
Setelah hampir selesai, Azka berniat menemui sang kekasih pujaannya baru nanti pulang kerumah.
Pekerjaannya dengan cepat sudah Azka selesaikan, Ia bergegas merapikan pakaiannya dan keluar membawa tas jinjing dengan beberapa berkas didalamnya.
"Sekertaris Alexa, Saya ada urusan anda boleh pulang sehabis ini" Ucap Azka ketika melewati meja sang sekertaris candunya yang dijawab anggukan.
...----------------...
Azka memasuki mobilnya dan melajukannya menuju Caffe Ailsa, Sebelum itu dirinya ingin membawakan kejutan untuk Ailsa ia melajukan mobilnya ke salah satu toko bunga ia memilih seikat bunga mawar merah dengan wangi yang sangat menggoda. Tak lama Azka juga membeli sekotak besar coklat bermerek dengan kacang mete didalamnya. Sungguh sangat romantis fikirnya.
Azka mulai melajukan menuju caffe Ailsa, 15 menit kemudian ia telah sampai. Dirinya berhenti diparkiran mobil yang cukup ramai itu. Azka menelfon Ailsa namun selalu ditolak Ailsa, Karena Ailsa tidak kunjung mengangkat telefonnya Azka memiliki ide sepintas yang sedikit nekat dan gila.
"Maafin aku sayang hehe aku ingin tau kamu panik engga baca pesanku" senyum smirk menghiasi wajah Azka. Azka mulai mengetikkan sesuatu diponselnya yang ia tujukan kepada Ailsa kekasihnya. Tak lama Ailsa menelfon balik ke ponsel Azka. Seketika raut wajah Azka langsung senang dan menampilkan senyum tampannya sudah dia duga ini akan bereaksi terhadap Ailsa yang sudah mencueki dirinya.
"halo sayang"
"Sayang dimana?" tanya Ailsa yang terdengar panik.
"Sayang kemari di parkiran caffemu aku sudah tidak kuat sakit sekali" Ucap Azka dengan suara yang ia dramatisasikan, seketika ia langsung mematikan telefonnya.
"Halo... haloo sayang?"
"Ck dimatiin lagi kesal Ailsa namun ia langsung berlari menuju parkiran caffenya yang terlihat ramai dan penuh dengan kendaraan pengunjungnya. Ailsa menoleh kesana kemari
"mana sih si Azka"
"jangan jangan bohongin gue lagi tu orang" kesal Ailsa yang tidak melihat adanya Azka. Azka melihat Ailsa sedang kesal seraya celingak celinguk kesana kemari, ia langsung menarik tangannya dan membekap mulut Ailsa. Seketika Ailsa memberontak hendak berteriak
"aaaaakk penculik tolong emm emm" teriak Ailsa seraya dibekap tangan Azka.
"Ssst sayang diamlah sayang ini aku" Azka tersenyum jahil. Azkapun melepaskan tangannya yang membekap mulut Ailsa
Seketika Ailsa terbelalak dia meneliti keadaan Azka yang tadi berkata jika dirinya kecelakaan namun sepertinya Azka terlihat baik baik saja. Ailsa sangat bodoh sudah diperdaya oleh seorang Azka. Kini Ailsa seketika memasang wajah garangnya dia sudah sangat kesal sampe ke ubun ubun.
Ailsa menatap Azka dengan tajam tangannya ia silangkan didadanya. Azkapun langsung terkesiap melihat tatapan tajam dari sang kekasih.
"Haduh kayaknya makin marah deh" batin Azka
"Memangnya ini lucu hah?" ketus Ailsa
"Hehe maaf sayang tadi mau ngetes kamu aja" jawab Azka tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Apa kamu fikir hal kaya gitu bisa dibuat mainan?"
"Kamu fikir hal itu bisa dibuat bahan becandaan hah?" Maki Ailsa yang tidak senang dengan sikap Azka yang kekanakan itu.
"hehe maafkan aku sayang, kamu tadi marah denganku jadi aku pengen lihat kamu khawatir engga sama aku" ucap Azka merasa bersalah melihat kekhawatiran sang kekasih akibat ulahnya itu.
Ailsa sangat kesal iapun menghempaskan tangan Azka yang memegangi kedua tangannya. Sungguh kekasih mana yang tidak panik saat kekasihnya kecelakaan dan tengah kesakitan. Namun ia malah dipermainkan oleh kekasihnya itu, Ia sudah sangat kesal dengan tingkah laku Azka yang kekanakan seperti ini.
"Aduh kayaknya beneran salah sasaran nih gue" Batin Azka merutuki kebodohannya.
