
Pagi harinya ia benar benar mengetest apakah ia hamil atau tidak pasalnya pagi pagi sekali ia terbangun karena rasa mualnya kembali muncul. Alexa pasrah hasil apa yang akan ditampilkan pada alat tersebut. Ia mencelupkan testpack tersebut ke urinenya yang sudah ia tampung. Sebelum ia melihat hasilnya ia benar benar menutup matanya dan menyemangati dirinya sendiri supaya kuat menghadapi hasilnya.
Tak lama iapun membalik alat test yang sudah digenggamnya sedari tadi.
deg
terlihat jelas garis dua yang menyatakan Alexa positif hamil. Alexa mengetest lagi menggunakan alat yang lain dan hasilnya pun sama Garis dua dengan sangat jelas menandakan bahwa dirinya tengah berbadan dua. Seketika Air mata yang ia tahan dari tadi turun juga. Pagi itu Alexa menumpahkan segala air matanya sekencang kencangnya, tidak ada niatan sama sekali untuk pergi kekantor.
Panggilan dari Azka memenuhi telepon Alexa namun saat ini Alexa tengah syock dengan keadaan ia masih belum bisa menerima kenyataan yang amat pahit ini. Alexa mulai beranjak dari pembaringan, ia membuka ponselnya yang dipenuhi notif dari sang presdir.
Presdir Azka
Sekertaris Alexa dimana kamu?
kenapa tidak menjawab teleponku?
sekretaris Alexa kamu baik baik saja?
Balas pesanku! kerjaanku lumayan banyak hari ini
Sekretaris Alexa ????
Masih banyak pesan yang dikirimkan oleh presdirnya, Alexapun mengetikkan chat balasan.
Alexa
__ADS_1
Maaf presdir, saya izin tambah cuti satu hari saya butuh istirahat badan saya masih tidak enak. Presdir bisa memotong gaji saya sebagai gantinya.
Balas Alexa dan segera ia pergi mengambil kunci mobilnya, Ia hendak memeriksakan kehamilannya. Ia mendatangi salah satu rumah sakit disana ia punya kenalan dokter kandungan tetangganya dulu sebelum pindah. Setelah mengantri kini giliran Alexa memasuki ruangan itu, Temannya yang terkejut langsung memeluk Alexa erat
"Yaampun Alexa, kamu kemana saja sudah lama kita tidak bertemu" ucap Dokter helen
"Alexa sibuk kak helen, lagian kak helen juga susah banget ditemui" ucap Alexa yang mulai menampilkan senyum. Dokter helen merupakan tetangga Alexa dahulu, ia juga dahulunya teman mainnya meskipun Dokter Helen lebih tua satu tahun darinya.
"Iya akukan baru aja lulus dan diangkat jadi dokter jadi ya baru sekarang sekarang ini aku longgar, sebelum itu mah aku bahkan jarang pulang kerumah, eh btw kamu ngapain kesini? kamu sakit apa?" Ucap Dokter helen.
"Aku-aku mau memeriksakan kandunganku kak" ucap Alexa sedikit gugup.
"Loh kamu udah nikah?? Ih mana suamimu kok aku gadiundang ke pernikahanmu?" ucap Dokter helen
"Ini lihatlah itu anakmu, usianya sudah satu bulan. Ukurannya masih sangat kecil" Ucap Dokter Helen. Alexa yang melihat monitor itu begitu terharu air matanya menetes begitu saja. Meskipun ia tidak menginginkan bayi itu tumbuh tapi melihat ada sebuah makhluk kecil hasil buah cintanya dengan sang Presdir yang ia cintai kini hidup didalam dirinya membuat Alexa terharu iapun mulai menerima keadaannya.
Alexa bertekat mempertahankan bayinya, biarkan orang lain tidak menerima kehadirannya namun bagi Alexa ia bertekat akan membesarkan dan merawat Anaknya dengan segala kemampuannya, setidaknya ia tidak sendiri lagi didunia ini. Pemeriksaan selesai Ia mengambil foto foto hasil USG yang ia cetak, ia ingin mengingat pertumbuhan sang anak dari bulan kebulan hingga ia tumbuh dewasa nanti.
Disinilah Alexa dan Dokter helen yang sudah siap dengan seribu pertanyaannya.
"Baiklah aku akan jujur segalanya kepada kak helen tapi pertama tama aku mau kak heleb janji jangan kasih tau siapapun tentang ini" ucap Alexa.
"Tentu katakanlah"
"Aku belum menikah, dan Aku hamil diluar nikah" ucap Alexa yang langsung membuat Dokter helen menganga.
__ADS_1
"Kak helen gausah terkejut begitu, Alexa tau kalau Alexa salah" ucap Alexa tersenyum getir.
"Jawab pertanyaanku dimana ayahnya? siapa dia Alexa kenapa kamu sampai hamil diluar nikah gimana kalau om Tio tahu? kamu bukankah akan habis Ale???" tanya Dokter helen
"Dia" ucap Alexa menjeda jawabannya.
"Siapa dia Ale bilang padaku" ucap Dokter helen.
"Dia presdirku dikantor, dia Azka kemal dirgantara" ucap Alexa bergetar.
"Apa? kok bisa Alexa kenapa ini terjadi" dokter Helen mulai khawatir keadaan Alexa.
"Aku- aku benar benar tidak bisa menceritakan semuanya terjadi" ucap Alexa mulai sesenggukan.
"Huft, Alexa lalu apa kau akan jujur pada om Tio? bukankah om Tio juga bekerja untuk tuan Baron Dirgantara?" Dokter helen menghembuskan nafas perlahan dan memeluk Alexa kuat.
"Alexa gatau kak Helen, aku mohon kakak jangan kasih tahu dulu pada siapapun" ucap Alexa
"Tentu, sudah jangan sampai banyak pikiran itu bisa mempengaruhi si dedek. Datanglah kemari jika kamu butuh bantuanku" ucap Dokter helen seraya melepas pelukannya.
"Iya kak helen" setelah itu Alexa pulang kerumahnya. Ia melihat kembali foto hasil USG dipandanginya makhluk kecil darah dagingnya.
"Nak, kita bisa melewatinya berdua. Aku harap kita bisa berjuang bersama" monolog Azka seraya meraba lembut perutnya yang rata. Alexa meletakkan test pack dan foto hasil USG kedalam dua kotak berbeda. Tak lama Alexa membuka laci dan membuka buku tabungannya.
"Ga banyak tapi aku harap ini cukup, sepertinya aku harus menjual barang barang yang aku beli selama ini" ucap Alexa.
__ADS_1