
Seketika dunia Sekretaris Tio runtuh, apa yang ia takutkan selama ini ternyata benar adanya. Dengan tangan mengepal sekretaris Tio menonjok wajah Azka dengan sekali pukulan hal itu menyebabkan sudut bibirnya berdarah. Jujur ia sangat kecewa dengan kelakuan majikan dan putri kesayangan satu satunya yang ia miliki. Sekretaris Tio menangis, ia hanyalah seorang ayah yang sangat kecewa dengan semua orang yang menyakiti putrinya.
“Kenapa anda lakukan ini tuan muda kenapa kenapa putri saya? Dunia saya hancur melihat putri kesayangan yang aku jaga mati matian dan satu satunya yang kumliki tengah hamil diluar nikah seperti ini kenapa?” ucap Sekretaris Tio seraya mencengkeram kerah Azka. Sekretaris Tio memberanikan diri memukul putra majikannya akibat rasa sakitnya sebagai seorang ayah yang dikecewakan putra putrinya.
“Maaf maafkan saya” ucap Azka lirih. Sekretaris Tio melepaskan cengkeramannya pada kerah Azka dan meminta maaf kepada Baron.
“Maaf Tuan Baron saya permisi” Ucap Sekretaris Tio seraya meninggalkan mereka.
Baron diam dengan tatapan tajam membunuh kearah Azka. Tak lama Raras ibu Azka turun setelah mendengar keributan. Baron mendekati Azka yang saat ini menunduk. Baron mencengkeram kerah kemeja Azka.
__ADS_1
“Apa yang sudah kamu lakukan AZKA!! Apa papamu ini pernah mengajarimu untuk menjadi seorang bajin*an seoerti ini hahh?! Apakah kamu juga tahu kebodohan apa yang sudah kamu lakukan hah?” bentak Baron kepada putranya.
“Pah ada apa ? kenapa bicara keras seperti itu?” tanya Raras yang saat ini memegang tangan Baron yang mencengkeram di kerah Azka.
"Lihatlah putra kesayanganmu ini, berani sekali anak bejatmu ini menghamili sekretaris Alexa sekretarisnya sekaligus putri Sekertaris Tio" ucap Baron seraya membogem wajah Azka hingga tersungkur.
"Apa?!" ucap Raras seraya terduduk di sofa seraya mengeluarkan air matanya.
"Apakah kamu tahu akibat yang kamu lakukan ini? bagaimana perasaan Sekertaris Tio saat ini? bayangkan putri satu satunya yg ia miliki dirusak oleh anak majikannya yang bejat seperti dirimu ini hah" Emosi baron kian mencuat lagi ia mencengkeram kerah Azka lagi.
__ADS_1
"Azka bisa jelaskan pah mah, maafkan Azka"
"Apa kau fikir dengan maafmu bisa mengubah keadaan? apakah kamu tidak berfikir bagaimana perasaan Ailsa?" ucap Baron lagi.
"Maafkan Azka pa" ucap Azka lirih meminta ampunan pada sang papa. Baron meninggalkannya begitu saja ia begitu sakit mendengar kebenaran yang terucap dari mulut putranya.
"Maafkan Azka ma" ucap Azka kepada sang Mama yang menangis disofa
"Apa yang sudah kamu lakukan Azka, mama benar benar kecewa padamu. Apakah kamu sudah kehilangan akalmu? bagaimana perasaan Ailsa yang sudah dikhianati oleh kekasihnya dan sahabat dekatnya??!" ucap Raras seraya bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Mah maafkan Azka" ucap Azka mulai mengeluarkan Air mata. Dengan keadaan kacau Azka menaiki tangga menuju kamarnya, disana ia berpapasan dengan sang adik yaitu Emilie. Azka menatap sendu pada Adiknya ia yakin jika adik kesayangannya juga sangat kecewa pada dirinya. Emilie menatap sang kakak dengan tajam tanpa berkata apapun ia hanya berdiri tanpa berniat bertanya ataupun mengajak bicara.
Azka mulai pergi menaiki tangga dan menuju kamarnya meninggalkan sang adik yang sepertinya sangat kecewa padanya. Azka berdiam diri dan menangisi keadaannya yang berbuat seperti itu menyesal? sudah pasti ia benar benar mengecewakan orang orang didekatnya.