"Sayang maafkan aku, bukan maksud untuk membuatmu marah" Azka meraih tangan Ailsa. Namun Ailsa masih saja cuek dan kesal terhadap dirinya. Azka kemudian teringat ia segera membuka mobilnya dan mengambil barang yang ia bawa tadi. Seketika Azka berlutut memberi sebuket bunga mawar nan indah serta sekotak coklat yang diberi hiasan sungguh sangat romantis.
Ailsa dibuat terkejut demi apapun ia dibuat begitu terpesona oleh Azka saat ini hatinya benar benar meleleh kala Azka berlutut seraya memberikan bunga dan sekotak coklat dihadapannya. Tak lupa Azka mengucapkan kata "maaf" berkali kali. Namun Ailsa tampak biasa saja dan berkata
"Apaan sih aku lagi gak ulang taun tuh" ketus Ailsa padahal saat ini hatinya sudah sangat berbunga bunga.
"Kan emang kamu lagi gak ulang tahun, tapi aku lagi minta maaf sama kamu" ucap Azka seraya tersenyum tampannya
"Apaan sih gajelas, udah lah males aku ngomong sama kamu. Tukang tipu!" ketus Ailsa seraya membuang mukanya, sungguh ia sangat ingin tertawa untuk saat ini.
"Ayangg maafin aku yaah, aku emang salah. Tapi aku seneng deh kamu khawatirin aku kaya tadi"
Ailsa yang melihat wajahnya semakin tertawa dalam hati "coba lihat deh wajahnya seperti seekor kucing abis nyolong ikan aja haha, makin gatega aku"
"Sayang jangan ngomong gitu"
"Iya iya aku maafin, lain kali gaboleh diulangin lagi ya" Pertahanan Ailsa mulai luluh.
"Iya aku janji sayang" Azka pun mulai berdiri dan menghampiri Ailsa.
"eittss mau ngapain?" tanya Ailsa
"Mau peluk" jawab Azka dengan polosnya
"Gaada peluk pelukan minggir! siniin coklat sama bunganya"
"Yaelah sayang mah lebih sayangan coklat sama bunga ya ketimbang aku" kesal Azka
"hehe lagian peluk peluk" Ailsa mulai menghirup bunga itu wangi fikirnya ia begitu senang tiba tiba Azka menarik Ailsa kedalam pelukannya. Ailsa terkejut tapi ia juga tidak berontak ia merasa sangat nyaman didalam pelukan laki laki sahabat sekaligus kekasihnya itu.
Ailsapun membalas pelukan Azka yang terasa hangat itu. Ia begitu kangen dengan prianya itu sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bercengkerama berdua. Dipelukannya Azka tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Sayang aku kangen kamu" lirih Azka yang hanya diangguki oleh Ailsa.
"Sayang jangan kasih tau papamu ya tentang tadi" pinta Azka ketika mengurai pelukannya
"udah aku aduin, besok siap siap ya wajahmu yang tampan ini babak belur" Ucap Ailsa menjahili kekasihnya seraya mengusap pipi Azka
Azka menelan ludahnya kasar,
"Sayang kamu gak lagi becanda kan?" tanya nya lirih
"Engga kok semangat yaa aku tunggu wajahmu yang nakal ini menjadi warna warni merah keunguan" Ailsa tersenyum smirk, kini Azka benar benar ketakutan dibuatnya
"Hahaha kenapa?, salah sendiri mau cium aku" Saut Ailsa ketika Azka diam saja
"Aku bener bener kapok gamau lagi deh janji" Azka memelas
"iya, kamu tenang aja aku cuman bohongin kamu haha"
"Ailsaaaa" teriak Azka kesal, Ia benar benar kesal dengan gadis didepannya yang berani membohonginya.
"udah mulai bohong kamu ya sini gak aku cium beneran loh" ancam Azka. Ailsa seketika berlari seraya mengeluarkan lidahnya mengejek Azka.
"Ailsaa kamu ini bener bener ya, Sayang sini gak!" Ucap Azka seraya berlari mengejar Ailsa yang menjauhi dirinya.
Bersambung,
Adeop
...----------------...
Jangan bosan untuk kasi like, komen, vote, dan hadiahnya ya🖤
Oiya just info mungkin otor akan up 2 hari sekali, karna otor udah mulai kesibukan kuliah dan harus berkutat dilayar lepi dengan sekumpulan tugas yang mulai menanti. Akan aku usahakan up sehari sekali tapi kasih otor semangat dulu dong bisa :
like
komen
vote
add to favorite biar kalian gak ketinggalan pas otor up dan jangan lupa Kasih hadiah juga boleeh
🖤🖤🖤
__ADS_1