Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
tertampar


__ADS_3

Azka semakin mengikis jarak hingga deru nafasnya dapat Ailsa rasakan, namun seketika tangan Ailsa terangkat dan menampar pipi Azka yang sudah mulai menempelkan hidungnya ke hidung Ailsa.


plak


Pipi Azka terasa berkedut, seketika Azka sadar dan meminta maaf kepada Ailsa. lalu bagaimana reaksi Ailsa saat ini? jangan ditanya lagi Ailsa sudah mulai


...----------------...


Ailsa sudah mulai kesal dan emosi, Azka tentu sudah tahu jika ia tidak ingin dan tidak bisa disentuh sama sekali tetapi seakan lupa atau apa Azka malah ingin menciumnya


"Sayang maaf aku" ucap Azka terpotong saat Ailsa langsung mencecar Azka dengan beribu pertanyaan


"Kamu apa apaan sih"


"kamu kenapa?"


"kamu kan tau kita gapernah ngelakuin ini"


"kamu udah janji kann jawaabbb"


"Ini itu kayak bukan kamu tau ngga"


"kenapa kamu begitu penuh ***** sekarang? hah?" teriak Ailsa yang kini sudah mulai berdiri dari tempat duduknya seraya menatap Azka tajam.



"Sayang maaf aku beneran gasengaja, kamu benar benar cantik aku jadi ingin menciummu" ucap Azka merutuki kebodohannya.


"oh jadi menurutmu aku selama ini gak cantik hah?" ketus Ailsa


"Hei maafkan aku sayang, aku juga khilaf tadi maafkan aku ya" ucap Azka yang ikut berdiri dari duduknya dan meraih tangan Ailsa. Namun Ailsa diam saja dan tampak melepaskan tangan Azka yang memegangnya


"Sayang maafkan aku" ucap Azka pasrah


"Gakkkk minggir aku mau pulang" Ailsa melepaskan tangan Azka yang memeganginya


"Sayang maafkan aku dulu yah"


"Aku bilang engga ya engga, minggir gak"


"minggir" ucap Ailsa menajamkan tatapannya kepada Azka.


Ailsa begitu kecewa terhadap sikap Azka, bisa dibilang kemarahan Ailsa tidak wajar dan terlihat lebay tapi percayalah Ailsa berniat memberi peringatan kepada Azka jika dirinya memang tidak bisa jika harus berciuman saat dirinya sudah berjanji kepada sang ayah akan menjaga dirinya. Mungkin terlihat sepele hanya ciuman saja namun lama lama yang berawal dari ciuman saja inilah bisa menjadi kesalahan suatu saat nanti jika memang hanya dibiarkan.


"Sayangg maafkan aku, aku janji gaakan ngelakuin itu lagi sampai saatnya tiba nantinya" mohon Azka.


"oke aku akan memaafkanmu tapi aku akan bilang pada ayah hal ini" sudut bibir Ailsa tertarik keatas membentuk lengkungan, sebisanya ia membuat Azka ketakutan dengan ancamannya.


Ailsa yang awalnya ingin memperingati Azka, terlintas ide gila ingin sekaligus menjahili sang kekasih. Terlihat wajah Azka yang pucat dan panik membuat Ailsa menahan tawanya. Sungguh tidak tega melihat sang kekasih kesayangannya begitu pucat batin Ailsa.


"Sayang aku mohon jangan kasih tau papamu ya, sayang aku beliin apapun yang kamu mau deh" mohon Azka, Sebenarnya Azka tidak begitu takut meskipun ayah Ailsa memang sedikit galak namun masih bisa ia tolerir namun Azka takut image nya terkesan buruk kepada calon mertuanya itu. Hati papa Ailsa susah ditaklukkan perlu perjuangan panjang agar bisa direstui oleh sang Ayah hernandez itu.


Papa Ailsa memang sudah tahu jika mereka pacaran dan memperbolehkan karena Ailsa dan Azka sudah berjanji tidak akan melewati batasannya, namun sikap papa Ailsa yang begitu overprotective terhadap Ailsa membuat Azka sangat takut untuk merusak citranya dan ujung ujungnya ia juga yang tidak direstui sang Ayah Ailsa yang begitu berkuasa.


"Bodo amat" Ailsa masih terus melanjutkan Aktingnya, Ia akan menjahili Azka sampai besok agar Azka tidak berani macam macam lagi padanya. Ailsa berlalu dan meninggalkan ruangan Azka, Berulang kali Azka menghentikannya namun tak dihiraukan Ailsa.


