
Ailsapun sarapan, setelah itu pergi kekantor Gerald. Sesampainya disana ia ke resepsionis,
"Maaf bisa bertemu dengan Tuan Gerald?" ucap Ailsa.
"Apakah sudah membuat janji sebelumnya?" ucap sang resepsionis.
"em belum" ucap Ailsa jujur.
"Dengan nama siapa?" tanya resepsionis
" Ailsa"
"baik mohon ditunggu diruang tunggu nanti saya kabari kembali" ucap sang resepsionis.
"Tentu terima kasih" ucap Ailsa ramah
......................
Hampir satu jam Ailsa menunggu, iapun mulai mengantuk dan bosan. Ia mendekat kemeja resepsionis lagi,
"mbak, apakah Tuan Geraldnya masih lama?" tanya Ailsa.
"Saya sudah menelfon kebagian asisten Tuan Gerald namun saat ini beliau sedang rapat dengan beberapa petinggi perusahaan, jadi kemungkinan masih lama nona. Apakah ada yang bisa saya bantu untuk menyampaikan pesan nona?" ucap resepsionis tadi.
"em gabanyak sih tapi saya ingin berterima kasih secara langsung, tidak apa apa saya tunggu saja. Oh iya mungkin apa boleh saya bertanya kantin perusahaan di sebelah mana?" tanya Ailsa
"silahkan kekiri nona lalu lurus saja maka kantin akan terlihat" ucap resepsionis
"Oke baiklah terimakasih banyak" ucap Ailsa tanpa mengurangi rasa hormatnya sedikitpun.
Ailsa pergi menuju kantin, ia akan meminum segelas kopi untuk meredakan rasa kantuknya. Huftt....
"Ternyata begini rasanya jadi orang kecil yang mau bertemu atasan, lucu juga" ucap Ailsa lirih.
Ailsa lama sekali menyantap makan dan minumnya dikantin itu, 5 menit saat Ailsa hendak berdiri dan hendak membayar, karyawan kantor menunduk pelan pada seseorang yang memasuki area kantin. Dengan langkah tegap pria dengan postur tinggi tegap dengan wajah menawannya memasuki area kantin diikuti oleh asisten pria.
__ADS_1
Dia adalah presdir di perusahaan itu, Gerald dengan jas berwarna biru dongker dan inner berwarna putih dengan 2 kancing atas terbuka, benar benar pemandangan yang samgat sayang untuk dilewatkan.
Ailsa yang masih terbengong itupun tak melewatkan kesempatannya untuk segera mendekat kearah Gerald.
"Tuan, aku ingin mengembalikan uang yang waktu itu." ucap Ailsa kala sudah didepan Gerald.
"Ternyata cukup keras kepala" ucap Gerald pada Ailsa
"Jangan begitu, aku sangat berterima kasih padamu. Tempat itu cukup asing untukku jika aku tidak bertemu dengan orang baik sepertimu aku tidak tahu apa aku bisa pulang atau tidak" ucap Ailsa seraya mengambil dompet dan gift card yang kemudian menyodorkan kearah Gerald.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, kalau begitu saya permisi" ucap Ailsa dengan senyumnya.
Gerald Pov
Setelah rapat dengan para petinggi yang cukup alot karna banyak dari mereka yang menuntut Gerald untuk segera menikah dan memiliki penerus perusahaan agar mereka dapat mempersiapkan kursi utama pemimpin perusahaan sejak awal.
Gerald yang sudah pusing tiba tiba jenuh dan ingin kebawah untuk jalan jalan. Bimo mengatakan jika seseorang ingin bertemu dengan Gerald dia sudah membuat janji 1 jam yang lalu. Gerald yang mendengarnya langsung menjeda kegiatannya,
"Bim nanti saja dan bilang suruh menungguku lagi, aku akan kebawah dulu" ucap Bimo
"Aku pengen kekantin" Ucap Gerald yang sudah mulai melangkah meninggalkan ruangan. Bimo yang ditinggal langsung ngacir menyusul tuannya.
Sampai dibawah semua pekerja menunduk menyambut kedatangan presdirnya. Gerald melihat gadis cantik yang saat ini dia melihat gadis itu bergegas kearahnya.
Dia sepertinya hendak membayar hutangnya, sungguh keras kepala memangnya siapa yang peduli dengan uang yang menurut Gerald tidak banyak itu. Tapi sepertinya gadis itu tetap mau mengembalikannya, Gadis itu menyodorkan uang dan gift card kemudian mengatakan terima kasih.
Harus diakui Gerald memang sedikit tertarik dengan Ailsa, menurutnya dia gadis kecil yang manis.
Gerald tersenyum ketika membuka giftcard yang Ailsa berikan, dia melihat tulisan Ailsa yang mengucapkan terima kasih dan beberapa karya lukis Ailsa, ya ketika giftcard dibuka ternyata dengan otomatis beberapa lukisan dan terakhir ditengah terdapat ucapan terima kasih, menurutnya sangat lucu.
Gerald Pov End.
......................
__ADS_1
Alexa yang saat ini memakai pakaian kasual yang memperlihatkan baby bumb nya ditemani sang suami pergi ke dokter kandungan. Jujur ini pertama kalinya ia ditemani saat memeriksakan kandungannya, Binar bahagia dirasakan oleh Azka ketika melihat anaknya melalui layar monitor.
"Bayinya sangat sehat, tapi harus sering minum vitamin ya" ucap Dokter.
"Tentu dok, terima kasih. Oh iya dok apakah kita boleh melakukan hubungan suami istri dok?" tanya Azka tak tahu malunya.
"Ih kamu apaan sih" omel Alexa mendengar ucapan suaminya.
"Tentu, tapi tolong bermain pelan dan pastikan supaya menjaga bayinya tetap nyaman" ucap Dokter.
Kini Azka dan Alexa sudah berada dimobil,
"Kamu pengen sesuatu sayang?" tanya Azka yang dijawabi gelengan dari Alexa.
"Yakin? Kamu ikut kekantor ya?" tanya Azka.
"Aku pengen pulang aja, tadi juga mau bantuin mama bikin kue" ucap Alexa.
"Sayang jangan cape cape, aku gamau kamu kenapa kenapa" ucap Azka tegas.
"Iya" ucap Alexa tersenyum melihat pria disampingnya yang sudah banyak berubah. Azka dan Alexa sudah sampai diapartemen, Azka mengantar sang istri masuk kedalam apartemennya.
"Kamu yakin sayang gamau ikut aku kekantor aja? Aku khawatir meninggalkanmu disini sendirian" ucap Azka kala sudah memasuki kamarnya.
"Iya, bentar lagi mama sampe kok kamu tenang aja." ucap Alexa, tak lama ponsel Azka berdering.
"Ada apa Sekertaris Arez?" tanya Azka
"Presdir apakah sudah selesai urusannya? Ada beberapa rapat yang harus segera dilakukan dan menunggu presdir saja"
"Ck iya aku kekantor sekarang" ucap Azka.
"Sayang maaf aku harus kekantor sekarang, maaf meninggalkanmu sendirian. Aku akan menelfon mama untuk segera kemari." ucap Azka seraya mengecup bibir Alexa.
"iya udah sana berangkat" ucap Alexa.
__ADS_1
Bersambungg