Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Pagi Keluarga Dirgantara


__ADS_3

"Selesaikan dengan segera"


"Baik boss" ucap pria seberang.


Aku harus merahasiakan ini semua dari Ailsa, untuk pertama kalinya Azka membohongi sekaligus mengkhianati sang kekasih yang tulus itu.


"Aku ga ingin kehilangan Ailsa dan gaakan pernah" tutur Azka


...----------------...


mengianati dan dihianati itu sama sakitnya lebih sakit lagi jika keduanya tak mampu berkata yang sejujurnya.


Pagi hari Azka terbangun karena suara nyaring yang mengagetkannya, Dengan langkah gontai Azka yang masih mengantuk seraya menutup matanya membuka pintu agar segera berhenti membuat keributan.


"ckk sial ganggu bangettt siapa sih"


Pintu terbuka disana sudah ada sang adik tercintanya Emilie,


"Hehe abang Selamat Pagi! ii ih seneng deh bisa bangunin kebo dari hibernasi eh salah tidur malamnya" Ucap Emilie dengan centilnya.


"Dek bisa gasi sehari aja gausah ganggu aku dulu, Aku ngantukk semalem begadang dapetin undian mobil" ucap Azka kesal dengan adiknya


"Emilie kangen banget bangunin abang pagi pagi, ayok bang ke bawah udah ditunggu sama mama papa"


Emilie menarik tangan Azka yang masih diam seraya menutup matanya.


"Tunggu aku cuci muka dulu" kesal Azka


"Cepetan jangan kaya princess deh, awas ya kalo tidur lagi" ancam Emilie


"Iyaaaaa" ucap Azka ditelinga sang adik dengan keras.


Emilie berteriak dia sangat kesal dengan perlakuan kakak kesayangannya itu, Begitu juga dengan Azka yang juga kesal terhadap adiknya.


"Loh abangmu mana dek" ucap Raras


"Masih diatas mah cuci muka" ucap Emilie yang dibalas anggukan oleh Raras.


Tak lama Azka turun dan menuju meja makan yang disana sudah terdapat semua keluarganya termasuk hidangan didepan mereka.


"Pagi mah pah" ucap Azka dengan wajah yang sudah segar.


"Pagi Abang" ucap Raras dan Emilie

__ADS_1


"Wih ngapain pah kok pagi pagi mukanya udah ditekuk gitu gadapet jatah pah ataau abis kalah taruhan?" goda Azka yang sudah tau wajah sang ayah yang tampak lesu.


"dua duanya" jawab Baron datar.


"Papa taruhan?" selidik Raras. Seketika Baron mulai menggelengkan kepalanya dan meraih kedua tangan Istri tercinta yang duduk disebelah kanannya, Baron panik ia takut Istrinya berfikiran yang macam macam.


"Engga sayang, bukan taruhan yang kaya gitu, ini taruhan soal laki laki dan adu secara jantan" Ucap Baron yang di balas tatapan tajam dari Istrinya.


"Awas ya kalo papa macem macem"


"Hehe engga sayang, sudah sudah ayo kita makan" ajak Baron.


keluarga itupun sarapan dengan hening tanpa ada satu katapun yang terucap. Hanya ada suara piring dan sendok, keluarga ini memang diajarkan untuk diam saat makan. Setelah mereka selesai baru mereka meluangkan waktu akan bicara.


"Mah aku habis dapet undian mobil loh" Ucap Azka yang langsung dibalas tatapan tajam dari Baron.


"Menghayal aja kamu bisanya" Balas Raras


"Jiwanya masih tidur kali mah soalnya tadi Emilie banguninnya pake suara maksimal" sahut Emilie seraya tertawa terbahak bahak.


"Iya kali dek haha" Timpal Raras seraya ikut tertawa


"Ck dasar para wanita wanita bisanya suudzon aja,nih ya Azka kasih tau semalem itu Azka abis menang ngelawan papa dapet deh undian mobil tuh mobil digarasi yang dikasi kaca sama papa udah milik Azka sekarang" Pamer Azka kepada Ibu dan Adiknya.


