Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
restu Prastio


__ADS_3

"Aku tidak bisa" ucapku


"Kenapa?" ucap presdir Azka.


aku menggelengkan kepalaku dan aku mencoba melepaskan genggaman tangan presdir.


"Kenapa Alexa? tolong jelaskan padaku kenapa kamu menolakku?" ucap presdir dengan air mata yang terus menerus mengalir.


"Pergilah, mari kita lanjutkan hidup kita masing-masing" ucapku seraya mulai menjauh.


"Aku tidak akan pernah berhenti, jelaskan aku harus bagaimana lagi supaya kamu bisa memaafkanku? aku harus jujur bagaimana lagi?" tanya presdir Azka.


"Karena aku tidak tau apa kita bisa hidup bersama, disatu sisi banyak sekali yang sudah membenciku disatu sisi aku tidak tahu apakah kamu benar benar menyesali seluruh perbuatanmu" ucapku


"Baiklah kalau itu yang kamu rasakan izinkan aku untuk menghapus keraguanmu itu dengan caraku. Beri aku waktu untuk membuktikan segalanya padamu" ucap Presdir Azka seraya berdiri dihadapanku


"Satu hal yang harus kamu tahu, aku mencintaimu dan buah hati kita, aku tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkanmu. Termasuk membawamu untuk menjadi milikku" kini presdir memelukku dan mencium keningku. Tak lama kemudian ia pamit


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya ayah ketika aku memasuki rumah.


"Tidak ada, Alexa hanya mengusirnya agar tidak mengusik Ale lagi. sudah ya ayah Alexa ingin kekamar dulu, perut Alexa tidak enak" ucapku pamit


"Baiklah, nanti biar Rara mengantarkan makanan untukmu" ucap Ayah


"Tentu, terima kasih ayah" aku kemudian menuju kekamar.


...----------------...


disisi lain Azka yang sudah memasuki rumah utama kini menghadap papa dan mamanya.


"Emilie, tolong ambilkan obat papa dikamar" ucap Tuan Baron pada putrinya


"Baik Pa"


"Apa yang ingin kau katakan, cepatlah papa tidak punya waktu untuk mendengarkan omong kosongmu" ucap Tuan Baron


"Pah..." tegur Raras pada suaminya


"Azka mohon bantuan kepada papa dan mama selaku orang tua Azka untuk melamarkan Alexa" ucap Azka yang disauti tawa oleh Baron


"Hahaha memangnya kau siapa? akankah putri dari Sekertaris Tio mau menerima pengecut sepertimu? setelah apa yang kau lakukan papa sih yakin dia tidak akan mau" ucap Baron ketus, Azka pun kembali menunduk


"Lalu apa yang harus Azka lakukan agar mereka mau menerima Azka? apa aku begitu berdosanya hingga tidak bisa diterima dimanapun? Apa Azka harus pergi dari dunia ini supaya semua orang bisa memaafkan Azka?" ucap Azka sendu membuat Baron terdiam membisu

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan son, jangan bicara hal seperti itu." Ucap Raras menegur putranya dengan mata berkaca kaca


"Lalu apalagi yang harus Azka lakukan? Azka meyesali perbuatan yang sudah Azka lakukan. Azka sudah berjuang mati matian agar dapat maaf dari semua orang. Apa Azka tidak pantas memperjuangkan wanita yang AZka cintai dan memperjuangkan darah daging Azka sendiri?" ucap Azka seraya menangis tersedu sedu.


"Tidak sayang, berusahalah lagi. yakinkan pada Alexa dan buktikan padanya kalau kamu mencintainya" ucap Raras memeluk putranya.


"huh permasalahan orang dewasa begitu rumit, kali ini aku tidak akan ikut campur lagi. Entahlah aku akan jadi penonton dari kisah hidup yang kau ciptakan sendiri bang" ucap Emilie dari kejauhan.


Setelah itu dikamar Raras marah besar dengan Baron. "Apa begini sikap seorang ayah pada anaknya? bisakah kamu bicara lebih baik pada putramu? jawabb" ucap Raras berteriak memarahi Baron yang hanya terdiam.


"Tidakkah kamu lihat penyesalan yang begitu dalam pada putramu? apa belum cukup kamu melihat dia gila hampir berbulan bulan lamanya? Apa ini caramu memberikan didikan pada putramu? jawab aku mana sikap angkuh dan sombongmu?" ucap Raras seraya menangis tersedu sedu.


"Aku hanya menegaskan apa yang dia lakukan itu salah, dia berusaha apa? hingga tiba tiba ingin melamar putri orang" ucap Baron menjawab pernyataan istrinya.


"Bisakah kamu tidak menyakiti hatinya? dia datang dengan hati yang terluka dan sekarang ayahnya sendiri juga menambahkan luka padanya? mengapa kamu begitu benci pada Azka? bukankah selama ini dia selalu menurut padamu? kamu sendiri yang mendidik dan mengenalkan segala hal padanya? tapi kini aku lihat kamu bahkan tidak pernah ada untuk mendukung ataupun membantunya. keluarlah malam ini dan seterusnya tidurlah diluar sampai kau sadar apa salahmu. Biar aku yang membantu putraku mendapatkan kembali kebahagiaannya." ucap Raras telak, Baron begitu mencintai istrinya. kali ini sepertinya ia sudah marah besar, Baron pun hanya menciut dihadapan istrinya.


"Huft baiklah" ucap Baron kemudian keluar kamar. Diapun memutuskan untuk berjalan mencari udara segar tak sengaja disana ia melihat Putranya menunduk ditaman seraya menangis tersedu sedu. Hatinya tercubit melibat pemandangan dihadapannya ini, Benar apa yang sudah dikatakan istrinya sepertinya putranya itu benar benar menyesali segalanya.


