
Beberapa hari kemudian
Baron yang pulang dari kantor dengan capeknya segera menuju sofa untuk mengistirahatkan pikirannya. Raras yang melihat suaminya terlihat begitu capek sangat tidak tega melihatnya.
"Papa sudah pulang, mau mama ambilkan makan?" ucap Raras
"Tidak usah sayang, mau istirahat sebentar habis itu mandi dan tidur." ucap Baron lembut. Baron dan Raras memang digolongkan kategori pasangan suami istri yang bucin dan awet. Mereka jarang sekali berdebat soal apapun.
"Bagaimana kesehatan papa, apa papa baik baik saja? secarakan harusnya papa masih pengobatan diluar negri." ucap Raras mulai sedih kembali.
"Aku baik baik saja, nanti aku akan lanjutkan pengobatan saat anak itu bisa mengurus perusahaan lagi. papa hanya tidak mau ribuan karyawan papa yang selama ini berjasa untuk perusahaan harus terpaksa berhenti kalau tau pemimpinnya seperti ini" ucap alasan Baron.
Baron sangat khawatir jika perusahaannya terombang ambing akibat pemimpin yang tidak mampu mengurus perusahaannya dengan baik. Baron datang keperusahaan dan mengabarkan jika Azka sedang sakit jadi Baron yang akan memimpin sementara waktu. Hal itu mampu membuat para karyawan berbisik, karena Sekertaris Alexa juga keluar dari pekerjaannya. Sekertaris Arez yang sering menegur para karyawan yang terus menerus berbisik.
"Pah aku ingin bicara dengan papa" ucap Raras
"apa" jawab Baron singkat
"mengenai hubungan Azka dan Sekertaris Alexa, aku merasa khawatir dengan putrinya Sekertaris Tio." Raras menjeda ucapannya dan diam sejenak.
"apa yang kau fikirkan?" tanya Baron ketika melihat sang istri nya sepertinya sedang khawatir.
"melihat Sekertaris Tio itu orangnya dingin mama jadi khawatir jika ia memarahi Alexa habis habisan. Secara sejak kecil saja ia sering ditinggal tinggal karna bekerja dengan papa, mama rasa hubungan ayah dan anak itu tidak sedekat yang kita lihat" ucap Raras. Namun Baron hanya diam saja mendengar hal itu hingga kemudian Raras berbicara lagi
__ADS_1
"Apa papa tidak membiarkan Alexa untuk tinggal disini saja? mama rasa itu obat yang ampuh untuk kesembuhan Azka sekaligus supaya mama bisa dekat dengan menantu dan cucu mama" ucap Raras sedih. Baron menghela nafas perlahan.
"papa sudah kerumahnya tapi Sekertaris Tio mengusirnya, jadi Alexa sudah pergi entah kemana. Tapi tenang saja papa sudah mengirimkan anak buah papa untuk menyelidiki dimana Alexa dan cucuku tinggal" ucap Baron agar istrinya tidak khawatir.
"apa?! jadi Sekertaris Alexa sampai diusir dari rumahnya?" ucap Raras tidak percaya, ia makin merasa khawatir pada putri sekertarisnya itu. Ia merasa miris sejak kecil saja sudah ditinggal Sekertaris Tio bekerja dengan sang suami hingga jarang pulang dan bertemu kini mapah diusir dari rumahnya.
"Iya papa sudah kesana, papa juga merasa bersalah sejak kecil Sekertaris Tio sudah meninggalkannya akibat bekerja dengan papa. Kini malah putraku yang membuatnya diusir dari rumahnya, entah apakah dia mau memaafkan kita nantinya" ucap Baron seraya mengusap kasar wajahnya.
"hah aku mohon segera temukan keberadaannya, aku merasa tidak tenang pah" ucap Raras yang mulai menitikkan air mata.
"Tenanglah papa yakin akan segera menemukannya, sebaiknya ayo kita keatas. Papa lelah mau bersih bersih dan tidur" ucap Baron agar sang istri tidak memikirkan hal yang macam macam lagi.
taklama merekapun naik keatas, kini Emilie yang sedari tadi mendengarkan diam diampun akhirnya menghembuskan nafas kasar dan keluar dari balik dinding yang meembatasi sofa ruang TV dengan dapur. Emilie menatap dengan tatapan yang sulit diartikan kearah kedua orang tuanya yang mulai menaiki tangga kelantai 2.
"Selanjutnya bagaimana?"
"Baik"
Telefonpun ia matikan, dan emilie pun segera keatas menuju kamarnya.
...----------------...
Lain dengan dikota yang berbeda saat ini Alexa yang sudah menempati ruko mini yang ia beli dengan semua usahanya itu mulai menyusun strategi untuk usahanya. Sekertaris Arez yang kemarin sempat menghantarnya kini sudah pulang sekarang sehingga Alexa sendirian disana. Rasa takut Alexa sudah berganti dengan kebahagiaan, meski penderitaannya kini akan dimulai namun ia sangat menikmati segalanya. Ia berusaha untuk menerima dan menjalani kehidupannya tanpa mengeluh sebagai bentuk karmanya karena telah mengambil yang bukan haknya. Kini kandungan Alexa memasuki bulan dimana ia mengalami mual setiap paginya dan mulai merasakan lapar yang datang terus menerus.
__ADS_1
Pagi ini Alexa jalan jalan berkeliling dipinggir pantai, ia juga bertegur sapa dengan para tetangganya meskipun tidak banyak tetangganya karena ia tinggal dikawasan ruko yang penduduknya sebagian besar hanya berada didalam toko.
"nona ini yang tinggal di ruko baru itu ya?" tanya seorang ibu ibu.
"Iya ibu, saya baru saja pindah dengan suami saya namun saya tinggal sendiri karena suami saya bekerja diluar kota" ucap Alexa berbohong ya meskipun ia tidak sepenuhnya berbohong.
"Oh begitu, ruko ibu disebelah sana datanglah jika ingin membeli beras ibu jual beras hehe" ucap sang ibu tadi begitu ramah.
"Tentu bu, Ah iya perkenalkan nama saya Alexa bu"ucap Alexa.
"Oh iya mbak Alexa saya ratri, senang bertemu dengan mbak Alexa yang cantik ini. Oh yasudah nak ibu harus kembali keruko sudah siang harus segera buka toko" ucap ibu ratri berpamitan.
"Iya ibu, semoga lancar rezekinya hari ini" doa Alexa
"Aamiin" ucap bu ratri seraya mengusap bahu Alexa dan beranjak pergi.
Alexa menikmati suasana Pantai yang sejuk menerpa kulit putihnya, Ia menghembuskan nafas dalam dalam, Sungguh ia bisa merasakan bebas dari bayang bayang kesalahan yang ia buat.
"Pantai? hmm kurasa aku akan kesini terus menerus. Rasanya melegakan" ucap Alexa seraya memejamkan matanya.
Bersambung....
...----------------...
__ADS_1
Hallo nungguin ya? hehe
Author hadirr nih udah ga sabar liat next episodenya? gimana nih udah pada greget? gemessh atau kasian nih? komen dibawah dong wkwk. Tenang Perjalanan masih panjang kita bikin oleng dulu kapal Azka Alexa. Jadi yang nanyain tokoh utamanya tu siapa? masa kalian gabisa nebak??? ayo dongg tebakk 🤔