
Azka kembali fokus pada pekerjaannya setelah meminum kopi yang sudah dibuatkan oleh sekretarisnya. Menurutnya, bekerja adalah hal yang paling penting. Sejak dahulu Azka akan selalu fokus pada pekerjaannya itulah mengapa Baron Dirgantara mempercayakan kepada Azka. Selain pandai Azka juga pekerja keras dan mandiri sehingga sang papa memutuskan menyerahkan kekuasaannya pada sang anak sejak Azka lulus kuliah.
"Alexa gila kamu, inget inget dia punya sahabatmu. sudah cukup jangan menyakiti dirimu sendiri" ucap Alexa seraya membasuh mukanya."
Tak lama Sekretaris Alexapun kembali dari toilet, dan bertanya pada sang Presdir. “Presdir adakah yang perlu saya bantu kerjakan?”
“Hm belum ada” ucap Azka singkat tanpa menoleh kearah Alexa.
“ck Baiklah Presdir” ucap Alexa seraya berlalu menuju meja kerjanya. Jujur saja Alexa merasa bosan jika harus melihat bossnya saja bekerja. Sedangkan dia terbiasa bekerja keras. Alexa memainkan game di ponselnya seraya duduk dengan posisi kaki disilangkan. Tanpa ia sadari rok yang dikenakan sedikit tersingkap.
Azka yang sudah selesai dengan dokumennya segera merenggangkan otot ototnya yang sudah kaku. Ia melirik kearah sekretarisnya yang sedang sibuk dengan ponselnya sedari tadi.
“Ah si all tubuhnya begitu menggoda” ucap Azka lirih seraya menelan susah salivanya. Azka dalam mode on segera mendekat kearah sekretarisnya itu. Ia memegang tangan kiri sekretaris Alexa dan membawanya keatas meja. Tanpa basa basi Azka melu *** bibir Alexa tanpa permisi. Alexa yang mendapat serangan dengan tiba tiba menjatuhkan ponselnya. Ia benar benar tidak bisa menghindar, Azka sangat agresif gerakannya benar benar kasar. lu m a**n terhenti saat Azka tiba tiba bersuara.
“Apa yang kulakukan, kenapa dia seperti macan kelaparan yang hendak memakanku” batin Alexa.
“Turunkan rokmu sekarang” ucap Azka tegas dengan nafas yang sudah tersengal sengal.
“Aku tidak mau, presdir apa yang kau lakukan” Ucap Alexa yang hampir menangis.
__ADS_1
“Aku menginginkanmu sekarang juga atau kau mau rahasia ini terbongkar?” ucap Azka yang mulai menyerang le er Alexa.
“ttapi ini dikantor” Ucap Alexa dengan sangat terpaksa. Hatinya begitu sakit dan sangat sakit ia harus mengkhianati sahabatnya lagi dan lagi.
“Aku tidak peduli turunkan sekarang juga” Ucap Azka yang sudah kehilangan daya fikirnya.
Tak lama lama Alexa masih diam tanpa melakukan ataupun membalas ci yu m** Azka. Dengan kasar Azka menurunkan Rok ketat selutut itu. Taklama lama Azka menurunkan ce l an anya dan saat ini mereka sudah tanpa bu sa**
"Jangan gila Presdir, aku mohon" Ucap Sekertaris Alexa disela sela rintihannya menangis tersedu sedu
"Aku melakukan dosa berkali kali dan anehnya dosa ini terasa sangat nikmat bagiku" ucap Azka
"Aku tahu dan aku tidak peduli" ucap azka dengan santainya.
"Aku bisa hamil jika begini" teriak Alexa saat dirinya sudah benar benar meluapkan emosinya disertai tangisan. Hal itu membuat Azka terdiam saat ini dibenaknya hanya menginginkan sekretarisnya itu tanpa memikirkan akibatnya. Diamnya presdirnya ini membuat Alexa berfikiran kalau tebakannya benar jika Azka pasti nantinya tidak akan menerima kehadiran anaknya saat dia hamil akibat hubungan terlarang ini.
"Aku akan bertanggung jawab" ucap Azka final seraya memeluk tubuh Sekertaris Alexa yang masih menangis.
"Kau tidak akan bisa, apa yang kita lakukan ini semuanya salah" ucap Alexa lagi.
"Aku tidak bisa berhenti sekarang, Alexa" ucap Azka yang memulai aksinya kembali.
__ADS_1
Azka turun lagi ke bawah, Alexa meronta
"hah stop it" ucap Alexa membu s*** kan da d**nya
"aku akan mulai sayang" ucap Azka.
Mereka melakukan itu tanpa mengenakan pengaman. Ruangan itu dipenuhi suara suara kenimatan dari kedua insan. Setelah berka li kali mela kukannya, mereka mwng akhiri sesi be rc nta mereka. Azka memyatukan kening ke Sekertaris Alexa sangat lama dan mendekapnya kemudian Azka memindahkan tubuh lemas Alexa diatas sofa mengingat mereka meakukan itu dimeja kerja Alexa.
Saat ini Alexa sudah tidak mampu membuka matanya. Ia sangat lemas dan mengantuk. Sungguh Azka melakukannya dengan kasar membuatnya sakit berkali kali. Azka mencari dan mengenakan celananya kembali dan beranjak membersihkan sisaa sisa per cin ta **nya dengan sang sekretaris di meja tadi.
Sebelum bwranjak Azka mengambil sesuatu didalam tas kerjanya. Itu adalah selimut yang sengaja ia bawa karena takut kedinginan saat lembur kerja. Azka memakaikan selimut tadi sampai menutupi leher Sekertaris Alexa. Samar samar Alexa melihat apa yang dilakukan bossnya itu.
Bersambung
.....................
vanassh vanashh vanaansshhh
Dukung Author update tiap hari dengan cara Like, komen, add to favorite biar ga ketinggalan pas update, dan jangan lupa kasih dukungan kalian dengan cara kasih bunga atau kopi
xie xie
__ADS_1