...----------------...


Malam hari Alexa masih tidak keluar kamarnya. "Ra, apa Alexa belum bangun?" tanya Sekertaris Tio pada Rara.


"Saya kurang tahu saat mengantar makanan nona Alexa hanya mengatakan jika taruh saja makanannya diluar trus tadi pintunya juga dikunci dari dalam jadi makanan yang saya antar saya letakkan didepan pintu sesuai permintaan nona Alexa"


"Yasudah biar saya yang antarkan makan malamnya tolong siapkan ya" pinta Sekretaris Tio.


"Sayang ini ayah bolehkah ayah masuk?"


"Alexaa?"


"Iya ayah sebentar" jawab Alexa didalam tak lama pintupun terbuka menampilkan wajah cantik bumil didepannya.


"bolehkah ayah masuk?" ucap Sekretaris Tio pada Alexa.


"Tentu ayah"


"Ada apa katakan pada Ayah? ayah tau kamu habis nangis apa yang membuatmu begitu sedih apa pria tadi menyakitimu lagi?" ucap Sekretaris Tio panjang lebar


"Tidak ayah, Alexa baik baik saja"


"katakan pada Ayah, ayah tau kamu masih sungkan mengatakan segalanya pada ayah" paksa sekretaris Prastio pada putrinya.


"Alexa bingung ayah, Alexa harus bagaimana lagi menjalani semuanya. Tadi presdir datang dan mengatakan jika ia mencintai Alexa ia ingin melamar Alexa"

__ADS_1


"huft, sejujurnya ayah tidak ingin kamu disakiti olehnya lagi. Tapi ayah lihat dia sepertinya memang menyesali semua hal yang sudah dia lakukan. Coba ayah tanya sejujurnya masih adakah rasa cinta untuknya?" tanya sekretaris tio.


"Ale- a Alexa tidak tahu" jujur Alexa


"Ayah tahu kamu masih mencintainya, Alexa sejak kamu pergi ayah jadi berfikir selama ini kamu pasti hidup dalam tekanan ayah. Kali ini ayah akan mendukung apapun keputusanmu termasuk menerima Azka sebagai pendamping hidupmu. jika kau tanya apa ayah sudah memaafkannya? tentu jawabannya adalah belum, hati ayah mana yang tidak hancur jika putrinya disakiti olehnya. ayah juga belum membuat peritungan padanya karena sudah membuat anak ayah menangis. Tapi jika kau tanya restu tentu ayah merestui kalian" ucap Sekretaris Tio seraya memeluk putrinya.


"Terima kasih ayah" ucap Alexa


"Tentu sayang, satu hal yang ayah ingin katakan jika dia menyakitimu lagi kembalilah kemari. Rumah ayah akan selalu terbuka untukmu. Ayah akan merawatmu dan membesarkan cucu ayah dengan apapun yang ayah punya." wejangan Sekretaris Prastio yang dijawabi anggukan.


...----------------...


Pagi hari rumah Alexa sudah diketuk orang.


saat pintu terbuka nampaklah seorang pria dengan pakaian dengan setelan yang rapi.


"Maaf ingin mencari siapa Tuan?" kata maid


"saya ingin bertemu Sekertaris Tio" ucap pria paruh baya itu.


"Siapa bi? kenapa tidak disuruh masuk?" ucap Sekretaris Prastio. Sesaat kemudian ia begitu terkejut melihat Tuannya kemari. ya dia adalah Baron dirgantara


"Silahkan masuk" ucap Sekretaris Tio.


"Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu? aku tidak tau apakah sahabatku ini masih menganggapku sahabat setelah apa yang sudah dilakukan putraku" ucap Baron tanpa basa basi


"Saya baik" ucap sekretaris Prastio


" Maaf aku jarang kemari, kamu tahukan bagaimana kesehatanku ditambah putraku yang berulah itu gila jadi aku yang harus turun tangan lagi di perusahaan. Jujur semuanya terasa sulit tanpa kamu" keluh Baron


"hei kau membenciku ya?" ucap Baron saat melihat mantan sekretarisnya itu diam saja


"tidak" ucap sekretaris Tio


"Baiklah, aku kemari ingin meminta maaf atas apa yang putraku lakukan pada putrimu. ya mungkin ini sudah begitu telat tapi aku melihat dia benar benar menyesali apa yang sudah dia lakukan. sekaligus aku ingin melamar putrimu untuk putraku" ucap Baron yang ditanggapi ekspresi terkejut oleh Sekretaris Prastio.


"Tentu aku akan kembali melamarkannya dengan adat dan persiapan yang baik. aku hanya ingin memastikan agar ketika aku melamarkan putrimu untuk putraku dia tidak ditolak lagi. kau taukan itu pasti akan memalukan untukku" ucap Baron terus terang


"ck sikap sombongnya tidak berubah sama sekali" batin Sekretaris Prastio.


"Apapun keputusannya ada di Alexa, saya tidak akan memaksa ataupun melarangnya" ucap Sekretaris Tio.


"Baiklah tapi aku ingin ketika putrimu menerimanya aku ingin kau memberikan beberapa tantangan untuk dilalui putraku. Aku ingin kau melihat kesungguhannya dan aku juga ingin lihat bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan putrimu" ucap Baron seraya undur diri.

__ADS_1


"Baiklah kurasa tugasku selesai, aku harus kembali ke perusahaan. Satu lagi aku juga ucapkan selamat atas bisnis barumu yang kamu impikan selama ini." ucap Baron seraya memeluk sekretaris Prastio


Bersambung....


__ADS_2