"Aish bocah gendeng satu ini, buat aku malu saja" batin Baron


"Emangnya menang apaan bang? Main bilyard?" tebak Emilie.


"Iyadong wkwk yakan pah" jawab Azka seraya terkekeh.


"Tumben kamu menang, biasanya juga kalah kalau lawan papamu" Raras ikut menimbrung percakapan sang putra yang sangat menarik baginya.


"Iya dong, Papa itu udah tua jadi gabisa menandingi Azka emang bener kalau papa pensiun haha" ejek Azka


"Ck diam kau bocah tengikk" kesal Baron


"emang iya pah? tumben loh papa kalah ngelawan abang" Tanya Raras seraya terkekeh


"Iya nih papa malu maluin aja, abang jadi gede kepala pah" Sahut Emilie


"Ck gara gara diusir tidur diluar saat lagi enak en*nya sih jadi ya kalah" bantah Baron.


"Bohong dosa lo pah" ucap Azka seraya menaik turunkan alisnya kepada ayahnya.

__ADS_1


"Halah kalah kalah aja pah ngeles aja" ucap Raras ikut menggoda sang suami tercintanya.


"Ck mandi sana kerja urusi perusahaan yang papa kasih, pemimpin kok pemales"


"Oke deh nyobain mobil baru, pengen ngebut deh nanti coba lewat gang kecil juga kayaknya seru"


Baron yang mendengar hal tersebut langsung lemas mobil kesayangannya yang ia beri pelindung kaca malah ingin di bawa sang putra ia bahkan takut jika debu menempel di mobilnya, putranya malah ingin membawanya kejalan sempit, Baron membayangkan ada banyak goresan di mobil kesayangannya itu.


"Jangaaan" Teriak Baron


"Papa ngapain terserah Azka dong mobil mobil Azka kok"


"Awas ya kalau sampe lecet"


"Terserah Azka dong pa kan mulai hari ini mobil itu udah milik Azka" goda Azka yang semakin membuatnya bahagia lantaran ia melihat rasa takut di wajah ayahnya. Azka sudah tau jika mobil itu merupakan mobil yang paling papanya sukai. Azkapun ingin sekali menjahili papanya itu, jujur Azka malah lebih suka naik mobilnya sendiri daripada mobil sejenis itu selain harga perawatan yang mahal juga bahan bakar yang boros.


...----------------...


Pagi itu setelah melalui drama keluarga dirgantara, Azka melajukan mobilnya memecah jalanan kota yang sedikit padat. Ia masih punya waktu yang lumayan untuk sekedar pergi ke rumah Ailsa. Hari ini memang jadwal Azka sedikit senggang ia akan memanfaatkan waktunya untuk menjumpai kekasih pujaan hatinya.


Kini Azka telah sampai dihalaman rumah Ailsa hingga satu teriakan membuat Azka menoleh



"Loh sayang" teriak Ailsa memanggil sang kekasih yang tumben datang kerumahnya. Ailsa mendekat kearah Azka, mereka saling tatap diselingi senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Tumben"


"Hehe iya dong tadi Sekertaris Alexa mengirim jadwal aku dan ternyata pagi ini senggang jadi aku pengen ketemu kamu deh" ucap Azka seraya mengacak rambut Ailsa.


"Mau masuk dulu?" ucap Ailsa


"Engga deh, langsung anterin kamu ya aku pengen jalan berdua sama kamu" ucap Azka yang membuat wajah Ailsa bersemu merah.


"Okey" Merekapun masuk kedalam mobil dan melajukannya menuju caffe Ailsa.


Bersambung,


Adeop


...----------------...


Jangan lupa like, komen yaaa

__ADS_1


Thankyou yang udah mau tunggu otor up, maaf ya otor lagi sibuk pindahan jadi belum bisa mikir banyak apalagi tugas otor+ngedit pamflet&flayer ucapan yang menguras waktu dan tenaga otor jadi otor ucapin maaf dan terima kasih banyak kepada para Readers yang selalu setia baca cerita otor🖤😊


__ADS_2