantik dan imut dimatanya ditikung sahabatnya.


"Eh" Ailsa baru sadar kalau malah membahas Azka dan Alexa


"lupakan aku gamau membahas mereka" ucap Ailsa kemudian


"Oh jadi karena itu kamu menangis dijembatan tadi? Hahah lucu sekali kisah hidupmu ya" ucap Gerald


"Ih gak gitu lah, cuman keinget sakit hatinya doang sih" ucap Ailsa cemberut


"Tidak semua laki laki seperti mantanmu kan? Cukup bersedih dengan kisah cintamu ya" ucap Gerald seraya mengacak rambut Ailsa


"Ih apaan sih engga tauuuk, kamu mana tahu rasanya memangnya ada yang berani bsrdekatan dengan pengusaha muda tak tersentuh" ledek Ailsa dengan menjulurkan lidahnya dihadapan Gerald.


"hahah dasar" "gemes banget mukanya" batin Gerald


Tak lama kemudian Gerald mendapatkan telfon dari Bimo.


"Yes bim?" tanya Gerald ketika sang asisten menelfonnya


"Tuan muda dimana?" tanya bimo


"Aku di Cafe biasa kenapa?"


"Tuan muda buka berita sekarang, Tuan muda berkencan dengan siapa?" tanya Bimo yang meminta kejelasan dari bosnya


"Hah sudah kuduga, aku lupa memesan vip room. Bim bereskan seperti biasa" ucap Gerald


"Tentu tuan muda" panggilan pun berakhir kini giliran Ailsa yang ditelfon kakaknya


"Al dimana" tanya Rendhy begitu Ailsa mengangkat telfon


"di-" belum selesai Ailsa menjawab sudah dipotong oleh suara keras Rendhy

__ADS_1


"Pulang sekarang juga"


__ADS_2