"Minggir atau aku telfon papaku sekarang juga?" tawar Ailsa seraya menaikkan kedua sudut bibirnya.


"Iya iya, tapi sayang maaf kamu beneran gamau aku kasih apapun sesuai yang kamu minta deh masa gamau?"


"Aku bilang engga ya engga kenapasih" ucap Ailsa ketus seraya membuka pintu ruang Azka. Disana Alexa yang refleks berdiri sesuai kebiasaannya ketika sang presdir keluar tanpa tau jika sahabatnyalah yang keluar.

__ADS_1



"Ailsa gue kira presdir udah mau balik?" ucap Alexa, tak lama Azka muncul dari balik pintu.


"Eh presdir" refleks Alexa membungkukkan badannya kembali yang dijawab anggukan Azka kemudian ia berlari mengejar Ailsa yang langsung berlalu.


"Sayang Sayang Sayangggg" Azka masih menarik tangan Ailsa yang sudah berada didepan lift itu


"Sayang aku antar ya" Tawar Azka kepada Ailsa namun tak dihiraukan


"Sayang ayo aku antar saja"


"Aku bilang enggak, aku mau pulang sendiri" Lift pun terbuka dan dengan segera Ailsa masuk dan menutup pintu.


Alexa yang melihat sang presdir langsung mengerutkan dahinya, "Mereka kenapa? bukannya tadi baik baik saja?" batin Alexa.


Azka tampak frustasi melihat Ailsa yang begitu keras kepala, Dia kembali memasuki ruangannya, satu hal yang ada dipikirannga saat ini adalah segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera menyusul Ailsa. Kalau benar benar diadukan Azka akan habis.


Azka merutuki kebodohannya, Ia memukul mukul bibirnya sendiri kala mengingatnya


"Aaargghhh stresss napa sih nih bibir mau nyosor mulu" Azka menyesal ia lupa tadi jika yang dihadapannya adalah Ailsa dan bukan Alexa gadis yang sudah menjadi candu untuk ***** birahinya.


tok tok tok


"Presdir"


"Ya masuklah"


Alexa memasuki ruangan dan menyerahkan beberapa dokumen yang berada ditangannya


"Arghhh apalagi ini kenapa pekerjaanku gak selesai selesai sih" Kesal Azka


"Argggh iyaaa taruh disitu saja" ucap Azka frustasi, niat hati ingin menyelesaikan pekerjaannya secara cepat malah ada lagi dan lagi.


"Baik presdir permisi"


"Tunggu" ucap Azka menghentikan langkah Alexa. Alexa kemudian berbalik menatap sang bos yang menurutnya menyebalkan sekali.


"ya presdir?" tanya Alexa, Azka maju dan mendekati Alexa mengikis jarak diantara keduanya seketika ditempelkannya bibir Azka ke bibir Alexa.


Cup


Alexa membelalakkan matanya, disana Azka sudah mulai ******* bibirnya dan menyesapnya. Alexa yang sadar langsung mendorong Azka kebelakang agar melepaskannya namun Azka menahan tengkuknya dan mempererat pelukannya. Entah keberanian darimana tangan Alexa terangkat dan menjatuhkannya di pipi sang bos dengan keras.


Plakk


Azka langsung melepaskan pagutannya dan sedikit mengusap kasar bibirnya yang basah akibat pertukaran saliva itu


"Kenapa kau menamparku" Kesal Azka pipinya berkedut lagi dan sangat tampak merah tentunya, karena pipi tersebut juga ditampar oleh Ailsa tadi dam sekarang Alexa menambahinya.


"Kenapa wanita selalu suka menampar dasar kdrt" Batin Azka kesal sangat kesal.


"Presdir yang kenapa, Kenapa menciumku" marah Alexa yang saat ini benar benar kesal dengan sang presdir bisa bisanya ia mencium sesuka hati padahal kekasihnya baru saja dari ruangan ini tidak lama sebelum ini.


Azka kelimpungan ia tidak tahu kenapa mencium Alexa namun satu hal yang ia tahu ia benar benar frustasi tadi, namun saat melihat wajah Alexa ia ingin sekali melahap bibir kecil mungil nan ranum itu. Entah karena ditolak sang kekasih tadi saat akan menciumnya atau dirinya memang sudah candu dengan tubuh Alexa.


"Aku Aku, memangnya kenapa kalau aku menciummu? bukankah kita sudah melewati bahkan yang lebih dari ini?" ucap Azka


"hah boss kurang ajar, sepele banget ngomongnya" Batin Alexa kesal ia tidak tahu harus ngomong apalagi dengan bossnya itu.


"Apa anda tidak sadar bahkan kekasih anda baru saja dari sini, dan sekarang anda mencium saya?" akhirnya Alexa menyuarakan apa yang ia pendam.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? dia bahkan tidak mau aku cium"


"Lalu kenapa anda mencium sekertaris anda tuan presdir yang terhormat, saya bukan kekasih anda apa aku ini hanya pemuas nafsumu saja?" ucap Alexa dengan senyum getir menghiasi wajah cantiknya yang kini mulai meneteskan air mata.


degg


Azka yang mendengar itupun semakin bingung dan bersalah kepada sekertarisnya, bagaimanapun memang benar Alexa bukan kekasih Azka, namun entah mengapa Azka selalu candu dengan tubuh Alexa.


"Sekertaris Alexa bukan begitu maksudku, aku minta maaf padamu"


"Tidak perlu presdir anda tidak pernah salah, saya yang salah" ucap Alexa kemudian melangkah keluar ruangan. Ia cepat cepat menghapus air matanya dan berlalu ketoilet. Para staff sekertaris yang melihat Alexa tadi menangis setelah keluar dari ruangan presdir bertanya tanya


"sst sst apa kalian lihat Sekertaris Alexa tadi? sepertinya menangis setelah keluar dari ruangan presdir? apa mungkin Sekertaris Alexa dimarahi presdir?" bisik salah satu sekertaris


"iya kayaknya deh, gimana dong nanti kita kena lagi?"


"Iya, eh masa seorang Sekertaris Alexa yang cantik dan sempurna itu dimarahi presdir?"


"lah iya ya, setauku pekerjaan Sekertaris Alexa itu benar benar rapi dan bahkan gaada cacat sedikitpun di lembar kerjanya"


"ehm"


"Apa kalian dibayar untuk menggunjing orang?" suara bariton milik Arez wakil kepala sekertaris Alexa menghentikan mereka untuk membicarakan orang.


"Eh Sekertaris Arez" mereka berdua terkejut melihat sang wakil ketua divisi mereka menegurnya.


"Kembali dan selesaikan pekerjaan kalian, jangan suka menggunjing orang atau aku akan mengadukan kepada presdir untuk memecat kalian" Ucap sekertaris Arez.


Merekapun kembali ke tempat mereka bekerja, Sekertaris Arez menghampiri Alexa yang sedang duduk dimejanya. Terlihat mata Alexa yang memerah,


"Sekertaris Alexa anda baik baik saja?" tanya Sekertaris Arez


"Ya saya baik baik saja, Sekertaris Arez tolong kamu urus pertemuan besok antara presdir dengan tuan frank dan gantikan saya sebagai wakil. Saya akan menangani urusan yang belum selesai"


"Baik Sekertaris Alexa, kalau begitu saya permisi"


Alexa memegangi kepalanya yang begitu pusing, Saat ia lihat Pesan dari sekertaris Mr.frank jika meminta untuk mengadakan pertemuan lagi membuat Alexa gigit jari. Urusannya dengan sang presdir belum selesai sudah menambah pertemuan dengan Tuan Frank yang membuatnya kesal setengah mati, dia juga yang menjebaknya meminum obat perangsang.


"Aaarghhh mati sajaa sana hah" umpat Alexa


"Siapa yang kamu suruh mati?"


Alexa mendongakkan kepalanya kearah sumber suara itu dan ia begitu terkejut,


hah


Bersambung,


Adeop


...----------------...


mana nih suaranya, padahal aku udah siapin mental aku buat kecaman kalian loh haha😭😭


Boleh yuk like, komen, dan jangan lupa vote dan kasih hadiah yah, add ke favorite biar tau kapan aku up dan gak ketinggalan cerita yang tiap episode aku buat nggantung 😂


Thank you guys,


Tunggu kelanjutan ceritanya ya, so pastinya makin greget.


Tim Azka-Ailsa bakal kalah sama Tim Azka-Alexa gayaa?

__ADS_1


__ADS_2